Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Cabang/Ranting

Menghidupkan Muhammadiyah Melalui Anak Muda

Ahmad Muwaffiqul Choir, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 13 Juni 2026 13:30 WIB
Menghidupkan Muhammadiyah Melalui Anak Muda
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh redaksi majalah Langkah Baru di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Jumat (1/5/2026). [Langkah Baru].

Pengaderan menjadi salah satu kekuatan fundamental di Muhammadiyah. Tidak hanya Muhammadiyah, tetapi di setiap organisasi menyadari itu. Muhammadiyah kerap kali terlihat gagah dan berkembang di media sosial. Mempunyai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) berkemajuan, memiliki kader militan, dan gaya gerakannya yang moderat. Hal ini menjadikan organisasi ini dipandang istimewa di kalangan masyarakat.

Namun, ada kerapuhan kecil yang dialami Muhammadiyah di tingkat Cabang dan Ranting, basis akar rumput di Persyarikatan. Seperti yang dikatakan di atas bahwa pengaderan merupakan kekuatan fundamental bagi setiap organisasi. Di Cabang dan Ranting Muhammadiyah mengalami permasalahan krisis kader penerus tonggak perjuangan.

Hal itu menjadi sorotan utama pada Forum Grup Discussion (FGD) yang digelar redaksi majalah Langkah Baru, Jumat (1/5/2026), di ruang K.H. Ahmad Dahlan, SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, di Jl. Pleret Raya No.9, Banyuanyar, Banjarsari, Kota Solo.   FGD ini merupakan putaran ketiga dengan tema “Saatnya Majelis dan Lembaga Turun ke Cabang dan Ranting” dengan mengundang pimpinan Majelis, Lembaga dan Organisasi Otonom (Ortom) di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Hasil FGD ini yang ditulis untuk laporan utama majalah Langkah Baru.

Gunawan Setyadi, Sekretaris Lembaga Pengembagan Cabang dan Ranting Muhammadiyah (LPCRM) PDM Kota Solo, mengatakan mayoritas pengurus Muhammadiyah tingkat Cabang dan Ranting didominasi oleh orang sepuh atau orang tua. Era digitalisasi mejadi tantangan besar bagi pimpinan Muhammadiyah Cabang dan Ranting, terutama bagi pimpinan yang masih didominasi oleh kalangan orang tua. Gunawan mengatakan bahwa solusi atas kencangnya arus perkembangan digital adalah dengan merangkul anak-anak muda. Menurutnya, anak-anak muda memiliki jiwa semangat pejuang, akan tetapi banyak dari pimpinan Cabang dan Ranting yang tidak menghiraukan hal itu.

Perangkulan anak-anak muda dalam struktural kepemimpinan Cabang dan Ranting didukung dengan pendapat dari Dedik Gunawan perwakilan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI). Ia melihat kemajuan pesat Muhammadiyah di Sragen, dikarenakan setiap sektor AUM dipenuhi anak-anak muda. ”Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Trensains, Takmir Masjid Al-Falah. Semuanya diisi dengan anak-anak muda. Bahkan kriteria masjid yang maju itu jika dipenuhi dengan anak muda,” ungkapnya.

Namun, pragmatisme dan oportunisme di kalangan anak muda menjadi tatangan besar bagi Muhammadiyah tingkat Cabang dan Ranting. Keengganan anak muda atau kader Muhammadiyah bergabung pimpinan Persyarikatan di akar rumput karena dinilai kurang mampu menyongkong kariernya. ”Anak-anak sekarang cenderung suka gabung ke ortom, karena mereka merasa kariernya akan berlanjut ke tingkat wilayah atau pusat, bahkan dapat masuk ke kursi pemerintahan,” terangnya.

Mendukung keterangan di atas, Dedy Purnomo, Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH), mengatakan bahwa MHH mempunyai anggota sebanyak 39 orang, 15 di antaranya berasal dari golongan anak muda. Banyaknya anggota di MHH  karena di Majelis menjadi majelis yang strategis dalam menunjang karier anak-anak muda.

Dedy Purnomo menyampaikan otokritik bagi pengurus Muhammadiyah yang tidak memasukkan keluarganya menjadi bagian dari kader Muhammadiyah. Keluarga menjadi poros sentral pengaderan pertama yang perlu digaungkan dan didorong penuh oleh para pengurus Muhammadiyah.

Ia menawarkan formulasi pengaderan di tingkat keluarga dengan merekrut putra/putri baik dari pengurus ataupun dari tokoh Persyarikatan ke kepengurusan Muhammadiyah. ”Ya, dari kita sebagai pengurus sebaiknya memasukkan anak-anak ke dalam kepengurusan struktural Muhammadiyah untuk membantu arah gerak kita di Muhammadiyah,” tuturnya.

Menurut Dedy Purnomo, fenomena login Muhammadiyah akhir-akhir ini bisa menjadi momen kesempatan saling bersinergi merangkul anak muda. Dalam pandangan anak-anak muda,  Muhammadiyah merupakan organisasi yang tenang, santai, tanpa gaduh yang menghasilkan output yang jelas dan utuh.

Sedangkan fenomena ketidakpercayaan golongan tua terhadap potensi anak-anak muda turut disampaikan oleh Reynal Falah, Ketua Badan Pengurus Lazismu. Menurutnya, ruang anak muda di Persyarikatan kian dipersempit. Banyak anak-anak muda semangat beraktivitas atau berkegiatan di masjid, tetapi sering juga semangat tersebut dihalangi dengan dipersulitnya perizinan untuk memanfaatkan masjid-masjid Muhammadiyah.

MPKSDI sebagai Majelis yang berfokus pada pengembangan kader dinilai kurang dalam menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah di kalangan anak muda eksternal Persyarikatan atau dalam artian kader yang sekadar ikut aktivitas formal Persyartikatan. MPKSDI lebih berfokus pada pengembangan kualitas kader internal. Kecenderungan anak muda saat ini lebih tertarik dengan kegiatan-kegiatan event di Muhammadiyah, seperti di bulan Ramadan lalu, banyak anak muda di tingkat Cabang dan Ranting yang ikut meramaikan dan memeriahkan. Namun, ketika anak-anak muda tersebut diajak untuk aktif dalam keorganisasian Muhammadiyah, mereka enggan menerimanya.

Di tengah problematik kader yang sangat kompleks, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) memberikan angin segar dengan menawarkan ide pengaderan inspiratif lewat olahraga. Pujinta, Ketua LSBO PDM Kota Solo, menyampaikan bahwa peminat olahraga yang menyentuh semua kalangan, dari anak-anak kecil hingga orang tua menjadi alternatif baru bagi Muhammadiyah untuk menyegarkan pergerakannya. Kemudahan akses olahraga menjadi kesempatan Muhammadiayh lewat LSBO untuk mendukung aktivitas masyarakat pencinta olahraga, dengan membawa nilai-nilai Muhammadiyah. Pujinta memberikan contoh implementasi visi ini adalah dengan penyelenggaraan perlombaan yang wajib mencantumkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Persyarikatan ataupun ortom yang lainnya sebagai syarat ikut serta dalam kompetisi.

Integritas Kader yang Berakhlak

Sekretaris Majelis Pendidikan, Supraptono, menilai bahwa pendidikan menjadi tempat sentral penanaman dan penguatan idelogi Muhammadiyah, serta menjadi tempat penguatan akhlak seorang kader di tengah zaman yang kian krisis akan adab dan akhlak. Supraptono mengatakan perlunya pengawalan anak-anak muda di Persyarikatan sebagai stabilitator akhlak kader Muhammadiyah. ”Anak muda perlu pengawalan intens dalam rangka menjaga akhlak seorang kader Muhammadiyah,” tegasnya.

Pada akhirnya, perlunya sinergitas dari berbagai elemen Persyarikatan Muhammadiyah untuk menunjang proses pengaderan guna menghasilkan generasi penerus yang matang secara ideologi, sarat akan ilmu, dan anggun dalam moral di Persyarikatan tingkat Cabang dan Ranting.

Sumber:  Majalah Langkah Baru edisi 24/Mei-Agustus 2026

Berita Terbaru

PRM Tegalharjo Kembangkan Ternak Ayam Berbasis Koperasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo mengembangkan usaha ekonomi produktif melalui kolaborasi Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM) dengan Koperasi Punakawan Makmur Sejahtera (PSM) milik...

PRM Tegalharjo Sinergikan Dakwah, Kesehatan, dan Ketahanan Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi jemaah Pengajian Senin Malam di Masjid Jami Tegalharjo, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini melengkapi...

Perkuat Jejaring Pendidikan, PCM Karanggede Kunjungi MTsN 13 Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggede menjajaki kerja sama dengan MTs Negeri 13 Boyolali melalui kunjungan silaturahmi, Selasa...

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

FKMM Karanggede Perkuat Mutu Madrasah lewat Kelas Bilingual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Forum Komunikasi Kepala Madrasah (FKMM) Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, mengikuti Seminar Membangun Kelas Bilingual yang digelar Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal...

Kajian NGETEH PCPM Kota Bengawan Bahas Iman yang Mulai Lelah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar kajian NGETEH (Ngaji Enteng Entuk Hikmah) di Masjid Al-Huda Gurawan, Pasar Kliwon, Selasa (29/9/2026) malam....

Dapat Bantuan Bibit Buah, KTSM Tegalharjo Kembangkan Hortikultura

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM) yang dibentuk Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo terus mengembangkan kegiatan pertanian. Terbaru, KTSM menerima bantuan sarana produksi pertanian...

PCM Laweyan Gelar Jalan Sehat dan Gowesmu Mengenang Pahlawan Revolusi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laweyan bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Laweyan dan Majelis Tabligh PDM Solo menggelar Jalan Sehat dan Gowesmu di Graha...

Muhammadiyah di Britania Raya Jadi Jembatan Ilmu Indonesia-UK

LONDON, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum...

FKKM Karanggede Perkuat Sinergi dan Kompetensi Kepala Madrasah

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Forum Komunikasi Kepala Madrasah Muhammadiyah (FKKM) Karanggede menggelar diskusi bertajuk “Ngopi Bareng” bersama Ketua Umum Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat, Sutomo, Senin (21/9/2026)....

PRM Ngargorejo Dorong Budaya Kajian Keilmuan dan Amal dalam Bermuhammadiyah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, menggelar pengajian untuk memperkuat pemahaman keislaman dan semangat bermuhammadiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid...

PRM Tegalharjo Bangkit Setelah Vakum, Hidupkan Dakwah dan Ekonomi Umat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo, kembali menggerakkan kegiatan persyarikatan setelah sempat vakum selama beberapa tahun. Kepengurusan baru mulai memadukan program...