Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Pengajian Umum PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim: Dunia Literasi itu Tangga Peradaban

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 18 Januari 2025 11:39 WIB
Pengajian Umum PP Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim: Dunia Literasi itu Tangga Peradaban

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, menekankan pentingnya literasi sebagai tangga peradaban Islam pada Pengajian Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertema “Sholat dan Mi’raj Peradaban”, Jumat (17/01/2024).

Pada ceramahnya, Kiai Saad mengaitkan literasi dengan konsep zikir dan qiraah berdasarkan Al-Qur’an. “Tangga peradaban itu dunia literasi, yang terdapat dalam QS Al Alaq ayat 1, ‘Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu’ (Iqra’ bismi rabbika). Artinya, mengingat nama Allah itu sebagai permulaan, setelah itu membaca atau qiraah,” ujar Kiai Saad.

Ia menjelaskan, dunia literasi harus berbasis zikir kepada Allah. Hal ini tercermin pada ibadah salat sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Taha ayat 14, ‘Dirikanlah salat itu untuk mengingat Aku’ (Aqimiṣ-ṣalāta lidzikrī). “Secara formal, mengingat Allah itu ada pada salat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kiai Saad mengungkapkan, tradisi literasi ada sejak peradaban Yunani, namun Islam tidak hanya berfokus pada literasi semata. Konsen Islam bukan yang pertama pada literasinya, melainkan pada dzikr bismi rabbika. Karena itu, peradaban dalam konteks dzikru bismi rabbika wujudnya adalah nuṣuṣ,” jelasnya.

Menurutnya, selama hampir dua abad, dunia Islam sibuk dengan pengembangan ilmu-ilmu berbasis Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini melahirkan berbagai disiplin ilmu seperti Ulum al-Qur’an, Ulum al-Hadis, fikih, usul fikih, ilmu kalam, hingga tasawuf. “Imam Syafii menulis Al-Umm dan Al-Risalah, kemudian pada abad ketiga hijriah, dunia Islam menerapkan prinsip dzikru bismi rabbika dalam konteks dunia literasi,” katanya seperti dikutip dari situs Muhammadiyah.or.id, Sabtu (18/1/2025).

Islamisasi Literasi

Kiai Saad menyoroti proses islamisasi literasi Yunani yang kemudian mendorong masa keemasan peradaban Islam. “Elan vitalnya adalah ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tidak sekadar itu. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang punya basis kuat pada dzikru bismi rabbika dan nuṣuṣ,” ungkapnya.

Ia menegaskan, peradaban Islam yang berkembang pesat tidak melahirkan sekularisme. Elan vital dunia literasi pada waktu itu punya basis nuṣuṣ atau wahyu, pikiran rasional, pembuktian empirik, dan intuisi.  Menurutnya, para ulama menempatkan nuṣuṣ sebagai pilar utama, diikuti pilar lain seperti intuisi, rasionalitas, dan pembuktian empiris, sesuai pandangan tiap-tiap tokoh.  Dalam refleksinya, Kiai Saad menyebutkan, peradaban Islam bertahan selama tujuh abad hingga runtuh pada 1924. Namun, ia optimistis akan kebangkitan peradaban Islam yang kedua.

“Saya yakin Allah tidak akan membiarkan peradaban Islam runtuh total. Dua belas tahun sebelum runtuhnya kekuasaan Islam, Allah memberikan ilham kepada K.H. Ahmad Dahlan untuk mendirikan Muhammadiyah pada 1912. Tahun 1914, Allah mengilhamkan tokoh Al Irsyad, tahun 1923 lahir Persis, dan tahun 1926 lahir Nahdlatul Ulama,” paparnya.

Kiai Saad berkeyakinan, benih-benih yang telah ditanam oleh para tokoh Islam akan membawa pada kebangkitan Islam yang baru, atau the second golden ages.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...

Silaturahmi Pensiunan Muhammadiyah Solo, Rawat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (29/8/2026)....

BikersMu Jepara Konsolidasi, Dorong Komunitas Bikers Berkontribusi bagi Warga

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti silaturahmi dan konsolidasi awal untuk menyongsong pembentukan kepengurusan BikersMu Chapter Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Bandengan, Tirta...

Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...

Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...

Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...