Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Pengajian Kemlayan Ingatkan Soal Bermuslim Secara Kaffah

Mafaza Haikal Ahmad, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 18 September 2025 15:32 WIB
Pengajian Kemlayan Ingatkan Soal Bermuslim Secara Kaffah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni'mah Kemlayan, Serengan, Solo, pada Rabu (27/9/2025) menghadirkan Abdul Fattah Bintoro sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, ia mengulas buku Cabang-Cabang Iman dengan materi ‘Tradisi jahiliyah, bentuk seruan kepadanya, dan tekad orang mukmin untuk meninggalkannya.’ (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni’mah Kemlayan, Serengan, Solo, pada Rabu (27/9/2025) menghadirkan Abdul Fattah Bintoro sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, ia mengulas buku Cabang-Cabang Iman dengan materi ‘Tradisi jahiliyah, bentuk seruan kepadanya, dan tekad orang mukmin untuk meninggalkannya.’

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemlayan Cabang Solo Selatan berkolaborasi dengan Takmir Masjid Kemlayan. Pengajian berlangsung selepas salat Magrib hingga Isya dengan diikuti jemaah setempat.

Abdul Fattah Bintoro menekankan seorang muslim harus masuk ke dalam Islam secara menyeluruh tanpa mencampuradukkan dengan kebiasaan jahiliyah. Ia mengutip firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 208: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan kuat bahwa meninggalkan kebiasaan jahiliyah adalah konsekuensi logis dari keimanan. “Seorang mukmin tidak boleh setengah-setengah dalam berislam. Islam harus menjadi pedoman hidup secara totalitas, bukan hanya diambil sebagian,” ujarnya di hadapan jemaah.

Kajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni'mah Kemlayan, Serengan, Solo, pada Rabu (27/9/2025) menghadirkan Abdul Fattah Bintoro sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, ia mengulas buku Cabang-Cabang Iman dengan materi ‘Tradisi jahiliyah, bentuk seruan kepadanya, dan tekad orang mukmin untuk meninggalkannya.’

Kajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni’mah Kemlayan, Serengan, Solo, pada Rabu (27/9/2025) menghadirkan Abdul Fattah Bintoro sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, ia mengulas buku Cabang-Cabang Iman dengan materi ‘Tradisi jahiliyah, bentuk seruan kepadanya, dan tekad orang mukmin untuk meninggalkannya.’ (Humas)

Dalam kajiannya, Abdul Fattah juga mengutip surah Al-Hajj ayat 78 tentang perintah berjihad di jalan Allah. Ia menjelaskan bahwa jihad dalam konteks ini tidak hanya sebatas perang fisik, tetapi juga kesungguhan menjaga diri dari godaan jahiliyah. “Berjihad di jalan Allah itu mencakup perjuangan melawan hawa nafsu, meninggalkan kebiasaan buruk, serta istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya,” tutur Abdul Fattah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar umat Islam berpegang teguh pada prinsip agama yang diwariskan Nabi Ibrahim. “Allah menamai kita sebagai kaum muslimin agar Rasul menjadi saksi atas kita, dan kita menjadi saksi atas manusia. Karena itu, mari kita tegakkan salat, tunaikan zakat, dan berpegang pada tali Allah dengan sekuat-kuatnya,” jelasnya.

Pengajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni’mah ini diharapkan menjadi sarana memperkuat pemahaman jemaah tentang bahaya kebiasaan jahiliyah dan pentingnya meninggalkannya secara total.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...