
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni’mah Kemlayan, Serengan, Solo, pada Rabu (27/9/2025) menghadirkan Abdul Fattah Bintoro sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, ia mengulas buku Cabang-Cabang Iman dengan materi ‘Tradisi jahiliyah, bentuk seruan kepadanya, dan tekad orang mukmin untuk meninggalkannya.’
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemlayan Cabang Solo Selatan berkolaborasi dengan Takmir Masjid Kemlayan. Pengajian berlangsung selepas salat Magrib hingga Isya dengan diikuti jemaah setempat.
Abdul Fattah Bintoro menekankan seorang muslim harus masuk ke dalam Islam secara menyeluruh tanpa mencampuradukkan dengan kebiasaan jahiliyah. Ia mengutip firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 208: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”
Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan kuat bahwa meninggalkan kebiasaan jahiliyah adalah konsekuensi logis dari keimanan. “Seorang mukmin tidak boleh setengah-setengah dalam berislam. Islam harus menjadi pedoman hidup secara totalitas, bukan hanya diambil sebagian,” ujarnya di hadapan jemaah.

Kajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni’mah Kemlayan, Serengan, Solo, pada Rabu (27/9/2025) menghadirkan Abdul Fattah Bintoro sebagai pembicara. Dalam kesempatan itu, ia mengulas buku Cabang-Cabang Iman dengan materi ‘Tradisi jahiliyah, bentuk seruan kepadanya, dan tekad orang mukmin untuk meninggalkannya.’ (Humas)
Dalam kajiannya, Abdul Fattah juga mengutip surah Al-Hajj ayat 78 tentang perintah berjihad di jalan Allah. Ia menjelaskan bahwa jihad dalam konteks ini tidak hanya sebatas perang fisik, tetapi juga kesungguhan menjaga diri dari godaan jahiliyah. “Berjihad di jalan Allah itu mencakup perjuangan melawan hawa nafsu, meninggalkan kebiasaan buruk, serta istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya,” tutur Abdul Fattah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar umat Islam berpegang teguh pada prinsip agama yang diwariskan Nabi Ibrahim. “Allah menamai kita sebagai kaum muslimin agar Rasul menjadi saksi atas kita, dan kita menjadi saksi atas manusia. Karena itu, mari kita tegakkan salat, tunaikan zakat, dan berpegang pada tali Allah dengan sekuat-kuatnya,” jelasnya.
Pengajian rutin Rabu Malam di Masjid An-Ni’mah ini diharapkan menjadi sarana memperkuat pemahaman jemaah tentang bahaya kebiasaan jahiliyah dan pentingnya meninggalkannya secara total.
Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H
Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...
Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...
Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...
Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...
Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...
Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa
Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....
Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...
Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...
Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...
Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati
Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...
Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...
Pengajian Sabtu Legi, PRA Malangjiwan Angkat Tema Isra Mi’raj
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Malangjiwan menyelenggarakan pengajian rutin Sabtu Legi di Masjid Al Huda Trowangsan, Malangjiwan, Sabtu (24/1/2026). Acara dengan penceramah Ustaz Hananto ini...





