Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

KAHMI–Forhati Surakarta Dorong Masjid sebagai Pusat Gerakan

Anis Gisymar, Editor: Sholahuddin
Minggu, 28 Desember 2025 15:39 WIB
KAHMI–Forhati Surakarta Dorong Masjid sebagai Pusat Gerakan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Prof. Aidul Fitriciada Azhari (kiri) saat hadir menjadi narasumer kajian MD KAHMI-Forhati Surakarta bertema "Masjid sebagai Pusat Gerakan", Rabu (24/12/2025) malam di TK Islam Al A'raaf, Gentan. [Istimewa].

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Surakarta bersama Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Solo Raya menyelenggarakan kajian bertema “Masjid Sebagai Pusat Gerakan”,  Rabu (24/12/2025) malam, di TK Islam Al-A’raaf, Gentan, Baki, Sukoharjo.

Sebagai tuan rumah kajian adalah Anas Syahirul Alim. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran anggota dan pengurus MD KAHMI Surakarta, Forhati Soloraya, serta aktivis HMI Cabang Surakarta. Acara dibuka dengan sambutan tuan rumah, Anas Syahirul Alim. Dia menyampaikan terima kasih atas kehadiran alumni dan kader HMI. Ia menekankan pentingnya menguatkan peran masjid sebagai ruang kebersamaan, silaturahmi, dan kajian keilmuan, sekaligus pusat penguatan nilai-nilai keislaman dan keumatan di tengah masyarakat.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Koordinator Presidium MD KAHMI Surakarta, Prof. Agung Nur Probohudono, didampingi oleh Abd. Hakam Faruq HS selaku Koordinator Bidang Pengajian dan Litbang. Prof. Agung Nur Probohudono menyampaikan kajian ini merupakan bagian dari ikhtiar KAHMI dan Forhati untuk menghidupkan kembali peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan umat, penguatan intelektual, serta gerakan sosial yang berkelanjutan.

Kajian Tematis

Sedangkan Abd. Hakam Faruq HS menjelaskan bahwa kajian ini merupakan kelanjutan dari kajian sebelumnya yang juga membahas tema masjid, yaitu “Membangun Peradaban dari Pintu Masjid”. Pihaknya sengaja untuk membahas secara tematis tentang kemasjidan dalam kajian MD KAHMI ini Bagaimana pun, masjid punya peran penting dalam sejarah peradaban umat Islam, yang dimulai saat Nabi Muhammad mendirikan Masjid Quba sesampainya di Madinah usai hijrah dari Makkah. Sekarang Masjid Quba ini menjadi Masjid Nabawi. Umat Islam, katanya, tidak mungkin bisa lepas dari peran masjid. Sebagai puncak acara, pihaknya akan menggelar Konferensi Masjid dengan mengundang para tokoh masjid untuk berbagi perspektif tentang peran masjid ini.

Aktivis KAHMI-Forhati dan HMI Cabang Solo berfoto bersama usai kajian. [Istimewa].

Kajian ini menghadirkan narasumber Prof. Aidul Fitriciada Azhari, mantan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia periode 2016–2018, mantan Pengurus Besar HMI (PB HMI), serta guru besar bidang hukum di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dalam pemaparannya, Dr. Aidul menekankan bahwa posisinya sebagai pusat kegiatan, keberadaan masjid selalu menyatu dengan masyarakat. “Masjid itu tidak mungkin memunggungi masyarakat,” paparnya. Dia kemudian menjelaskan keberadaan Masjid Agung Surakarta yang posisinya di kompleks Keraton Surakarta, sebagai pusat pemerintahan kerajaan saat itu, dan Pasar Klewer sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Secara historis, jelasnya, masjid memiliki fungsi multidimensi, tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat perubahan, pusat pendidikan, pusat pengembangan pemikiran, pusat diskusi pada ranah sosia-politik, pusat konsolidasi gerakan umat, pusat musyawarah, pusat pembinaan moral dan akhlak, dan sebagainya. Pada akhir paparannya, Prof. Aidul meminta agar para kader HMI dan aktivis KAHMI untuk kembali ke masjid sebagai pioner perubahan. Tidak harus secara organisasi, melainkan setiap individu aktivis HMI maupun KAHMI untuk bisa aktif menggerakkan masjid. Basis gerakan HMI adalah filsafat, sehingga hal ini bisa menjadi roh untuk memajukan masjid.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif dengan dimoderatori oleh Sholahuddin, pengurus MD KAHMI Surakarta. Para peserta aktif berdiskusi mengenai bagaimana masjid dapat berperan lebih kontekstual dalam menjawab tantangan sosial, memperkuat pengaderan, serta mendorong lahirnya gerakan perubahan yang berakar pada nilai-nilai Islam. Melalui kajian ini, MD KAHMI Surakarta dan Forhati Soloraya berharap masjid dapat terus direvitalisasi sebagai pusat gerakan keumatan yang inklusif, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Berita Terbaru

Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...

Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...

Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri

NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...

Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan

BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...

Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan

KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...

Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...

Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....

Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...

Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...

Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat

RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...

Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...