Kriptokurensi adalah mata uang yang dihasilkan dari cepatnya perkembangan teknologi di abad ke-21. Kriptokurensi kali pertama ditemukan Satoshi Nakamoto pada tahun 2008. Satoshi merilis whitepaper berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System”. Kemudian pada 3 Januari 2009 Satoshi Nakamoto menambang blok pertama Bitcoin yang dikenal sebagai Genesis Block (Blok 0), menandai kelahiran resmi Bitcoin sebagai kriptokurensi pertama di dunia.
Setelah itu mucullah ribuan mata uang kripto lainnya seperti Ethereum(ETH), Thether (USDT), BNB, Binance USD (USDC), XRP, dan kriptokurensi berbasis syariat islam yang dijamin berupa aset emas yaitu Onegram dan X8X. Kriptokurensi menjadi hal yang penting jika kita berbicara mengenai keInternasionalan karena banyak sekali keuntungan yang bisa diambil darinya,
Hal itu seperti mempermudah transaksi lintas batas antar negara dan benua yang tanpa melibatkan perantara seperti bank dan kecepatan bertransaksi yang hanya membutuhkan beberapa menit. Membuka akses keuangan global bagi siapa saja yang memiliki koneksi terhadap internet. Jadi negara manapun memiliki kesempatan yang sama dalam menggunakan pasar kriptokurensi internasional.
Lalu timbul pertanyaan, bisakah kriptokurensi menjadi solusi baru bagi sistem keuangan syariah di Tingkat internasional? Ada berbagai pandangan dari para ahli dan sudah muncul juga peraturan dari Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas sistem pembayaran.
BI melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran dan penyelenggara teknologi finansial di Indonesia untuk memproses transaksi pembayaran dengan virtual currency. Hal ini diatur dalam Peraturan Badan Pengawas perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tahun 2020.
Tantangan yang diberikan mata uang kripto juga bukan main banyaknya. Seperti fluktuasi harga kripto yang ekstrem yang menimbulkan unsur ketidakpastian/gharar dalam bermuamalah. Seperti stabilitas harga stablecoins Luna yang semula $119 turun drastis menjadi $1 dalam hitungan hari, jam bahkan menit.
Lalu pertentangan-pertentangan mengenai prinsip dan tujuan kriptokurensi yang tidak sesuai dengan prinsip keuangan syariah. Juga tidak memiliki regulasi hukum yang jelas sehingga menyebabkan rentan terjadinya kejahatan teknologi, seperti money laundering dan pendanaan untuk aksi terorisme karena anonimitasnya.
Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Tapi peluang yang dihadirkan kriptokurensi juga tidak kalah besarnya untuk mendukung cepatnya pertumbuhan ekonomi di dunia, khususnya untuk negara-negara miskin dan berkembang. Kripto membuka akses keuangan global bagi siapa saja tanpa harus melalui perantara bank.
Mungkin ke depannya lembaga keuangan seperti bank konvensional dan syariah menjadi kurang diminati karena efesiensi waktu dan jarak yang bisa dilakukan dari layer gawai dan transaksi atau kontrak bisa berlangsung dalam hitungan menit bahkan detik.
Serta potensi inovasi terhadap produk-produk syariah berbasis smart contract, seperti bisnis-bisnis berakad mudharabah, musyarakah, ijarah yang berskala internasional dan tanpa harus melalui perantara bank. Kata internasional menjadi sangat penting jika berbicara percepatan pertumbuhan ekonomi, mengetahui kebutuhan pasar internasional, paham mengenai pasar internasional.
Berinvestasi atau menarik investasi di pasar internasioal adalah salah satu pemicu untuk mendorong produksi dan ketepatan dalam pemasaran. Potensi sumber daya alam yang luar biasa yang dimiliki bangsa Indonesia yang belum terproduksi dengan baik dan masih menjadi barang mentah itu bukan lagi menjadi masalah di negara kita. Banyak dari orang-orang di Indonesia yang sudah aware dengan masalah ini.
Lalu apa kita sudah memperbaiki produksi dengan hilirisasi? Terjualnya sebuah produk menurut Yuval Noah Harari adalah bahwa produk yang dibutuhkan oleh pelanggan. Selain memahami kebutuhan dari para customers, perlu juga mempromosikan produk dengan baik. Hal itu dengan mulai memperkenalkan budaya kita di tingkat internasional dan mengenalkan produk-produk lokal kita. Sehingga, konsumen luar negeri puas terhadap pemakaian dengan produk kita.
Ini bukanlah hal yang mudah. Tetapi dengan langkah yang tepat dari pemerintah dan sumber daya manusia yang semakin meningkat imbas bonus demografi tahun 2045, dapat menjadikan Indonesia menjadi negara yang kuat dalam ekonomi. Mungkin dalam 100 tahun lagi transaksi di dunia ini sudah menggunakan kriptokurensi atau bahkan mungkin lima tahun lagi.
Terjadi peningkatan luar biasa dari berbagai sektor yang disebabkan oleh teknologi. Negara kita selalu menjadi target pemasaran dan tidak pernah menjadi pembuat inovasi. Setidaknya kita harus mulai percaya diri bahwa negara kita juga bisa bersaing di tingkat internasional sehingga tidak perlu pindah negara lagi.
Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?
Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...
Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna
Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...
Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks
Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...
Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya
Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...
Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka
Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...
Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan
Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...
Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...
Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?
Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....
Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?
Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...
Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?
Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...
Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?
Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...
Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?
Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...






