
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Di tengah geliat gerakan literasi pelajar yang terus digelorakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), nama Agita Asri Kusumawardani mencuat sebagai representasi intelektual muda yang menginspirasi. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini tampil memikat dalam agenda Narasi Tour yang digelar Pimpinan Wilayah IPM Jawa Tengah, Senin (7/7/2025), di Wedangan TS, Sukoharjo.
Dalam forum bertajuk “Wahana Keilmuan dan Talk About Book: Aku, Kamu, dan IPM”, Agita tampil bukan hanya sebagai penulis muda, tetapi juga sebagai penyulut semangat intelektual di kalangan pelajar Muhammadiyah. Bersama Atikah Maisaroh (IPM Klaten), Agita membagikan proses kreatifnya dalam menulis dan menerbitkan buku, serta refleksi mendalam tentang arti menjadi kader IPM yang literat dan progresif.
Membangun Kesadaran
“Menulis adalah cara saya untuk mengekspresikan diri, dan IPM adalah kunci untuk berbagi cerita itu dengan orang lain,” ujar Agita di hadapan peserta yang hadir dengan antusias. Sebagai mahasiswa PGSD, Agita membawa perspektif pendidikan ke dalam narasi-narasi yang ia tulis. Baginya, literasi bukan hanya urusan membaca dan menulis, tetapi juga membangun kesadaran, empati, dan perubahan. Dalam forum tersebut, ia juga menekankan pentingnya keterampilan literasi dalam profesi guru di masa depan terutama di era digital.
“Mulailah menulis dan biarkan kata kata mengalir karena dari sanalah lahir ide-ide besar yang bisa menginspirasi perubahan. Jangan takut salah, karena setiap tulisan adalah proses belajar. Di era digital ini kita dapat melakukan pembelajar yang aktif membagikan pengetahuan lewat berbagai platform,” imbuhnya.

Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah, Daei Aljanni, menyambut baik kehadiran figur-figur muda seperti Agita dan Atikah yang membawa semangat baru dalam tradisi intelektual IPM, sekaligus menyadarkan betapa pentingnya peran literasi dalam gerakan pelajar. “Membaca dan menulis karya adalah bagian dari sarana pencerdasan pelajar. Ini bukan sekadar hobi, tapi menjadi tugas strategis yang kami amanahkan langsung ke bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan,” ujar Daei.
Rezza Fahlevi, Ketua Bidang Pengaderan dan Intelektual Publik (PIP) PW IPM Jateng, menyampaikan bahwa Narasi Tour dirancang sebagai ruang ekspresi terbuka yang memungkinkan kader berbagi gagasan secara kreatif dan komunikatif. Ia berharap ke depan lebih banyak kader yang muncul dan membawa semangat literasi ke berbagai daerah. Narasi Tour ini rencananya akan digelar rutin di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai bagian dari gerakan memperkuat budaya baca-tulis kader IPM. Kehadiran sosok seperti Agita dan Atikah menjadi bukti bahwa semangat intelektual di kalangan pelajar Muhammadiyah tidak pernah padam, justru terus menyala lewat buku dan cerita.
Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...
Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...
Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...
Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan. Diskusi mengusung...
Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...
Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...
Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...
Silaturahmi Pensiunan Muhammadiyah Solo, Rawat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (29/8/2026)....
BikersMu Jepara Konsolidasi, Dorong Komunitas Bikers Berkontribusi bagi Warga
JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti silaturahmi dan konsolidasi awal untuk menyongsong pembentukan kepengurusan BikersMu Chapter Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Bandengan, Tirta...
Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...
Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...
Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...






