Oleh: Dr H Abdul Mu’ti, Sektretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sesuai dengan identitasnya, Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan as-sunnah (ad, pasal 4/1). Selain itu, tajdid adalah instrumen untuk mencapai tujuan dan diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan (ad, pasal 7/1).
Secara umum, tajdid di dalam Muhammadiyah memiliki tiga aspek: pemikiran, praksis gerakan dan etos. Aspek pemikiran meliputi metode atau pendekatan dan hasil-hasilnya. Aspek praksis gerakan terkait dengan tata kelola organisasi dan inovasi teknologi. Aspek etos berhubungan dengan world-view (pandangan dunia), value (nilai-nilai) dan etik.
Baca juga: Fiqih Kiai Dahlan Vs Fiqih Muhammadiyah?
Menurut Muhammadiyah pintu ijtihad masih terbuka. Hal ini mengandung pengertian bahwa tajdid harus terus-menerus dilakukan. Kedua, hasil ijtihad terdahulu merupakan ra’yu (pemikiran) yang mungkin dikaji ulang: diperkuat, disempurnakan, atau dirubah. Ketiga, tajdid merupakan proses heuristic, bahwa solusi atas suatu problem bukan final state (tahap akhir), tetapi bisa menjadi babak awal suatu masalah.
Bagi Muhammadiyah , tajdid merupakan proses aktif dan kreatif untuk menyelesaikan masalah konkret dan realistis. Tajdid merupakan wujud tanggung jawab kerisalahan dan kekhalifahan Muhammadiyah atas kehidupan umat.
Tajdid tidak dilakukan untuk kegenitan intelektual, akrobat pemikiran atau sensasi pemberitaan. Tetapi untuk panduan, pencerahan, dan jalan keluar berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Oleh karena itu, tajdid Muhammadiyah harus dilihat sebagai keseluruhan proses yang terkait dengan bidang pemikiran, keagamaan dan muamalah duniawiyah.
Tajdid dapat berupa kontekstualisasi pemikiran dalam bidang yang baru, bukan selalu pemikiran yang sama sekali baru.
Etos pembaruan meliputi lima prinsip. Pertama, prinsip tauhid yang murni. Prinsip ini melahirkan sikap terbuka dan jiwa merdeka.
Tauhid menumbuhkan egalitarianisme kemanusiaan yang membangkitkan spirit level. Setiap manusia bisa meraih level tertinggi dengan kualitas ilmu dan iman.
Kedua, prinsip bahwa Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah tuntunan yang lengkap, sempurna dan relevan di setiap waktu dan tempat.
Hal ini meniscayakan upaya terus-menerus untuk memperteguh keyakinan dan memperluas pemahaman. Teks wahyu bersifat static, tetapi permasalahan selalu berkembang.
Hal ini meniscayakan ijtihad dengan pemahaman atas wahyu yang progresif.
Ketiga, prinsip tanggung jawab. Bahwa sebagai hamba Allah, manusia bertanggung jawab untuk menyebarluaskan ajaran Islam dan menciptakan kemakmuran di muka bumi. Tajdid adalah usaha kreatif manusia dalam memecahkan masalah dengan menggunakan kekuatan ilmu dan akalnya berdasarkan wahyu.
Keempat, prinsip relativitas. Metode dan hasil ijtihad merupakan buah pemikiran manusia yang kebenarannya bersifat relatif dan subyektif karena kualitas ilmu, perbedaan konteks dan kecenderungan personal para mujtahid. Peradaban akan berkembang manakala manusia tidak mensakralkan dan memutlakkan kebenaran pendapatnya.
Kelima, prinsip kemajuan. Ijtihad dikembangkan dengan melihat realitas kekinian secara komprehensif dan berorientasi futuristis (mencandra jauh ke masa depan) bukan romantis (memuja masa lalu).
Di antara kunci keberhasilan Muhammadiyah adalah konsistensinya memelihara tradisi tajdid. Salah satu contoh adalah bagaimana Muhammadiyah secara sadar dan sistematis berusaha mengatasi masalah lingkungan.
Majelis lingkungan hidup telah menerbitkan buku teologi lingkungan yang memuat pandangan dan tuntunan untuk menyelamatkan lingkungan. Para ahli meramalkan di masa depan, krisis terbesar yang dihadapi manusia adalah air. Tanda-tandanya sudah terlihat jelas. Oleh karena itu, Munas Majelis Tarjih bulan ini akan membahas Fiqih Air.
SMK Muhammadiyah Gondang Legi Malang, menciptakan mobil bertenaga surya sebagai solusi krisis energi dan mahalnya bahan bakar minyak.
SMK Muhammadiyah Padang menciptakan motor pemadam kebakaran. Mobil pemadam kebakaran hanya bisa menjangkau kawasan dengan akses jalan luas. Motor pemadam kebakaran dapat menjangkau kampung di jalan sempit sehingga dapat menyelamatkan manusia dari korban kebakaran.
Majelis Pemberdayaan Masyarakat mengembangkan pertanian organik dengan pupuk, pestisida, dan pengairan organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, menjawab trend kebutuhan pangan masyarakat kota dan melestarikan alam semesta.
Universitas Muhammadiyah Malang mengembangkan pembangkit listrik tenaga air dengan memanfaatkan sungai yang mengalir di tengah kampus.
Tentu masih banyak lagi berbagai inovasi dan penemuan yang dikembangkan oleh warga Muhammadiyah .
Demikianlah tradisi tajdid di dalam Muhammadiyah . Dengan tajdid, Muhammadiyah senantiasa hadir. Tidak hanya untuk mempertahankan eksistensi dan memelihara identitasnya tetapi untuk memajukan umat dan bangsa•
suara muhammadiyah nomor 05 tahun 2014 (1-15 maret) halaman 27
Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya
Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...
Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...
Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...
Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan
Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...
Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia
Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...
STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking
Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...
Melekat Kelas Baru
Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...
STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi
Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...
Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)
RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...
STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura
Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...
Romansa Guru Penggerak
Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...
Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit
Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...






