Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Kajian Tafsir UMS Kupas Doa Nabi Nuh dan Peringatan Azab untuk Kaum Pendusta

Yusuf/Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Sabtu, 23 Agustus 2025 00:58 WIB
Kajian Tafsir UMS Kupas Doa Nabi Nuh dan Peringatan Azab untuk Kaum Pendusta
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi kaum Nabi Nuh yang menolak mendengarkan seruan nabinya.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kajian tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diselenggarakan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) yang digelar melalui kanal Zoom Meeting pada Kamis (21/8/2025). Kajian ini mengupas kisah Nabi Nuh a.s., yang menjadi salah satu pelajaran penting dalam Al-Qur’an.

Pemateri kajian tafsir, Ainur Rha’in, yang merupakan dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMS. Dia mengatakan, Surat Nuh, Allah Swt. menggambarkan bagaimana sang nabi mengajak kaumnya kepada jalan kebenaran selama ratusan tahun, namun ditolak secara terang-terangan.

Ainur menjelaskan Surat Nuh sarat dengan pesan tentang kesabaran seorang nabi, keangkuhan kaum kafir, serta doa yang dipanjatkan Nuh kepada Allah. Menurutnya, doa Nabi Nuh menjadi penanda batas perjuangan setelah segala upaya dakwah ditolak.

“Doa Nabi Nuh diabadikan dalam Al-Qur’an, beliau memohon agar orang-orang kafir tidak lagi diberi kesempatan hidup di bumi. Hal ini bukan karena dendam, tetapi karena keingkaran mereka yang terus-menerus akan melahirkan generasi pendosa,” tutur Ainur saat menyampaikan materi.

Ia menekankan, doa tersebut bukan sekadar penghakiman, melainkan bentuk kepasrahan seorang nabi kepada ketetapan Allah setelah jalan dakwah benar-benar tertutup. Dari sini umat Islam diajak untuk memahami bahwa dakwah memerlukan kesabaran luar biasa, tetapi ada batas ketika kebenaran ditolak habis-habisan.

Ilustrasi Nabi Nuh mengajak warga menuju jalan Allah Swt.

Ilustrasi Nabi Nuh mengajak warga menuju jalan Allah Swt.

Selain doa, Surat Nuh juga menggambarkan sikap keras kepala kaum kafir yang menutup telinga, menutup diri dengan pakaian, dan menolak setiap ajakan Nabi Nuh. “Ungkapan itu menjadi simbol perlawanan total terhadap kebenaran, mereka bukan sekadar menolak dengan lisan, tetapi menutup seluruh jalan untuk menerima petunjuk,” jelasnya.

Menurut Ainur, perilaku ini relevan dengan kondisi umat manusia sepanjang zaman. Banyak orang yang menolak kebenaran bukan karena tidak tahu, tetapi karena kesombongan dan ego yang menguasai hati mereka. Al-Qur’an memberikan peringatan bahwa akibat dari kesombongan itu adalah azab yang pasti datang.

Ia juga mengutip ayat yang menjelaskan doa Nabi Nuh untuk keluarganya. Walau putranya termasuk dalam golongan yang kafir, Allah menegaskan bahwa ikatan iman lebih utama daripada sekadar hubungan darah. “Ini mengajarkan kepada kita bahwa keselamatan akhirat tidak ditentukan oleh garis keturunan, tetapi oleh keimanan dan ketaatan kepada Allah,” terang  Ainur.

Kajian ini juga menekankan perbedaan mendasar antara orang beriman dan kafir dalam perspektif Al-Qur’an. Orang beriman dijanjikan ampunan dan keberkahan hidup, sementara orang kafir diancam dengan azab pedih. Pesan tersebut berlaku universal hingga akhir zaman.

Dosen UMS itu mengingatkan, umat Islam perlu mengambil pelajaran dari keteguhan Nabi Nuh dan ancaman Allah kepada kaum yang mendustakan. Ia menyebut Al-Qur’an bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi cermin untuk kehidupan kita sekarang. Jangan sampai kita mengulang sikap kaum Nuh yang arogan terhadap wahyu.

Berita Terbaru

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....