
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Takmir Masjid An Ni’mah Kemlayan, Serengan, Solo kembali menggelar kegiatan Subuh Barokah pada Jumat (5/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara Anis Purwani dengan materi Sakit Manusia.
Anis menjelaskan bahwa manusia dapat mengalami berbagai macam sakit, namun secara garis besar dapat dibagi menjadi empat jenis. “Setiap manusia pasti diuji dengan sakit, baik yang tampak maupun yang tidak terlihat. Dari sinilah kita bisa mengambil pelajaran bahwa sakit juga merupakan bagian dari ketetapan Allah,” ujarnya.
4 Jenis Sakit Manusia
Dalam ceramahnya, Anis merinci empat jenis sakit yang dialami manusia, yaitu:
- Sakit Tua
Jenis sakit ini tidak ada obatnya karena berkaitan dengan takdir ajal manusia. Menurut Anis, seseorang yang akan meninggal dalam waktu seratus hari biasanya dapat merasakan tanda-tandanya. “Tidak ada istilah mati mendadak. Semua sudah ditetapkan Allah: rezeki, umur, dan kematian. Hakikatnya, yang meninggal lebih dulu itu lebih tua dibanding yang meninggal belakangan,” jelasnya.
- Sakit Gangguan Jiwa (Psikopat)
Sakit ini sering kali tidak disadari oleh orang yang mengalaminya. Justru orang lain yang mengetahui kondisi tersebut. Anis mencontohkan, salah satu bentuk sakit jiwa adalah kebiasaan ‘memakan bangkai orang lain’ atau bergibah. Ciri-cirinya antara lain:
– Berprasangka buruk (suudzon)
– Mencari kesalahan orang lain
– Bergibah atau menggunjing
“Sakit seperti ini berbahaya, karena merusak jiwa sekaligus hubungan sosial,” ungkap Anis.

Takmir Masjid An Ni’mah Kemlayan, Serengan, Solo kembali menggelar kegiatan Subuh Barokah pada Jumat (5/9/2025). Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara Anis Purwani dengan materi Sakit Manusia. (Humas)
- Sakit Badan
Jenis sakit ini adalah yang lazim dialami manusia dan bisa disembuhkan dengan ikhtiar medis melalui dokter, tentunya atas izin Allah.
- Sakit Gangguan Makhluk Halus
Menurut Anis, sakit ini disebabkan oleh gangguan jin, sihir, dan semacamnya. Penyembuhannya dapat dilakukan dengan ruqyah syar’iyyah. “Insya Allah, pada kesempatan berikutnya kita akan membahas secara khusus tentang ruqyah,” tutur Anis.
Pengajian berlangsung dengan khidmat, diikuti oleh jamaah setempat yang antusias mendengarkan. Seusai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama. Masjid An Ni’mah sendiri merupakan masjid wakaf Muhammadiyah di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemlayan, Cabang Solo Selatan.
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...
Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H
Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...
Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...
Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...
Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...
Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...
Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa
Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....
Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...
Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...
Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...
Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati
Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...
Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...





