Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Memperingati International Womens Day, IMM FKIP UMS Selenggarakan Lomba Orasi

Rifqi Almuiz, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 9 Maret 2024 22:15 WIB
Memperingati International Womens Day, IMM FKIP UMS Selenggarakan Lomba Orasi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FKIP UMS saat berfoto bersama usai memeringati Hari Perempuan Internasional di Kampus UMS. (Foto: Istimewa).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Menyambut International Womens Day (IWD), Bidang IMMawati Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan lomba orasi di Hall C Kampus 1 UMS, Sabtu (9/3/2024). IWD diperingati setiap tanggal 8 Maret. Tujuannya untuk menginspirasi inklusi perempuan, menciptakan kesadaran, dan memperkuat fokus pada kesetaraan gender.

Peserta Lomba Orasi ini diikuti oleh beberapa delegasi Komisariat di lingkup Kampus UMS yakni: IMM Adam Malik Fakultas Komunikasi dan Informatika, IMM Abduh Fakultas Agama Islam, IMM FKIP, dan IMM Moh. Hatta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan jumlah (8) delapan Peserta.

Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UMS, Ezat Indra Saputra dalam sambutannya menyampaikan, perempuan saat ini seharusnya tidak lagi dinilai buruk, terkhusus di lingkup masyarakat. Dalam bidang pembangunan dan politik perempuan harus diberikan ruang yang selayaknya. Perempuan harus dimuliakan kedudukannya.

“Dalam sejarah masa lalu, ketika kita melihat perempuan pada saat itu, sangat banyak perempuan hanya dijadikan budak dapur saja. Perempuan tidak diberikan haknya secara penuh. Maka dari itu sudah saatnya saat ini mengambil peran sebagai aktor-aktor baik di bidang politik, Pendidikan, maupun ekonomi,” ungkapnya.

Ketua Umum IMM FKIP UMS, Rifqi Almuiz, dalam sambutannya juga menyampaikan, perempuan berkebudayaan memiliki makna bahwa seorang perempuan harus memiliki ciri khas tersendiri, terkhusus perempuan muslimah. Baik dari segi berpakaian, karakter, cara menyampaikan pendapat, dan sebagainya. Sehingga perempuan tidak lagi dinilai negatif oleh masyarakat. “Sebagai mahasiswa, kita memiliki misi untuk mengubah mindset buruk masyarakat tehadap perempuan yang ditanamkan sejak zaman kolonial,” jelasnya.

Berbeda Sejarah

Rifqi Almuiz menjelaskan, Indonesia dalam sejarahnya tentang perempuan, dan bila dikorelasikan dengan realitas saat ini, tentu memiliki jauh perbedaan. Perempuan Indonesia dahulu sama seperti rata-rata kehidupan perempuan di muka bumi ini. Mereka tidak diperlakukan sewajarnya. Derajat kaum perempuan dianggap rendah. Perempuan di masa modern ini, lanjut dia, tentu tidak lagi seperti perempuan di masa lalu. Namun tentu saja masih terdapat stigma bahwa perempuan tidak layak dijadikan sebagai misalnya, pemimpin dan sebagainya. Maka dari itu, sebagai perempuan harus bisa menunjukkan, seorang wanita bisa memimpin, bisa mengatur, dan bisa bekerja, namun tetap harus diingat, semua memiliki batasan-batasan tertentu.”

Dalam sejarahnya, peringatan IWD didirikan pada tahun 1911 bertempat di Kopenhagen, Denmark. Peringatan secara internasional pertama kali dilakukan pada 19 Maret oleh negara Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Kemudian tahun berikutnya kelompok perempuan di Russia memperingati IWD pertama mereka pada 23 Februari. Karena terjadi perbedaan tanggal perayaan, akhirnya dibuat kesepakatan baru dan menetapkan hari perempuan internasional secara global pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya.

Sebagai seorang IMMawati, jelasnya, sudah seharusnya melakukan tindakan nyata untuk memperjuangkan hak-haknya. Jika hanya menggaungkan narasi, maka tidak memiliki efek yang signifikan terhadap masa depan IMMawati. Tentu narasi itu sangat diperlukan, namun yang paling diperhatikan yaitu keterlibatan kaum perempuan di dalam dunia pekerjaan, baik ekonomi, politik, pendidikan, pertanian dan sebagainya. Jangan sampai peran perempuan semakin hari justru semakin berkurang.

IMM memberikan tempat seluas-luasnya bagi para perempuan muslim untuk dapat menjadi perempuan yang seutuhnya, namun seringkali juga terdapat perempuan-perempuan yang tidak menyadari akan hal tersebut. Banyak perempuan yang tidak menggali potensi yang dimilikinya, sehingga dalam hal pemahaman soal perempuan seringkali tidak tersentuh esensinya.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

FORSAKADA Tinjau RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja dan hospital tour dari pengurus dan anggota Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa...

Pengurus Baru KM3 DPD IMM Jateng Dilantik, Fokus Rekonstruksi Arah Dakwah

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru periode 2026–2028 di...

Sekolah Gender DPD IMM Jateng Dorong Kader Perempuan Aktif di Ruang Publik

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi di Hotel Laras Asri,...

Ustaz Dwi Jatmiko: Setiap Manusia Beriman Pasti Pernah Terluka

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan materi “Hati Bercahaya Melepas luka, Mengobati Hati” saat mengisi Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan, Kota Solo, di TK ABA, Patang Puluhan,...

Awalussanah MIM Digdaya Bolon, Wakil Dekan FKIP UMS Tekankan Adab Lebih dari Sekadar Prestasi

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Miftakhul Huda, hadir sebagai keynote speaker dalam Awalussanah...

Inovasi SafeTKI Antar Mahasiswa UMS Raih Silver Medal JDIE 2026 di Jepang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, &...

Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perluas Jejaring Internasional hingga Afrika Selatan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan University...

Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMP Muliska Perkuat Profesionalisme Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Muliska) menggelar Workshop Pembelajaran sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di...

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan...

Kader IMM Didorong Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didorong...

Benchmarking ke Kampus Malaysia UKM, Rektor UMS Perkuat Kolaborasi Internasional

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat daya saing global melalui pengembangan jejaring internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking Rektor...

BURT DPR RI Apresiasi Layanan Personalized Treatment RS PKU Muhammadiyah Surakarta

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jamkestama...