
Pengaderan menjadi salah satu kekuatan fundamental di Muhammadiyah. Tidak hanya Muhammadiyah, tetapi di setiap organisasi menyadari itu. Muhammadiyah kerap kali terlihat gagah dan berkembang di media sosial. Mempunyai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berkemajuan, memiliki kader militan, dan gaya gerakannya yang moderat. Hal ini menjadikan organisasi ini dipandang istimewa di kalangan masyarakat.
Namun, ada kerapuhan kecil yang dialami Muhammadiyah di tingkat Cabang dan Ranting, basis akar rumput di Persyarikatan. Seperti yang dikatakan di atas bahwa pengaderan merupakan kekuatan fundamental bagi setiap organisasi. Di Cabang dan Ranting Muhammadiyah mengalami permasalahan krisis kader penerus tonggak perjuangan.
Hal itu menjadi sorotan utama pada Forum Grup Discussion (FGD) yang digelar redaksi majalah Langkah Baru, Jumat (1/5/2026), di ruang K.H. Ahmad Dahlan, SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, di Jl. Pleret Raya No.9, Banyuanyar, Banjarsari, Kota Solo. FGD ini merupakan putaran ketiga dengan tema “Saatnya Majelis dan Lembaga Turun ke Cabang dan Ranting” dengan mengundang pimpinan Majelis, Lembaga dan Organisasi Otonom (Ortom) di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Hasil FGD ini yang ditulis untuk laporan utama majalah Langkah Baru.
Gunawan Setyadi, Sekretaris Lembaga Pengembagan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (LPCRM) PDM Kota Solo, mengatakan mayoritas pengurus Muhammadiyah tingkat Cabang dan Ranting didominasi oleh orang sepuh atau orang tua. Era digitalisasi mejadi tantangan besar bagi pimpinan Muhammadiyah Cabang dan Ranting, terutama bagi pimpinan yang masih didominasi oleh kalangan orang tua. Gunawan mengatakan bahwa solusi atas kencangnya arus perkembangan digital adalah dengan merangkul anak-anak muda. Menurutnya, anak-anak muda memiliki jiwa semangat pejuang, akan tetapi banyak dari pimpinan Cabang dan Ranting yang tidak menghiraukan hal itu.
Perangkulan anak-anak muda dalam struktural kepemimpinan Cabang dan Ranting didukung dengan pendapat dari Dedik Gunawan perwakilan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI). Ia melihat kemajuan pesat Muhammadiyah di Sragen, dikarenakan setiap sektor AUM dipenuhi anak-anak muda. ”Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Trensains, Takmir Masjid Al-Falah. Semuanya diisi dengan anak-anak muda. Bahkan kriteria masjid yang maju itu jika dipenuhi dengan anak muda,” ungkapnya.
Namun, pragmatisme dan oportunisme di kalangan anak muda menjadi tatangan besar bagi Muhammadiyah tingkat Cabang dan Ranting. Keengganan anak muda atau kader Muhammadiyah bergabung pimpinan Persyarikatan di akar rumput karena dinilai kurang mampu menyongkong kariernya. ”Anak-anak sekarang cenderung suka gabung ke ortom, karena mereka merasa kariernya akan berlanjut ke tingkat wilayah atau pusat, bahkan dapat masuk ke kursi pemerintahan,” terangnya.
Mendukung keterangan di atas, Dedy Purnomo, Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH), mengatakan bahwa MHH mempunyai anggota sebanyak 39 orang, 15 di antaranya berasal dari golongan anak muda. Banyaknya anggota di MHH karena di Majelis menjadi majelis yang strategis dalam menunjang karier anak-anak muda.
Dedy Purnomo menyampaikan otokritik bagi pengurus Muhammadiyah yang tidak memasukkan keluarganya menjadi bagian dari kader Muhammadiyah. Keluarga menjadi poros sentral pengaderan pertama yang perlu digaungkan dan didorong penuh oleh para pengurus Muhammadiyah.
Ia menawarkan formulasi pengaderan di tingkat keluarga dengan merekrut putra/putri baik dari pengurus ataupun dari tokoh Persyarikatan ke kepengurusan Muhammadiyah. ”Ya, dari kita sebagai pengurus sebaiknya memasukkan anak-anak ke dalam kepengurusan struktural Muhammadiyah untuk membantu arah gerak kita di Muhammadiyah,” tuturnya.
Menurut Dedy Purnomo, fenomena login Muhammadiyah akhir-akhir ini bisa menjadi momen kesempatan saling bersinergi merangkul anak muda. Dalam pandangan anak-anak muda, Muhammadiyah merupakan organisasi yang tenang, santai, tanpa gaduh yang menghasilkan output yang jelas dan utuh.
Sedangkan fenomena ketidakpercayaan golongan tua terhadap potensi anak-anak muda turut disampaikan oleh Reynal Falah, Ketua Badan Pengurus Lazismu. Menurutnya, ruang anak muda di Persyarikatan kian dipersempit. Banyak anak-anak muda semangat beraktivitas atau berkegiatan di masjid, tetapi sering juga semangat tersebut dihalangi dengan dipersulitnya perizinan untuk memanfaatkan masjid-masjid Muhammadiyah.
MPKSDI sebagai Majelis yang berfokus pada pengembangan kader dinilai kurang dalam menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah di kalangan anak muda eksternal Persyarikatan atau dalam artian kader yang sekadar ikut aktivitas formal Persyartikatan. MPKSDI lebih berfokus pada pengembangan kualitas kader internal. Kecenderungan anak muda saat ini lebih tertarik dengan kegiatan-kegiatan event di Muhammadiyah, seperti di bulan Ramadan lalu, banyak anak muda di tingkat Cabang dan Ranting yang ikut meramaikan dan memeriahkan. Namun, ketika anak-anak muda tersebut diajak untuk aktif dalam keorganisasian Muhammadiyah, mereka enggan menerimanya.
Di tengah problematik kader yang sangat kompleks, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) memberikan angin segar dengan menawarkan ide pengaderan inspiratif lewat olahraga. Pujinta, Ketua LSBO PDM Kota Solo, menyampaikan bahwa peminat olahraga yang menyentuh semua kalangan, dari anak-anak kecil hingga orang tua menjadi alternatif baru bagi Muhammadiyah untuk menyegarkan pergerakannya. Kemudahan akses olahraga menjadi kesempatan Muhammadiayh lewat LSBO untuk mendukung aktivitas masyarakat pencinta olahraga, dengan membawa nilai-nilai Muhammadiyah. Pujinta memberikan contoh implementasi visi ini adalah dengan penyelenggaraan perlombaan yang wajib mencantumkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Persyarikatan ataupun ortom yang lainnya sebagai syarat ikut serta dalam kompetisi.
Integritas Kader yang Berakhlak
Sekretaris Majelis Pendidikan, Supraptono, menilai bahwa pendidikan menjadi tempat sentral penanaman dan penguatan idelogi Muhammadiyah, serta menjadi tempat penguatan akhlak seorang kader di tengah zaman yang kian krisis akan adab dan akhlak. Supraptono mengatakan perlunya pengawalan anak-anak muda di Persyarikatan sebagai stabilitator akhlak kader Muhammadiyah. ”Anak muda perlu pengawalan intens dalam rangka menjaga akhlak seorang kader Muhammadiyah,” tegasnya.
Pada akhirnya, perlunya sinergitas dari berbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah untuk menunjang proses pengaderan guna menghasilkan generasi penerus yang matang secara ideologi, sarat akan ilmu, dan anggun dalam moral di Persyarikatan tingkat Cabang dan Ranting.
Sumber: Majalah Langkah Baru edisi 24/Mei-Agustus 2026
PRM Tegalharjo Bangkit Setelah Vakum, Hidupkan Dakwah dan Ekonomi Umat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, kembali menggerakkan kegiatan persyarikatan setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Kepengurusan baru mulai memadukan program...
Pertanian Perkotaan PRM Tegalharjo Tumbuh lewat Hidroponik dan Tanaman dalam Pot
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo mengembangkan pertanian perkotaan melalui Kelompok Tani (KT) Sinar Mentari. Kelompok tersebut memanfaatkan metode hidroponik dan budidaya tanaman dalam...
PCM Solo Utara Gelar Hari Bermuhammadiyah, Hadirkan Wayang Golek Pitutur
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara, Kota Solo, menggelar Hari Bermuhammadiyah dengan menghadirkan pengajian bertajuk “Meneladan Nabi, Mencerahkan Negeri”, Ahad (6/9/2026). Kegiatan berlangsung di...
PCPM Kota Bengawan Siapkan Kobeng Fun Camp, Satukan Remaja Masjid
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menyiapkan Kobeng Fun Camp 2026 sebagai ruang pertemuan dan penguatan kapasitas remaja masjid di wilayah...
Masjid AR Fachruddin Resmi Berdiri, Perkuat Dakwah Muhammadiyah Solo Utara
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Solo Utara meresmikan Masjid AR Fachruddin di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sekip, Kecamatan Banjarsari, Minggu (2/8/2026). Peresmian dirangkaikan...
Terinspirasi AR Fachruddin, PCPM Kota Bengawan Hadirkan Kajian Nge-Teh
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan kembali menguatkan dakwah kultural melalui program Kajian Nge-Teh (Ngaji Entheng Entuk Hikmah). Program yang digelar...
Muhammadiyah Sukoharjo Bentuk KBIHU Armina PCM Blimbing, Layani Jemaah Haji 202
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo memperluas layanan bimbingan dan pendampingan ibadah haji dengan membentuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Armina...
Kajian Ahad Subuh Barokah Masjid Sidodadi Perkuat Iman dan Ukhuwah Jemaah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pajang bersama Pengurus Takmir Masjid Sidodadi Pajang, Laweyan, kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Subuh Barokah, Ahad (26/7/2026). Kegiatan...
Safari Dakwah PCM Solo Utara: Tiga Amalan Menuju Keuntungan Dunia dan Akhirat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Di tengah kehidupan yang semakin kompetitif, banyak orang berlomba mengejar keuntungan materi. Namun, Islam menawarkan investasi yang tidak pernah merugi, yakni berniaga...
Kuliah Subuh Balai Muhammadiyah Solo Bahas Tiga Kunci Berbenah Diri
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Balai Muhammadiyah Solo kembali menggelar pengajian Kuliah Subuh rutin dengan menghadirkan dai Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Muhammad Kadafi, sebagai...
LP3A UMS Dorong Program Pengabdian, Wujudkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Unggul
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Implementasi Program Pengabdian Masyarakat (P2M) Menuju Cabang dan Ranting...
UMS Kembangkan Presensi Digital untuk Pengajian Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Transformasi digital tidak hanya merambah dunia pendidikan dan industri, tetapi juga mulai diterapkan dalam pengelolaan organisasi kemasyarakatan. Menjawab kebutuhan tata kelola dakwah...






