Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Lewat Inovasi Sampah Organik, Mahasiswa UMS Raih Prestasi di WISEC 2026

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 30 Juni 2026 11:07 WIB
Lewat Inovasi Sampah Organik, Mahasiswa UMS Raih Prestasi di WISEC 2026
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hian Risnandar, mahasiswa Geografi angkatan 2023, bersama Rafif Allaam Dhiyaulhaq, mahasiswa Geografi angkatan 2024, meraih Bronze Medal dalam ajang World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) 2026 melalui inovasi pengelolaan sampah organik yang mendukung pembangunan berkelanjutan. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Hian Risnandar, mahasiswa Geografi angkatan 2023, bersama Rafif Allaam Dhiyaulhaq, mahasiswa Geografi angkatan 2024, meraih Bronze Medal dalam ajang World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) 2026 melalui inovasi pengelolaan sampah organik yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Prestasi tersebut menjadi bukti komitmen mahasiswa Geografi UMS dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan global. Dalam kompetisi itu, keduanya didampingi dosen Program Studi Geografi UMS, Choirul Amin, yang memberikan pendampingan sejak penyusunan gagasan hingga proses presentasi di tingkat internasional.

WISEC 2026 mengangkat subtema Sustainable Environment sebagai wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Sustainable Cities and Communities serta tujuan ke-13 mengenai Climate Action.

Pada kompetisi tersebut, Hian dan Rafif mengusung inovasi berjudul Optimization of the Organic Quarantine Zone (OQZ) Tool for Organic Waste Management in Sawahan Village. Gagasan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap persoalan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan.

Organic Quarantine Zone (OQZ) merupakan sistem pengelolaan sampah organik berbasis wadah tertutup yang memungkinkan proses dekomposisi berlangsung secara alami dan lebih terkontrol,” jelas Hian, Selasa (30/6/2026). Melalui sistem tersebut, proses penguraian sampah organik dapat berlangsung lebih efektif sekaligus mengurangi bau tidak sedap, mencegah gangguan hama, serta meminimalkan potensi pencemaran tanah maupun udara.

Dukung Permukiman Layak Huni

Selain menawarkan solusi praktis bagi pengelolaan limbah rumah tangga, inovasi tersebut mendukung implementasi SDGs 11 melalui upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan layak huni. Di sisi lain, pengurangan penumpukan sampah organik yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca turut berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 13 dalam mitigasi perubahan iklim.

Hian menilai inovasi yang sederhana dan mudah diterapkan justru memiliki peluang besar untuk memberikan dampak lebih luas. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan.

Sementara itu, Rafif Allaam Dhiyaulhaq mengungkapkan partisipasi dalam kompetisi internasional tersebut menjadi pengalaman yang memperkaya kemampuan akademik sekaligus memperluas perspektifnya dalam memecahkan persoalan lingkungan. “Ajang ini memberikan ruang bagi kami untuk belajar menghubungkan keilmuan geografi dengan solusi nyata atas permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Choirul Amin mengapresiasi capaian yang diraih kedua mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan mahasiswa Geografi UMS mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.

“Prestasi ini menunjukkan kapasitas mahasiswa Geografi UMS dalam mengembangkan gagasan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan solusi bagi persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Melalui raihan Bronze Medal pada WISEC 2026, Hian dan Rafif berharap inovasi Organic Quarantine Zone dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas. Mereka juga berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa UMS lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan global melalui bidang keilmuan masing-masing.

Berita Terbaru

Website Check Your Hb Jadi Inovasi KKN FIK UMS untuk Posyandu Remaja

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi digital berupa website Check Your Hb...

Kolaborasi Empat Profesi, Mahasiswa FIK UMS Edukasi Diabetes di Posyandu Lansia

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 49 menghadirkan program SMART DM (Senam, Monitoring...

Edukasi Hipertensi dan Skrining Gratis, KKN FIK UMS Sasar Warga Desa Waru

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program edukasi hipertensi dan pemeriksaan kesehatan...

Baitul Arqam Tendik UMS Perkuat Ideologi dan Spirit Pengabdian Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penyelenggaraan Baitul Arqam Tenaga Kependidikan (Tendik) bertema “Penguatan...

Flip Learning Jadi Inovasi Pembelajaran Matematika di Era Digital

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan...

Lewat KKN Internasional, Mahasiswa UMS Ajarkan Tari Tradisional di Malaysia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hanifah Herawati, mengenalkan dua tari tradisional Indonesia kepada 18 anak di Sanggar Bimbingan...

Kuliah Internasional di Vietnam, FHIP UMS Kupas Perbandingan Hukum dengan Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kegiatan International Exposure dan International Community...

Tingkatkan Kesadaran Lansia, KKN FIK UMS Gelar Edukasi Hipertensi di Desa Waru

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 19 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar penyuluhan kesehatan tentang hipertensi bagi lansia di...

UMS Perkuat Posisi sebagai Kampus Berkelanjutan melalui Forum SDGs Tingkat Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi aktif dalam THE Global Sustainable Development Congress (GSDC)...

UMS Siap Dampingi Masyarakat Kelola Hutan Sosial Secara Produktif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta guna memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui...

213 Peserta Ikuti UKT Tapak Suci, UMS Perkuat Kaderisasi Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meneguhkan perannya sebagai ruang strategis pengkaderan Muhammadiyah....

Lewat Cultural Exchange, UMS Promosikan Batik dan Diplomasi Budaya di Vietnam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan rangkaian kegiatan International Exposure dan International Community...