JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, menekankan pentingnya literasi sebagai tangga peradaban Islam pada Pengajian Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertema “Sholat dan Mi’raj Peradaban”, Jumat (17/01/2024).
Pada ceramahnya, Kiai Saad mengaitkan literasi dengan konsep zikir dan qiraah berdasarkan Al-Qur’an. “Tangga peradaban itu dunia literasi, yang terdapat dalam QS Al Alaq ayat 1, ‘Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu’ (Iqra’ bismi rabbika). Artinya, mengingat nama Allah itu sebagai permulaan, setelah itu membaca atau qiraah,” ujar Kiai Saad.
Ia menjelaskan, dunia literasi harus berbasis zikir kepada Allah. Hal ini tercermin pada ibadah salat sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Taha ayat 14, ‘Dirikanlah salat itu untuk mengingat Aku’ (Aqimiṣ-ṣalāta lidzikrī). “Secara formal, mengingat Allah itu ada pada salat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kiai Saad mengungkapkan, tradisi literasi ada sejak peradaban Yunani, namun Islam tidak hanya berfokus pada literasi semata. Konsen Islam bukan yang pertama pada literasinya, melainkan pada dzikr bismi rabbika. Karena itu, peradaban dalam konteks dzikru bismi rabbika wujudnya adalah nuṣuṣ,” jelasnya.
Menurutnya, selama hampir dua abad, dunia Islam sibuk dengan pengembangan ilmu-ilmu berbasis Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini melahirkan berbagai disiplin ilmu seperti Ulum al-Qur’an, Ulum al-Hadis, fikih, usul fikih, ilmu kalam, hingga tasawuf. “Imam Syafii menulis Al-Umm dan Al-Risalah, kemudian pada abad ketiga hijriah, dunia Islam menerapkan prinsip dzikru bismi rabbika dalam konteks dunia literasi,” katanya seperti dikutip dari situs Muhammadiyah.or.id, Sabtu (18/1/2025).
Islamisasi Literasi
Kiai Saad menyoroti proses islamisasi literasi Yunani yang kemudian mendorong masa keemasan peradaban Islam. “Elan vitalnya adalah ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tidak sekadar itu. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang punya basis kuat pada dzikru bismi rabbika dan nuṣuṣ,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peradaban Islam yang berkembang pesat tidak melahirkan sekularisme. Elan vital dunia literasi pada waktu itu punya basis nuṣuṣ atau wahyu, pikiran rasional, pembuktian empirik, dan intuisi. Menurutnya, para ulama menempatkan nuṣuṣ sebagai pilar utama, diikuti pilar lain seperti intuisi, rasionalitas, dan pembuktian empiris, sesuai pandangan tiap-tiap tokoh. Dalam refleksinya, Kiai Saad menyebutkan, peradaban Islam bertahan selama tujuh abad hingga runtuh pada 1924. Namun, ia optimistis akan kebangkitan peradaban Islam yang kedua.
“Saya yakin Allah tidak akan membiarkan peradaban Islam runtuh total. Dua belas tahun sebelum runtuhnya kekuasaan Islam, Allah memberikan ilham kepada K.H. Ahmad Dahlan untuk mendirikan Muhammadiyah pada 1912. Tahun 1914, Allah mengilhamkan tokoh Al Irsyad, tahun 1923 lahir Persis, dan tahun 1926 lahir Nahdlatul Ulama,” paparnya.
Kiai Saad berkeyakinan, benih-benih yang telah ditanam oleh para tokoh Islam akan membawa pada kebangkitan Islam yang baru, atau the second golden ages.
Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...
Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...
Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...
Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...
Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat
RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...
Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...
Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...
Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....
Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...
Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...





