
AUSTRALIA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia membantu pengembangan Muhammadiyah Australia College (MAC), sekolah Muhammadiyah di Australia, dengan menggelontorkan bantuan dana senilai AUD 3,6 juta atau sekitar Rp38 miliar.
Situs resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammadiyah.or.id memberitakan, bantuan ini diberikan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Negara Bagian Victoria dalam mendukung pendidikan inklusif dan multikultural di negara bagian tersebut. Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menjelaskan bahwa bantuan ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur sekolah, peningkatan fasilitas pembelajaran, dan perluasan kapasitas daya tampung siswa di MAC. “Dukungan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi yang mencerminkan nilai-nilai keberagaman,” jelas Sayuti, Selasa (29/4/2025).
Sayuti menambahkan, bantuan tersebut tidak termasuk bantuan rutin yang diberikan Pemerintah Negara Bagian Victoria kepada MAC. Pada tahun 2025, MAC menerima bantuan rutin sebesar Rp35 miliar. Selain itu, Sayuti juga mengungkapkan, saat ini Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia juga sedang mengkaji dan merintis pendirian MAC II yang berlokasi di Sydney, negara bagian New South Wales (NSW). Rencana ini merupakan bentuk kolaborasi PCIM Australia bersama dengan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah NSW. “Potensi MAC II di NSW cukup tinggi karena pertumbuhan penduduk lokal maupun pendatang yang cukup baik,” jelas Sayuti.
Peduli Swasta
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) PP Muhammadiyah, Prof, Bambang Setiaji, mengatakan Australia menjadi salah satu negara yang sangat memedulikan keberadaan sekolah swasta di negara tersebut. Sekolah swasta yang telah memenuhi kualifikasi, pemerintah Australia akan membantu dana untuk operasional sekolah. Contohnya MAC yang secara rutin menerima bantuan dana sehingga bisa digunakan untuk menggaji guru.
Mestinya, lanjut dia, di Indonesia bisa diberlakukan seperti itu. Pihak swasta cukup menyediakan fasilitas belajar, pemerintah yang membantu untuk operasional sekolah, khususnya untuk menggaji para gurunya. Selama ini Indonesia tidak seperti itu. Sudah tahu di suatu lokasi sudah ada sekolah Muhammadiyah, tapi pemerintah kemudian membangun sekolah negeri di dekatnya. “Tinggal menunggu waktu, nanti yang tutup sekolah Muhammadiyah atau sekolah negeri,” tegas Prof. Bambang saat menjadi narasumber peluncuran buku Bangkitnya Kewirausahaan Sosial Indonesia: Kisah Muhammadiyah karya M. Arsjad Rasjid P.M., di Jogja, belum lama ini.
Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...
Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...
Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...
Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...
Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat
RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...
Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...
Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...
Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....
Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...
Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...





