Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Cegah Osteoarthritis, Tim Fisioterapis UMS Aksi Nyata lewat Penyuluhan di Sukoharjo

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 18 September 2025 14:54 WIB
Cegah Osteoarthritis, Tim Fisioterapis UMS Aksi Nyata lewat Penyuluhan di Sukoharjo
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana hangat menyelimuti salah satu rumah warga Desa Nguter, Sukoharjo. Sejak pagi, puluhan lansia berdatangan dengan penuh semangat untuk mengikuti Posyandu lansia. Kali ini lansia tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga penyuluhan osteoarthritis (OA) yang dipandu oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana hangat menyelimuti salah satu rumah warga Desa Nguter, Sukoharjo. Sejak pagi, puluhan lansia berdatangan dengan penuh semangat untuk mengikuti Posyandu lansia. Kali ini lansia tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga penyuluhan osteoarthritis (OA) yang dipandu oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Koordinator tim 8, mahasiswa pendidikan profesi Fisioterapis angkatan X UMS, Muhammad Rafif ‘Ulwan, mengungkapkan acara ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektor, mulai dari mahasiswa Fisioterapis, bidan desa, kader kesehatan, hingga dukungan warga setempat.

Kepala Puskesmas Nguter menegaskan pentingnya sinergi tersebut dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kami senang kegiatan ini bisa menghadirkan manfaat nyata, khususnya bagi lansia yang membutuhkan perhatian lebih,” ujar Rafif, (17/9/2025).

Pemeriksaan kesehatan tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu daya tarik utama. Para lansia tampak antusias memeriksakan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, hingga skrining aktivitas sehari-hari dan osteoarthritis (OA). Antusiasme begitu tinggi hingga beberapa peserta datang lebih awal untuk mendapat giliran.

Mahasiswa Fisioterapis menjelaskan pengertian OA, gejala, faktor risiko, serta cara pencegahannya. Penyampaian dilengkapi dengan demonstrasi latihan sederhana seperti peregangan dan penguatan sendi, serta sesi konsultasi langsung terkait permasalahan kesehatan lansia. “Banyak masyarakat mengira nyeri lutut atau kaku sendi itu wajar karena usia. Padahal, OA bisa dicegah dan ditangani lebih awal,” jelas mahasiswa Fisioterapis itu.

Inovasi Baru

Latihan yang diperkenalkan menjadi inovasi baru bagi lansia Desa Nguter dalam menambah aktivitas fisik di rumah. Harapannya, langkah ini dapat meningkatkan kebugaran sekaligus mencegah osteoarthritis di masa depan.

Bagi mahasiswa Fisioterapis UMS, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi, tetapi juga belajar melakukan pemeriksaan sederhana dan mempraktikkan penyuluhan kesehatan di masyarakat.

“Bagi kami, ini kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di kampus. Kami jadi lebih paham bagaimana berinteraksi dengan lansia, mengedukasi dengan bahasa sederhana, dan melihat langsung dampak positif Fisioterapis di lapangan,” ungkap Muhammad Rafif ‘Ulwan, koordinator tim mahasiswa.

Selain manfaat kesehatan, kegiatan yang diselenggarakan pada 20 Agustus 2025 itu juga mempererat ikatan sosial antarwarga. Para lansia bisa saling berbagi cerita, menyemangati satu sama lain, dan merasa lebih diperhatikan.

Suasana kekeluargaan menjadikan posyandu lansia kali ini lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan, melainkan juga wadah kebersamaan. “Biasanya saya periksa kalau sakit saja, tapi di sini saya bisa cek sekaligus dapat penjelasan langsung,” tutur Mbah Sumini (52), salah satu lansia yang rutin hadir dalam kegiatan posyandu.

Kader kesehatan juga berperan penting dengan mengajak warga hadir serta memastikan acara berjalan lancar. “Kegiatan ini bisa menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan lansia adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga kesehatan,” ungkap salah seorang kader.

Bagi para peserta, penyuluhan ini memberi harapan baru. Tidak sedikit yang merasa terbantu karena mengetahui cara sederhana mengurangi nyeri sendi tanpa bergantung pada obat. “Saya jadi tahu gerakan apa yang bisa dilakukan di rumah. Semoga setelah ini saya lebih rajin bergerak,” kata Mursito (53) dengan wajah sumringah.

Kalau sendi sehat, lanjutnya, lansia tetap bisa mandiri dan aktif. Harapan kami, penyuluhan seperti ini bisa terus berlanjut agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan sendi.

Berita Terbaru

UMS Lantik 30 Dokter Baru, Siap Layani Pasien dengan Senyum dan Sabar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel...

Menyibak Tren Olahraga, Antara FOMO dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fenomena olahraga yang viral di media sosial kian marak di kalangan generasi muda. Mulai dari gym, fun run, thrill run, hingga olahraga paddle, linimasa...

Padukan Sains dan Spiritualitas, FK UMS Cetak Dokter Profesional dan Berintegritas

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Luncurkan Buku Ajar untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Inovasi intervensi non-farmakologis kembali lahir dari dunia akademis. Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, resmi meluncurkan buku ajar berjudul...

Virus Nipah Viral, Perlukah Masyarakat Indonesia Khawatir?

Belakangan ini, virus Nipah kembali menjadi perbincangan publik. Berbagai pemberitaan dan unggahan di media sosial menyebut virus ini sebagai penyakit berbahaya dengan tingkat kematian tinggi....

Ketika Influencer Menjadi Dokter Dadakan

Di beranda ponsel kita, influencer dengan kulit bening dan badan ideal menawarkan “jalan pintas” seperti: kapsul penurun berat badan yang “aman karena herbal”, gummy peningkat...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Dua Penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Surakarta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali meraih prestasi dengan memperoleh dua penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Surakarta dalam Pertemuan Penguatan Komitmen Mutu Layanan dan Kerja...

Hari Kusta Sedunia, FK UMS Ajak Warga Ubah Stigma Menuju Empati

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dengan kasus penyakit kusta dengan total 12.798 kasus baru terutama pada daerah-daerah tropis. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK)...

Dinkes Solo-SD Muhammadiyah 20 Sidorejo Sinergi Bangun Fondasi Generasi Emas 2045

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kesehatan merupakan aset paling berharga bagi sebuah bangsa, terutama dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo...

UMS Perkuat Panularan Peduli TBC dan Berketahanan Iklim dengan Energi Bersih

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan terobosan baru dalam upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC) dan adaptasi iklim dengan memasang sistem panel surya di Rusunawa I Begalon...

Pelayanan Inklusif dan Standar Tinggi, RS UMS A.R. Fachrudin Siap Layani Warga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) AR Fachrudin terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, ramah, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh...

Leave a comment