Memilih metode pembelajaran penting dilakukan oleh guru, agar pembelajaran siswa mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, setiap metode pembelajaran pasti memiliki kekurangan. Tugas seorang guru mengurangi atau bahkan menutupi kekurangan tersebut. Salah satu caranya dengan menggabungkan dua metode pembelajaran sekaligus dalam satu waktu. Penulis ingin menuliskan hasil refleksi penggunaan dua metode pembelajaran dalam satu waktu, yakni metode guided note taking dan information search, yang penulis singkat dengan nama si Gemar.
Pernahkah pembaca mendengar guided note taking? Atau bisa diartikan catatan terbimbing. Metode yang diterapkan dengan cara membagikan kertas handout yang sudah diisi materi ajar yang belum lengkap, kemudian siswa menyimak penjelasan guru sembari melengkapinya. Kekurangan metode ini guru memerlukan banyak waktu, untuk membacakan materi dari awal sampai akhir. Kadang-kadang ada siswa yang tidak mampu menangkap informasi dengan cepat, akhirnya guru perlu mengulang-ulang membaca materi tersebut.
Kekurangan metode tersebut bisa ditutupi dengan metode information search, yakni mencari informasi mandiri dari sumber belajar sekitar, bisa buku cetak/media online. Berikut gambaran langkah-langkah metode si Gemar yang penulis lakukan pada pembelajaran fikih tema zakat di kelas X.
Pertama, mengenal peta konsep materi
Pada saat awal pembelajaran, siswa menyimak penjelasan peta konsep materi melalui slide power point. Hal ini bertujuan agar siswa punya gambaran keseluruhan pokok pembahasan materi secera runtut. Pemahaman materi yang runtut penting dilakukan agar metode guided note taking efektif dan berhasil diterapkan, jika tidak maka berimbas molornya waktu pembelajaran saat menerapkan metode tersebut dikarenakan siswa tidak memahami tujuan secara menyeluruh.
Kedua, eksplorasi materi
Setelah siswa memahami peta konsep materi, guru membagikan kertas handout materi yang belum lengkap. Handout dibuat berbentuk bagan tabel agar memudahkan siswa dalam menghafal sampai mengidentifikasi materi tentang zakat. Metode information search mulai digunakan saat siswa melengkapi bagan-bagan yang kosong tersebut. Siswa melengkapi bagan-bagan kosong secara mandiri dengan bantuan buku pegangan siswa mata Pelajaran fikih. Siswa melengkapi bagan satu persatu sampai akhir secara runtut. Diperbolehkan berdiskusi dengan teman sebangku dalam melengkapi bagan, sembari menumbuhkan keakraban dengan teman sebangku.
Ketiga, klarifikasi jawaban
Setelah semua bagan lengkap, guru memberi klarifikasi jawaban ke siswa dengan menunjukkan kunci jawaban handout yang benar. Pemberian kunci jawaban dengan mengunggah jawaban pada platform pembelajaran online milik sekolah. Siswa mengunduh kunci jawaban dan mencocokkan jawaban secara mandiri. Siswa juga dipersilakan bertanya kepada guru jika ada materi yang belum jelas atau belum dapat dipahami. Handout materi yang sudah lengkap isinya, bisa disimpan siswa sekaligus menjadi rangkuman catatan. Guru juga mengambil nilai untuk siswa dari pengerjaan handout tersebut.
Demikian catatan metode pembelajaran yang saya singkat si Gemar. Metode ini mendorong siswa aktif mencari informasi dengan bimbingan dari guru. Catatan terbimbing membantu penguatan penanaman konsep bagi siswa sekaligus mendorong siswa aktif dalam literasi untuk memperoleh informasi baru. Catatan penulis dalam penerapan metode ini semoga bermanfaat untuk insan pendidik.
Penulis adalah guru di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Solo
TKA Bukan Momok
Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...
Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan
Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam
Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...
Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA
Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...
Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan
Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...
Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali
Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...
Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser
Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...
Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial
Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...
Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia
Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...
Indonesia Darurat Kesehatan Mental
Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...
Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan
Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...






