
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Indonesia berada dalam kawasan bencana dengan risiko tinggi sebagai negara yang berdiri di atas Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, dengan 295 sesar aktif, 14 segmen sumber gempa subduksi, serta ratusan segmen patahan lain yang belum teridentifikasi menurut Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2024.
Kondisi tektonik pertemuan lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik membuat sebagian besar wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali-NTB-NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua rentan akan bencana gempa bumi, tsunami, serta deformasi permukaan.
Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan apakah mitigasi bencana Indonesia sudah memadai dalam menekan risiko kerusakan dan korban jiwa? Dosen Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Danardono, menjelaskan siklus dalam manajemen bencana mencakup pra, saat dan pascabencana, di mana fase prabencana menjadi kunci utama dalam sebuah mitigasi bencana.
Saat ini, Indonesia sudah memiliki peta risiko nasional melalui platform InaRISK milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memetakan ancaman seperti gempa bumi, banjir, longsor, hingga hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia. Namun pemetaan tersebut masih berada pada level makro.
“Peta BNPB itu sangat bagus, tetapi skalanya besar. Belum detail sampai tingkat kecamatan atau desa. Di situlah gap yang perlu ditutup, pemetaan risiko bencana itu hal yang sangat penting dalam upaya mitigasi, karena menjadi dasar menentukan daerah prioritas dan strategi adaptasi masyarakat,” jelasnya, Kamis (11/12/2025).
Menurut Danardono, beban pemetaan daerah risiko bencana secara detail seharusnya dilanjutkan oleh BPBD provinsi dan kabupaten. Namun, kenyataannya belum semua daerah memiliki peta risiko bencana yang memadai meskipun Indonesia memiliki sistem deteksi dini yang tidak kalah dengan negara maju.
Early Warning System (InaTEWS), sensor kegempaan, serta pemantauan deformasi sudah tersedia. Namun persoalannya muncul pada masalah maintenance. “Kalau semuanya diserahkan ke pusat, tentu berat. Mitigasi itu harus kolaboratif pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta harus terlibat. Banyak alat early warning system yang hilang atau dicuri. Ketika alat itu hilang, data terputus, dan ini menjadi problem serius,” ungkapnya.
Rancang Jalur Evakuasi
Ia memaparkan teknologi pemetaan detail seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle) sangat efektif untuk merancang jalur evakuasi tsunami dan analisis spasial lainnya. “Data UAV sangat membantu dalam akuisisi data spasial seperti elevasi dan penggunaan lahan. Tanpa data detail, jalur evakuasi tidak dapat disusun secara akurat,” ujarnya merujuk riset yang pernah ia lakukan.
Danardono juga menyoroti minimnya implementasi pendidikan kebencanaan. Pemerintah sudah memiliki program Sekolah Aman Bencana (SPAB) yang tertuang dalam Permendikbud No.33 Tahun 2019, tetapi belum menjangkau seluruh sekolah.
Dalam konteks itu, Prodi Geografi UMS turut mengambil peran dengan menyiapkan kurikulum yang membekali mahasiswa pada konsentrasi lingkungan fisik dan kebencanaan mulai di semester lima. Melalui mata kuliah manajemen kebencanaan, mahasiswa diajarkan untuk akuisisi data dasar kebencanaan, manajemen bencana, hingga penyusunan jalur evakuasi berbasis metode UAV, UMS mendorong lahirnya tenaga ahli yang siap berkontribusi dalam penguatan mitigasi bencana nasional.
Dia kembali menekankan pentingnya kerja lintas sektor dalam menghadapi bencana. Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.”Pemerintah perlu mengintensifkan perannya sebagai regulator, sambil berkolaborasi dengan peneliti, lembaga masyarakat, dan komunitas,” ujarnya.
la meyakini siklus manajemen bencana hanya akan efektif ketika seluruh unsur terlibat, dari pembuat kebijakan hingga masyarakat paling bawah. Pendidikan, kolaborasi, dan pemahaman di akar rumput, katanya, adalah fondasi terbaik untuk mengurangi korban dan kerugian di masa mendatang.
Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...
Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...
Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...
Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...
Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...
Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...
Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...
Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional
MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...
FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...
Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...
FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....
Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...






