Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Hadiri Jalan Sehat HMI, Wali Kota Solo Ajak Kader Belajar Sistem Kerja Birokrasi

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Minggu, 8 Februari 2026 19:18 WIB
Hadiri Jalan Sehat HMI, Wali Kota Solo Ajak Kader Belajar Sistem Kerja Birokrasi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Wali Kota Solo, Respati Ardi (berhelm), saat hendak meninggalkan kompleks kantor HMI Cabang Solo, Minggu (08/02/2026). [dok. HMI].

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi, menghadiri rangkaian acara Jalan Sehat Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di halaman Kantor HMI Cabang Solo, Jl. Yosodipuro No. 81, Minggu (8/2/2026) pagi. Wali Kota hadir saat acara ramah tamah bersama keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI) Kota Solo, Forum Korps HMI-Wati (Forhati) Soloraya, dan aktivis HMI Cabang Solo yang digelar usai jalan sehat.

Jalan sehat merupakan acara kedua yang digelar untuk memeringati Dies Natalis ke-79 HMI yang jatuh pada 5 Februari. Rabu (05/02/2026) malam sebelumnya, di tempat yang sama, juga diselenggarakan diskusi bertema “Reproduksi Habitus Populisme ke-Islaman di Surakarta”. Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Okta Hadi Nurcahyono yang baru saja dikukuhkan menjadi doktor sosiologi di Universitas Indonesia. Tema diskusi merupakan hasil riset disertasinya. Sebagai penanggap diskusi adalah sejarawan Kota Solo, Nurul Khawari.

Pada acara ramah tersebut, Respati Ardi mengajak aktivis HMI untuk menafsir ulang gerakannya sesuai perkembangan zaman. Bagaimana pun, perubahan zaman menuntut kader HMI mengubah pola perjuangan.  Respati Ardi memberi contoh, pada saat awal-awal bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra beberapa waktu lalu, gaung organisasi kemahasiswaan, termasuk HMI, tidak terdengar. Gerak mahasiswa kalah dengan para pemengaruh (influencer) yang mampu menggalang dana miliaran rupiah untuk para korban bencana. Menurut Respati Ardi, hal tersebut perlu menjadi perhatian kader HMI.

Respati Ardi juga meminta kader HMI maupun anggota KAHMI-FORHATI untuk belajar tentang cara kerja birokrasi pemerintahan. Belajar sistem kerja birokrasi sangat penting agar saat kader HMI terpilih menjadi kepala daerah, mereka paham betul cara kerja birokrasi, sehingga tidak terjebak “permainan” birokrat.

Suasana Jalan Sehat Milad ke-79 HMI yang diselenggarakan KAHMI, Forhati, dan HMI Cabang Solo, Minggu (8/2/2026). [dok. HMI].

Saat ini, jelasnya, ada fenomena deep state yang melanda pemerintahan. Menurutnya, deep state adalah fenomena para birokrat di pemerintahan memengaruhi kepala daerah yang terpilih secara demokratis.  Bahkan, para birokrat tidak segan memengaruhi kepala daerah untuk mengambil keputusan demi kepentingan pribadinya. Para birokrat yang berada di pemerintahan selama lebih dari dua puluh tahun ini paham betul cara kerja birokrasi. Sementara, para bupati/walikota, gubernur itu dipilih lima tahunan melalui pemilihan kepala daerah. Para kepala daerah yang baru terpilih harus banyak belajar. Beberapa kepala daerah yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lanjut Wali Kota, salah satunya karena terpengaruh oleh bujukan para birokrat ini. “Terus terang saya tidak bisa tidur mikir kepala daerah yang tertangkap KPK ini,” ujarnya yang disambut tawa peserta ramah tamah.

Meniru Lembaga Filantropi

Selain itu, agar tidak terjebak pada perilaku korup, para pemimpin mestinya punya kesadaran untuk meniru cara kerja lembaga filantropi. Pada hakikatnya, kerja kepala daerah mirip seperti ketua Baznas, atau ketua Lazismu atau lembaga filantropi lainnya. Lembaga ini mengumpulkan dana dari umat yang kemudian mengembalikan uang itu kepada umat. Kepala daerah itu juga seperti itu. “Karena pemerintah ini disumbang dengan uang rakyat, lalu uang itu juga harus dikembalikan ke rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, acara jalan sehat diikuti puluhan anggota KAHMI-FORHATI dan aktivis HMI Cabang Solo. Jalan sehat dilepas oleh Ravik Karsidi, mantan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), dengan rute melewati Jl. Yosodipuro, Jl. dr. Supomo, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Gajah Mada. Peserta berfoto bersama di depan Monumen Pers sebelum kembali ke tempat start. Acara dilanjutkan sarapan bersama dan ramah tamah serta penyerahan dana senilai Rp15,5 juta kepada Yayasan Dana Sosial Al-Falah. Menurut Ketua Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Solo, Agung Nur Probohudono, dana tersebut dikumpulkan dari para anggota KAHMI-FORHATI untuk membantu pemulihan korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Berita Terbaru

Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...

Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...

Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri

NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...

Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan

BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...

Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan

KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...

Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...

Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....

Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...

Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...

Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat

RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...

Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...