Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Keunggulan Kompetitif dalam Ekonomi Islam

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Jumat, 8 Maret 2024 19:18 WIB
Keunggulan Kompetitif dalam Ekonomi Islam
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hendro Susilo. [dok.pribadi]

Saya menyimak apa yang menjadi obrolan teman saya dalam podcastMu di channel Youtube, antara Zaki Setiawan bersama Ibrahim Fatwa Wijaya dari MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Kota Solo. Obrolan yang diangkat mengenai ekonomi Islam ini menarik perhatian saya. Saya sengaja untuk menuliskannya karena ada hal dalam konsep ekonomi Islam yang jarang mendapatkan ulasan dan perhatian. Bila hal ini mendapatkan perhatian serius, maka ekonomi Islam akan bangkit dan memiliki keunggulan kompetitif.

Hal tersebut diungkap oleh Ibrahim saat berbincang tema ekonomi syariah. Setiap kelompok masyarakat pasti memiliki impian besar yaitu mencapai kesejahteraan atau kemakmuran. Masing-masing kelompok masyarakat tersebut menerjemahkan arti kemakmuran berbeda-beda. Masyarakat Islam dalam menerjemahkan kemakmuran tidak terbatas pada harta duniawi semata, namun ada aspek-aspek seperti harmonisasi hidup, kepedulian pada sesama dan lingkungan, keadilan dan kebahagiaan lahir batin yang menjadi makna kemakmuran atau kesejahteraan.

Sebagai gambaran untuk mendalami kemakmuran dalam masyarakat Islam, Ibrahim menyampaikan, masyarakat Islam memiliki syariah yang mengatur segala aspek kehidupan dalam mencapai kemakmuran serta memiliki petunjuk bagaimana mencapainya. Semisal dalam sebuah wilayah, semua masyarakat tidak ada yang di bawah garis kemiskinan. Akan tetapi pekerjaan masyarakat tersebut sebagian besar ada yang bandar judi online, ataupun hal yang dilarang agama maka ini tidak masuk dalam konsep kesejahteraan dalam Masyarakat Islam.

Ilmu Ekonomi Islam muncul karena sumber daya yang dimiliki terbatas untuk mencapai kemakmuran. Maka, muncullah ilmu ekonomi Islam yang menuntun masyarakat mencapai hidup makmur (kesejahteraan) sesuai petunjuk nilai-nilai Islam di tengah keterbatasan sumber daya. Ibrahim menegaskan, karakteristik ekonomi Islam itu mencakup pelarangan riba, zakat, dan moral value. Riba dilarang karena uang itu bukan komoditas, ungkapnya. Ibrahim menggarisbawahi tentang moral value. Ini sangat penting dalam membangun ekonomi Islam.

Pondasi Vital

Etika dan profesionalisme menjadi pondasi vital membangun ekonomi Islam. Setiap Masyarakat yang akan membuat keputusan ekonomi, apakah itu berdagang, berinvestasi, atau berproduksi maka libatkanlah moral value. Injeksi moral pada setiap aktivitas ekonomi akan berdampak pada keunggulan kompetitif. Mengapa? Ketika para pelaku ekonomi memiliki moral value yang baik, maka teori biaya transaksi akan menurun sehingga menyebabkan keunggulan kompetitif yang akan mendorong pada keunggulan ekonomi.

Di ujung pembicaraan, Ibrahim menekankan, moral value harus mendapat perhatian dan penekanan yang serius bila ingin membangun ekonomi Islam. Pendidikan harus menanamkan moral value agar generasi muda ke depan bila menjadi pelaku ekonomi, maka akan menjadi pelaku ekonomi yang membangun kesejahteraan yang luas bagi masyarakat. Sebab, dengan moral value yang kuat maka praktik kecurangan dalam berniaga, praktik menipu dalam berbisnis atau dalam investasi akan hilang dalam aktivitas ekonomi.

Sebagai kesimpulan dan penutup, Zaki yang memandu perbincangan itu mengatakan bahwa komitmen pada nilai agama akan berdampak pada tumbuhnya ekonomi Islam. Nilai moral kuat, akan memandu pada penyaluran energi positif sehingga setiap energi yang dikeluarkan akan digunakan untuk hal yang strategis. Dampaknya, keunggulan komparatif bisa terwujud. Demikian intisari perbincangan ekonomi islam yang dapat saya tangkap.

Semoga bermanfaat…

Penulis adalah aktivis di Tajdid Pendidikan Institute

Berita Terbaru

TKA Bukan Momok

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...

Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan

Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam

Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...

Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA

Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...

Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan

Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...

Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali

Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...

Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser

Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...

Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial

Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...

Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia

Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...

Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...

Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan

Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...

Leave a comment