Tim Pengabdian UMS ke Semenanjung Malaysia

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kemitraan dengan Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur (SIKL), Pimpinan Cabang Muhammadiyah Malaysia, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, dan Sekolah Bimbingan Hulu Kelang untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dan KKN Kolaborasi Internasional (KI).

Pengabdian yang berlangsung sejak akhir Juli tersebut, bukan hanya diikuti UMS saja melainkan seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Pengabdian dan KKN-KI yang tujuannya untuk membina putra putri ini tenaga kerja Indonesia (TKI) dilaksanakan di berbagai Sanggar Bimbingan (SB) dan SIKL yang tersebar di Malaysia. Tim Pengabdian dan KKN-KI yang diketuai Nur Amalia, dosen PGSD FKIP UMS, itu memusatkan pengabdian mereka di salah satu SB, yakni SB Hulu Kelang. Tim pengabdian terdiri dari 3 dosen UMS, 3 mahasiswa UMS dan berkolaborasi dengan satu dosen serta satu mahasiswa dari UM Sidenreng Rappang, Zamawi yang merupakan pengurus SB Hulu Kelang, dan Pengurus PCIM Malaysia.
‘’Sebelum berkolaborasi, kami mencoba menyamakan persepsi dengan anggota tim. Alhamdulillah, berjalan lancar saat di lapangan,’’ papar Nur Amalia, Selasa (30/9).

Menurut Amalia, SB Hulu Kelang yang terletak di No 2757 Tingkat 3, Jalan Cangkat Permata, Taman Permata 53100, Kuala Lumpur, Malaysia memiliki 46 peserta didik dan hingga saat ini pihak pengelola masih membuka pendaftaran bagi orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke SB Hulu Kelang. ‘’Usia siswa yang ada di SB beranekaragam. Usia paling kecil 4 tahun sedangkan paling besar usianya 12 tahun dan dengan bermacam-macam karakteristik anak,’’ jelasnya.
SB Hulu Kelang ini, lanjut dia, baru berjalan 1 bulan bertepatan dengan kehadiran Tim Pengabdian dan KKN KI. Sistem pembelajaran dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama untuk anak usia 6-9 tahun yang belum bisa baca tulis lancar, kemudian golongan kedua usia 10-12 tahun dengan kemampuan anak sudah bisa baca dan tulis. Untuk golongan pertama dibagi lagi menjadi 2 kelompok kecil, kelompok kecil pertama untuk anak yang belum fasih baca tulis, dan kelompok kecil kedua untuk anak yang sama sekali belum bisa baca tulis.

Menurut Nur Amalia, Pengabdian dan KKN KI yang ada di SB Hulu Kelang diawali dengan pemberian pembekalan kepada pengajar SB dan SIKL mengenai Psikoedukasi untuk pengembangan softskills peserta didik, dan berbagai metode serta pengelolaan literasi numerasi. Program kemudian dilanjutkan oleh anggota KKN KI dengan menyelenggarakan program SECARA (SEminggu banyak aCARA) yang memberikan penguatan dan pembekalan softskills mulai dari literasi, numerasi, arts and craft, hingga motoric skills untuk peserta didik di SB.