Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kabarmu

Perlunya Sekolah Politik Berkemajuan…

Sholahuddin (MPI PDM Kota Solo), Editor: Sholahuddin
Selasa, 3 Oktober 2023 21:07 WIB
Perlunya Sekolah Politik Berkemajuan…
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tangkapan layar Buletin Tajdid Pendidikan edisi 8 tahun 2023

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pernyataan menarik saat menyampaikan materi Idepolitor yang diselenggaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta, Minggu (6/8/2023) di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ada dua poin penting yang dikemukakan Haedar terkait suksesi kepemimpinan 2024 mendatang. Pertama, Haedar menyatakan bahwa persyarikatan tidak terlibat dalam proses politik lima tahunan karena agenda tersebut merupakan agenda partai politik.

Kedua, Muhammadiyah membebaskan warganya menyampaikan aspirasi politiknya secara bebas kepada partai politik,  dengan catatan dilakukan secara cerdas dan rasional.  Meski tidak terlibat dalam organisasi politik, persyarikatan mendorong warganya yang punya potensi didorong untuk terlibat. Dengan catatan  mereka tidak membawa politik di Muhammadiyah, melainkan kader menjadi agen Muhammadiyah dalam partai politik. “Perbanyak kader Muhammadiyah yang ada di eksekutif, legislatif dan lembaga-lembaga yang lainnya. Caranya ke situ ya harus dipersiapkan,” kata Haedar seperti dikutip situs muhammadiyah.or,id, belum lama ini.

Pernyataan guru besar Sosiologi itu memantik pertanyaan, karena Haedar bilang “cara ke situ ya harus dipersiapkan.” Apakah selama ini persyarikatan telah menyiapkan secara serius para kader yang akan masuk dalam proses-proses politik? Ataukah selama ini kader Muhammadiyah dilepas begitu saja tanpa dipersiapkan melalui pendidikan yang sistematis? Sejauh yang saya tahu, belum ada “sekolah khusus” untuk para calon pemimpin publik yang dilakukan persyarikatan. Dengan kata lain, para kader “dibiarkan” begitu saja tanpa persiapan yang cukup.

Padahal sekolah politik ini sangat penting agar para kader yang masuk ke lingkaran kekuasaan bisa membawa misi Muhammadiyah, membawa obor pencerahan di ranah politik. Misi ini sangat strategis untuk membumikan prinsip-prinsip Islam Berkemajuan dalam wilayah yang selama dinilai “kumuh.”

“Fakir” Politik

Saya tertarik dengan pernyataan Buya Syafi’i Ma’arif, bahwa Muhammadiyah selama ini masih “fakir” secara politik. Bukan hanya minim kader Sang Surya yang masuk posisi strategis, melainkan juga “fakir” untuk bisa memengaruhi konstelasi kekuasaan secara lebih bermartabat. Sesungguhnya Muhammadiyah telah merumuskan nilai-nilai yang sangat baik untuk diimplementasikan dalam ranah publik dan kebangsaan. Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, juga menyinggung secara khusus membahas tata nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Warga persyarikatan perlu mengambil bagian, bahkan tidak boleh apatis, di bidang politik. Saluran politik tersebut harus digunakan secara positif sebagai wujud muammalah dengan prinsip etika/ akhlak Islam yang sebaik-baiknya untuk tujuan membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Para politisi Muhammadiyah berkewajiban menunjukkan keteladanan (uswah khasanah) yang jujur, benar, dan adil serta menjauhkan dari perilaku politik yang kotor, membawa fitnah fasad (kerusakan) dan hanya mementingkan diri sendiri. Kemudian, menggalang silaturahmi dan ukhuwah antarpolitisi dan kekuasan politik yang digerakkan oleh para politisi Muhammadiyah secara cerdas dan dewasa.

Dalam Risalah Islam Berkemajuan, Muhammadiyah berkeyakinan, Islam yang sesungguhnya adalah agama yang mendorong kemajuan dan karena itu ia harus menjadi kekuatan aktual yang menggerakkan pemeluknya memberi kesaksian atas keunggulan agama Islam.

Pengkhidmatan persyarikatan dan kader-kadernya ini sangat luas, menyangkut ranah keumatan, kebangsaan, kemanusiaan global dan pengkhidmatan pada masa depan. Pengkhidmatan dalam kebangsaan berarti keharusan setiap warga negara (dan kader Muhammadiyah) untuk berkhidmat dalam membangun bangsa dan negara. Kewajiban itu sesungguhnya merupakan perwujudan dari pandangan bahwa Indonesia adalah Dar al-‘Ahdi wa al-Syahadah (negara perjanjian dan kesaksian). Nilai-nilai ideologi politik Muhammadiyah ini sangat baik sebagai nilai-nilai. Namun, itu saja tidak cukup.  Tidak mudah menjadi kader Muhammadiyah yang terjun di dunia politik. Kita tahu habitus politik kita begitu buruk. Bukan hanya harus tahan godaan dari pragmatisme politik, kader Ahmad Dahlan juga dituntut membawa perubahan situasi politik menjadi lebih bermartabat. Mampukah kader Muhammadiyah? Mampu membawa arus perubahan, atau sebaliknya terbawa arus hiruk pikuk politik yang nir visi?

Menyedihkan memang melihat praktik politik di Indonesia yang kian jauh dari nilai-nilai yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Saya tidak perlu merinci karut-marut itu.  Kita tahu sama tahulah. Politik yang sejatinya bermakna mulia ini dipraktikkan secara banal. Filsuf Yunani kuno Aristoteles menyatakan tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan. Demikian juga tujuan negara (dan politik)  adalah sama dengan tujuan manusia : mencapai kebahagiaan warganya. Politik adalah jalan meraih kebahagiaan itu.

Dalam situasi seperti saat ini, tanggungjawab besar persyarikatan untuk bisa mewarnai praktik politik untuk membawa kebahagiaan bersama. Politik berkemajuan yang bertumpu pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusian, kebangsaan, keadilan, kesetaraan, dan demokrasi ini menjadi tugas kader-kader persyarikatan untuk mewujudkannnya.

Gagasan sekolah politik berkemajuan ini saya maksudkan sebagai jalan menuju pengkhidmatan Islam berkemajuan dalam ranah kebangsaan. Tentu yang saya maksud bukan sekolah secara fisik dalam arti yang umum kita pahami. Melainkan sekolah pendidikan politik bagi kader persyarikatan yang potensial untuk menjadi kader publik. Sekolah untuk membumikan nilai-nilai politik yang sudah dirumuskan organisasi. Dengan sekolah ini maka kader persyarikatan diharapkan bisa membawa risalah Islam berkemajuan di dunia politik dalam makna sebenarnya. Menebarkan nilai-nilai pencerahan pada praktik politik yang bobrok ini.

Masih kuatkah kita? Semoga…

Sumber : Buletin Tajdid Pendidikan MPI PDM Kota Solo edisi 8/2023, dengan perubahan beberapa bagian.

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Serukan Gerakan Infak Salat Jumat untuk Korban Banjir

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menginstruksikan penghimpunan infak Salat Jumat untuk bantuan kemanusiaan korban bencana banjir dan tanah longsor. Langkah itu sebagai respons cepat atas...

Dua Ribu Orang Hadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah dan PKU Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Sekitar dua ribu warga Muhammadiyah hadir dalam acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-111 dan Resepsi Milad PKU Muhammadiyah Solo ke-96. Kegiatan yang digelar...

Museum Peradaban Islam Asia Tenggara Segera Hadir di Edutorium UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.CO–Museum Perdaban Islam Asia Tenggara akan segera hadir di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Museum ini akan melengkapi Edutorium UMS yang selama ini...

Sambut Hari Guru, Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Kirim Kartu Pos untuk Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Ada banyak cara menyambut Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Seperti yang dilakukan sejumlah 81 murid kelas VI SD Muhammadiyah...

Peringati Hari Guru, Guru SMP Muhammadiyah PK Gelar Lomba Tarik Tambang hingga Memasak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memiliki cara yang berbeda setiap tahun dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Sesuai dengan tema Bergerak...

Anies Baswedan Janji Ajak Masyarakat Sipil Berkolaborasi dengan Negara

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan-A.Muhaimin Iskandar, berjanji akan menjadikan pemerataan pembangunan sebagai prioritas penting dalam visi...

Enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jateng Bentuk Center of Excellent

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama lima perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya di Jawa Tengah mulai membahas organ baru yang akan segera dikukuhkan yaitu Center...

Baru diluncurkan, Program GIP-111 Mampu Kumpulkan Dana Rp82 Miliar

Jogja, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program Gerakan Infak Pendidikan atau GIP-111 tepat pada perayaan Milad Muhammadiyah ke-111 di Gedung Sportorium kampus Universitas Muhammadiyah...

Sambut Milad Muhammadiyah ke-111, Hizbul Wathan Solo Gelar Apel Akbar

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan akan menyelenggarakan apel Akbar Hizbul Wathan untuk menyemarakkan milad ke-111 Muhammadiyah....

Siswa SMP Muhammadiyah PK Sabet Dua Juara School Creative Hub Gojek se-Soloraya

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Bara Kaori Satya Maharani, menyabet dua penghargaan dalam ajang perlombaan Gojek School Creative Hub 2023...

UMS Beri Penguatan Keislaman untuk Keluarga WNI Lintas Budaya dan Muslim Baru di Australia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) memfasilitasi dosen untuk mengabdi di luar negeri melalui skema program...

Mahasiswa UMS Raih Silver Medal dan Special Award pada Ajang SIIF 2023 di Korea Selatan

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih Silver Medal dan Special Award pada ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2023, dengan...

Leave a comment