
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kolaborasi tiga majelis Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kota Bengawan, yaitu Majelis Tabligh dan Tarjih, Majelis Kesehatan, serta Majelis Pembinaan Kader, menggelar seminar bertajuk ‘Jo Kawin Bocah’ dengan tema ‘Siap Mental, Nikah Tanpa Sesal’, Minggu (14/09/2025). Kegiatan ini digelar di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon.
Acara diikuti 83 peserta yang terdiri atas 63 putri dan 20 putra, dengan latar belakang beragam, antara lain remaja masjid, siswa SMP Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 8, SMK Muhammadiyah 1, Pemuda Muhammadiyah, serta Nasyiatul Aisyiyah. Hadir pula Camat Pasar Kliwon Ahmad Khoironi, pimpinan PCM, dan tokoh Aisyiyah setempat.
Dalam laporan panitia, Bairozi Sholihah menjelaskan kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas maraknya pernikahan dini di masyarakat. “Melihat realita anak-anak kita banyak yang mengalami pernikahan usia dini, maka kami berkolaborasi tiga majelis. Alhamdulillah acara ini bisa dihadiri 83 peserta, putri 63, putra 20,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal penting bagi para remaja.
Perwakilan PCA Kobeng, Sumarni, menuturkan rasa syukur atas terselenggaranya seminar ini. Ia mengatakan, “Baru kali ini PCA Kobeng membuat acara seperti ini. Perkiraan peserta sekitar 50 orang, ternyata hadir lebih dari 80. Insyaallah ke depan bisa menyelenggarakan kegiatan lain yang bermanfaat.”

Kolaborasi tiga majelis Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kota Bengawan, yaitu Majelis Tabligh dan Tarjih, Majelis Kesehatan, serta Majelis Pembinaan Kader, menggelar seminar bertajuk ‘Jo Kawin Bocah’ dengan tema ‘Siap Mental, Nikah Tanpa Sesal’, Minggu (14/09/2025). Kegiatan ini digelar di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon. (Humas)
Ketua PCM Kobeng, Ghofar Ismail, menilai kegiatan ini sangat tepat sasaran. Ia mengungkapkan bahwa sosialisasi terkait remaja usia sekolah memang belum banyak dilakukan. “Perkawinan dini membuat anak belum siap secara psikologis, akhirnya setelah menikah mudah bercerai. Saya sangat menyambut positif kegiatan ini karena menghadirkan narasumber dari perspektif agama dan psikologi,” katanya.
Dia juga mengusulkan ke depannya ditambah narasumber dari perspektif pendidikan. Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi, yang sekaligus membuka acara, menekankan keseriusan pemerintah terhadap fenomena pernikahan dini. Ia menyebut angka pernikahan anak di Pasar Kliwon masih tinggi. “Fenomena pernikahan dini ini menjadi keprihatinan kita bersama. Hampir 99% kasus disebabkan hal-hal negatif atau tidak diinginkan,” ujarnya.
Khoironi juga mengingatkan bahaya pernikahan dini di era digital. “Anak-anak sekarang kalau ada masalah lebih sering bertanya ke AI daripada curhat ke orang tua. Padahal, pernikahan dini bisa menghentikan masa depan, apalagi bagi putri. Dampaknya panjang: risiko stunting, pola asuh tidak siap, bahkan masalah psikologis,” tegasnya.
Perspektif Syariat dan Psikologi
Seminar menghadirkan dua narasumber. Sofyan Madiu, penghulu KUA Pasar Kliwon, menyampaikan materi ‘Tinjauan Syariat tentang Kematangan Berkeluarga’. Ia menjelaskan bahwa fenomena pernikahan dini berdampak luas, mulai dari pendidikan yang terhambat, risiko kesehatan ibu dan anak, hingga masalah ekonomi.
“Anak perempuan yang menikah di usia dini lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah, bahkan stunting pada anak. Inilah mengapa pernikahan dini sangat perlu dicegah,” ungkapnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa dalam Islam, pernikahan tidak hanya soal sah secara agama, tetapi juga terkait kesiapan menyeluruh. “Kematangan keluarga itu beyond kematangan usia. Bukan sekadar usia biologis, tetapi lebih kepada kematangan spiritual, emosional, finansial, dan sosial. Inilah yang harus dipahami oleh generasi muda sebelum memutuskan menikah,” jelas Sofyan di hadapan peserta.
Sementara itu, psikolog Khotimatun Naimah membawakan materi ‘Siap Fisik Siap Mental, Kenapa Usia Muda Belum Waktunya Menikah’. Ia menekankan bahwa pernikahan membawa konsekuensi panjang yang tidak bisa dianggap remeh.
“Secara agama mungkin sah, tapi secara psikologis dan sosial belum tentu siap. Pernikahan dini sering berujung pada perceraian, tekanan mental, hingga ketidakstabilan ekonomi. Karena itu, kesiapan fisik dan mental harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Dalam paparannya, Khotimatun juga mengajak remaja untuk lebih fokus pada pengembangan diri sebelum menikah. Ia menceritakan pengalaman pribadi bahwa menjadi seorang istri sekaligus ibu bukan hal yang mudah.
“Pernikahan bukan hanya soal cinta, tapi juga kesiapan mental, emosional, ekonomi, dan komitmen. Remaja perlu mengembangkan keterampilan hidup, pendidikan, dan kemandirian terlebih dahulu agar tidak menyesal di kemudian hari,” terangnya.
PRM Tegalharjo Kembangkan Ternak Ayam Berbasis Koperasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo mengembangkan usaha ekonomi produktif melalui kolaborasi Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM) dengan Koperasi Punakawan Makmur Sejahtera (PSM) milik...
PRM Tegalharjo Sinergikan Dakwah, Kesehatan, dan Ketahanan Pangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi jemaah Pengajian Senin Malam di Masjid Jami Tegalharjo, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini melengkapi...
Perkuat Jejaring Pendidikan, PCM Karanggede Kunjungi MTsN 13 Boyolali
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggede menjajaki kerja sama dengan MTs Negeri 13 Boyolali melalui kunjungan silaturahmi, Selasa...
Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...
FKMM Karanggede Perkuat Mutu Madrasah lewat Kelas Bilingual
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Forum Komunikasi Kepala Madrasah (FKMM) Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, mengikuti Seminar Membangun Kelas Bilingual yang digelar Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal...
Kajian NGETEH PCPM Kota Bengawan Bahas Iman yang Mulai Lelah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar kajian NGETEH (Ngaji Enteng Entuk Hikmah) di Masjid Al-Huda Gurawan, Pasar Kliwon, Selasa (29/9/2026) malam....
Dapat Bantuan Bibit Buah, KTSM Tegalharjo Kembangkan Hortikultura
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM) yang dibentuk Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo terus mengembangkan kegiatan pertanian. Terbaru, KTSM menerima bantuan sarana produksi pertanian...
PCM Laweyan Gelar Jalan Sehat dan Gowesmu Mengenang Pahlawan Revolusi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laweyan bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Laweyan dan Majelis Tabligh PDM Solo menggelar Jalan Sehat dan Gowesmu di Graha...
Muhammadiyah di Britania Raya Jadi Jembatan Ilmu Indonesia-UK
LONDON, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum...
FKKM Karanggede Perkuat Sinergi dan Kompetensi Kepala Madrasah
SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Forum Komunikasi Kepala Madrasah Muhammadiyah (FKKM) Karanggede menggelar diskusi bertajuk “Ngopi Bareng” bersama Ketua Umum Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat, Sutomo, Senin (21/9/2026)....
PRM Ngargorejo Dorong Budaya Kajian Keilmuan dan Amal dalam Bermuhammadiyah
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, menggelar pengajian untuk memperkuat pemahaman keislaman dan semangat bermuhammadiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid...
PRM Tegalharjo Bangkit Setelah Vakum, Hidupkan Dakwah dan Ekonomi Umat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, kembali menggerakkan kegiatan persyarikatan setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Kepengurusan baru mulai memadukan program...






