Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Kajian Maulid Nabi, Pesan Cinta Rasulullah untuk Generasi Z

Mekarsari Diah Ayu, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 24 Agustus 2026 17:30 WIB
Kajian Maulid Nabi, Pesan Cinta Rasulullah untuk Generasi Z
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar kajian dan doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa untuk merefleksikan perjalanan spiritual Rasulullah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap syariat Islam di tengah perkembangan kehidupan generasi muda. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menggelar kajian dan doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa untuk merefleksikan perjalanan spiritual Rasulullah sekaligus memperkuat kecintaan terhadap syariat Islam di tengah perkembangan kehidupan generasi muda.

Kajian menghadirkan Dio A. Diadon, pendakwah milenial, musisi, dan mantan animator serial Adit Sopo Jarwo. Dio kini aktif sebagai marbot di Real Masjid Yogyakarta. Dengan gaya penyampaian yang dekat dengan kehidupan anak muda, ia mengajak siswa memahami peristiwa Isra Mikraj melalui sudut pandang yang relevan dengan Gen Z.

Dalam kajiannya, Dio mengibaratkan peristiwa Isra Mikraj dengan film Indonesia Sore: Istri dari Masa Depan. Analogi tersebut digunakan untuk menggambarkan perjalanan Rasulullah Saw. lintas waktu hingga diperlihatkan berbagai peristiwa yang akan terjadi pada masa depan.

“Rasulullah melakukan perjalanan lintas waktu dan diperlihatkan berbagai hal di masa depan. Beliau kemudian kembali untuk mengingatkan umatnya. Tetapi umatnya masih ngeyel,” tutur Dio.

Menurut Dio, Rasulullah tidak berhenti mengingatkan umat meski banyak yang belum mau menaati ajarannya. Ia kemudian menghubungkannya dengan karakter Mbak Sore dalam film Sore: Istri dari Masa Depan.

Jalani Kehidupan Lebih Baik

Dalam film tersebut, Mbak Sore sebagai istri dari masa depan kembali ke masa lalu untuk mengingatkan suaminya agar menjalani kehidupan lebih baik. Sang suami sempat bersikap ngeyel dan tidak mudah menerima nasihat. “Kenapa Allah tidak marah? Kenapa Mbak Sore tidak marah? Hanya satu alasannya, karena atas dasar cinta,” jelas Dio.

Analogi tersebut menjadi pesan utama kajian. Menurut Dio, besarnya cinta Rasulullah Saw. kepada umat membuat beliau terus mengingatkan umat meski tidak semua langsung menaati ajarannya. Cinta tersebut menjadi pesan penting bagi generasi muda. Nasihat dan aturan agama bukan sekadar pembatasan, melainkan bentuk kasih sayang untuk menjaga umat tetap berada di jalan yang benar.

Dio mengajak Gen Z memandang peringatan terhadap perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad Saw. sebagai pesan dari masa depan. “Sebagai kaum Gen Z, Maulid Nabi dimaknai sebagai pesan dari masa depan untuk kaum muslimin tentang bagaimana menjaga syariat-syariat agama,” ungkapnya.

Ia juga mengajak siswa tetap menjadi anak muda dengan segala kreativitas dan karakter zamannya tanpa meninggalkan ketaatan terhadap syariat. “Menjadi anak muda, tetaplah menjadi anak muda. Tapi syariat-syariat itu harus dilakukan dan dijalankan,” pesannya.

Kajian dan doa bersama ini menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi sekaligus rangkaian Milad 1 Dekade SMA Muhammadiyah PK. Memasuki usia satu dekade, momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi keluarga besar sekolah untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi dengan nilai spiritual dan karakter kuat.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pesan Rasulullah Saw. bukan sekadar cerita masa lalu. Nilai-nilai yang dibawa Nabi menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. Satu dekade perjalanan SMA Muhammadiyah PK menjadi momentum untuk terus bertumbuh, menjaga nilai, dan menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan arah.

Berita Terbaru

Pengajian Ahad Pagi Masjid An Nuur Tekankan Keteladanan Rasulullah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Masjid An Nuur di Jalan Biak Gang II Nomor 15, Kepatihan Wetan, Jebres, Solo, menggelar pengajian Ahad pagi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad...

Mensyukuri Kemerdekaan dengan Amal Saleh, Ini Pesan Dai MUI di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi umat Islam untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan melalui penguatan iman, ketakwaan, dan amal...

Pengajian Kauman Bahas Makna Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Doa bukan sekadar bacaan yang dilafalkan setelah Salat, tetapi menjadi wujud penghambaan sekaligus pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan Allah Swt....

Kajian Ahad Subuh Barokah Masjid Sidodadi Perkuat Iman dan Ukhuwah Jemaah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pajang bersama Pengurus Takmir Masjid Sidodadi Pajang, Laweyan, kembali menggelar Kajian Rutin Ahad Subuh Barokah, Ahad (26/7/2026). Kegiatan...

Kupas Tafsir Al-Baqarah 155-157, Dosen UMS Jelaskan Makna Ujian Hidup

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Ujian hidup kerap dipahami sebagai tanda ketidaksukaan Tuhan kepada manusia. Padahal, dalam perspektif Islam, ujian justru dapat menjadi bentuk kasih sayang Allah...

Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...

Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...

Iman dan Takwa Jadi Kunci Keberkahan Kampung

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan kajian bertema “Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia” dalam Salat Subuh...

Doa sebagai Penyembuh: Sembuhkanlah Sakitmu dengan Dahsyatnya Kekuatan Doa

Di tengah dunia yang semakin bising, manusia modern sesungguhnya sedang memikul banyak luka yang tidak selalu tampak oleh mata. Ada tubuh yang sakit karena kelelahan,...

Pengajian Aisyiyah Kampung Sewu, Jatmiko Ingatkan Ketakwaan sebagai Solusi Langit

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan pesan mendalam tentang ketakwaan sebagai solusi atas setiap persoalan hidup dalam...

Tafsir atau Tafsir-Tafsir-an? Bahaya Belajar Agama Tanpa Guru di Era Digital

Ada satu perubahan yang pelan-pelan terjadi dalam cara manusia memahami agama—dan sering kali luput disadari. Hari ini, belajar agama terasa semakin mudah. Cukup membuka TikTok,...

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...