Tradisi Tajdid dalam Muhammadiyah 2 July, 2016 WIB

Oleh: Dr H  Abdul Mu’ti, Sektretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sesuai dengan identitasnya, Muhammadiyah  adalah Gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, bersumber pada Al-Qur’an dan as-sunnah (ad, pasal 4/1). Selain itu, tajdid adalah instrumen untuk mencapai tujuan dan diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan (ad, pasal 7/1).

Secara umum, tajdid di dalam Muhammadiyah  memiliki tiga aspek: pemikiran, praksis gerakan dan etos. Aspek pemikiran meliputi metode atau pendekatan dan hasil-hasilnya. Aspek praksis gerakan terkait dengan tata kelola organisasi dan inovasi teknologi. Aspek etos berhubungan dengan world-view (pandangan dunia), value (nilai-nilai) dan etik.

Baca juga:  Fiqih Kiai Dahlan Vs Fiqih Muhammadiyah?