Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 28 Februari 2025 18:30 WIB
Perang Narasi di Tengah Aksi, Suara Mahasiswa Perlu Disikapi Rasional dan Dialogis
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Masih dalam suasana dinamika negara yang penuh persoalan, akhir-akhir ini mulai terjadi perang narasi Indonesia Gelap versus Indonesia Terang. Kondisi ini muncul sejak unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat ramai di media sosial dengan tagar #IndonesiaGelap. (X)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masih dalam suasana dinamika negara yang penuh persoalan, akhir-akhir ini mulai terjadi perang narasi Indonesia Gelap versus Indonesia Terang. Kondisi ini muncul sejak unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat ramai di media sosial dengan tagar #IndonesiaGelap.

Sedangkan kajian dari Data and Democracy Research Hub, Monash University Indonesia, menyebut bahwa narasi tandingan #IndonesiaTerang dibagikan oleh stakeholder yang memiliki posisi strategis, dikutip dari Tempo. Co-Director Data and Democracy Research Hub, Ika Idris menyebut alih-alih menggunakan kritik publik sebagai masukan yang berharga, pemerintah justru menangkis kritik tersebut dengan membangun narasi tandingan.

Sedangkan tanggapan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus mantan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan menurut pewartaan CNNIndonesia menanggapi aksi #IndonesiaGelap saat demonstrasi, justru dengan kalimat “Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau bukan Indonesia”.

Kritik tajam dari mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah ini diwujudkan dalam gerakan demonstrasi dengan tagar #IndonesiaGelap, baik dilakukan melalui media sosial maupun aksi turun ke jalan. Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, pemilihan kata tersebut mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap masa depan yang suram.

Demonstrasi mahasiswa yang berlangsung berhari-hari ini mendapatkan beragam respons dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah. Guru Besar UMS itu menegaskan aksi demonstrasi merupakan bagian dari partisipasi publik bermakna dan tidak semestinya dicurigai sebagai gerakan yang ditunggangi pihak tertentu.

Tidak Terkait Pendanaan USAID

Belum lagi tudingan bahwa Aksi Mahasiswa yang ditunggangi lembaga tertentu. Dilansir dari Suara.com (27/2/2025), narasi aksi mahasiswa #IndonesiaGelap disebut dimanfaatkan dan ditunggangi oleh lembaga swadaya masyarakat.

Namun, melansir hasil verifikasi Tempo, diketahui narasi tersebut tidak memiliki bukti-bukti akurat. Aksi #IndonesiaGelap merupakan aksi massa yang melibatkan beragam kelompok masyarakat sipil. Aksi ini tidak terkait dengan pendanaan dari USAID yang telah ditutup Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Demonstrasi dilakukan di ruang publik dan itu adalah sesuatu yang baik. Tidak mesti dicurigai sebagai bentuk penunggangan atau gerakan yang dibayar. Yang terpenting adalah bagaimana demonstrasi itu digunakan untuk menyalurkan aspirasi dan pemikiran di ruang publik secara terbuka,” ujar Kaprodi Program studi Magister Ilmu Hukum UMS itu.

Ia juga menekankan dalam konsep meaningful participation atau partisipasi bermakna, publik termasuk mahasiswa memiliki hak untuk didengar (right to be heard), hak untuk dipertimbangkan pemikirannya (right to be considered), serta hak untuk mendapatkan penjelasan dari pemerintah (right to be explained).

Prof. Aidul Fitriciada Azhari.

Prof. Aidul Fitriciada Azhari. (Humas)

Oleh karena itu, menurutnya, respons pemerintah terhadap aksi mahasiswa seharusnya bersifat rasional dan dialogis, bukan dengan mobilisasi opini yang justru mendiskreditkan gerakan tersebut.

“Gerakan mahasiswa, sekalipun ada yang mencoba memanfaatkannya, tetap merupakan bagian dari artikulasi aspirasi. Mahasiswa melakukannya dalam bentuk pemikiran, bukan anarki. Mereka menawarkan tuntutan dan pemikiran, maka jawablah dengan dialog yang rasional,” lanjutnya.

Terkait dengan pernyataan beberapa pihak yang menanggapi aksi mahasiswa dengan menyebut situasi Indonesia “gelap”, Aidul menilai bahwa hal tersebut seharusnya menjadi bahan diskusi yang lebih dalam.

“Jika mahasiswa mengatakan Indonesia gelap, tanyakan kepada mereka mengapa mereka berpendapat demikian. Saya kira yang mereka maksud adalah mereka tidak melihat titik terang dalam pemerintahan saat ini yang bisa memberikan jaminan kehidupan bagi mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan mahasiswa saat ini berada pada fase persiapan memasuki dunia kerja dan membutuhkan kepastian akan masa depan mereka. “Mereka menuntut pekerjaan, menuntut masa depan yang lebih baik. Namun, jika situasinya dipenuhi korupsi, oligarki yang semakin dominan, dan kelas menengah semakin tertekan, maka wajar jika mereka menyuarakan ketidakpuasan,” pungkasnya.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

UMS Hidupkan Business Center Mendungan Lewat 58 Mart

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Fasilitas ini menghadirkan 10 tenant...

SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...

Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026

KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...

Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...

Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...

Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...

Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...