Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE untuk Kurangi Limbah Pangan

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 3 November 2026 18:25 WIB
Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE untuk Kurangi Limbah Pangan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan REVIVEE, platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk mengatasi persoalan limbah pangan serta sampah organik dan anorganik. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan REVIVEE, platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk mengatasi persoalan limbah pangan serta sampah organik dan anorganik.

Inovasi yang dikembangkan Tim Dahlan Muda UMS ini mengintegrasikan distribusi makanan surplus dengan pengelolaan limbah. Melalui konsep ekonomi sirkular, REVIVEE dirancang untuk menghubungkan industri hotel, restoran, dan kafe (HOREKA) dengan konsumen serta mitra pengolah limbah.

Tim pengembang terdiri atas Bintang Permana sebagai ketua, bersama Dandi Bagus Nur Afiyanto, Elgiva Rasyad Aditya Putra, dan Mukhamad Nafis Arjunnajah. Inovasi tersebut dikembangkan di bawah bimbingan Liana Mangifera.

Bintang Permana menilai Solo Raya memiliki potensi besar untuk pengembangan REVIVEE. Kawasan ini memiliki lebih dari 6.000 pelaku industri HOREKA yang berpotensi menjadi mitra.

“Persoalan yang ingin kami selesaikan bukan hanya mengenai makanan berlebih yang masih layak konsumsi, tetapi juga limbah organik dan anorganik yang belum dikelola secara optimal. REVIVEE hadir untuk mempertemukan penghasil limbah dengan pihak yang membutuhkan bahan baku tersebut,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

REVIVEE memiliki dua skema operasional. Skema Business to Consumer (B2C) memungkinkan makanan surplus dari industri HOREKA didistribusikan kepada masyarakat, terutama mahasiswa dan karyawan muda, dengan harga lebih terjangkau.

Sementara itu, skema Business to Business (B2B) menghubungkan pelaku HOREKA dengan mitra pengolah limbah, seperti peternak maggot Black Soldier Fly (BSF), peternakan unggas, produsen pupuk organik, dan kelompok tani. Limbah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pakan maupun pupuk.

REVIVEE mengandalkan integrasi AI dan blockchain dalam operasionalnya. AI Matching Engine dirancang untuk mempertemukan penghasil dan penerima limbah berdasarkan jenis, lokasi, kapasitas, serta waktu. Adapun blockchain digunakan untuk mencatat transaksi agar transparan dan mudah ditelusuri.

Platform ini juga dilengkapi Sustainability Analytics Dashboard. Fitur tersebut membantu mitra HOREKA dan pemerintah memantau jumlah makanan yang diselamatkan, volume limbah yang diolah, serta estimasi pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dandi Bagus Nur Afiyanto menyampaikan, survei terhadap 69 responden di Solo Raya menunjukkan 93 persen konsumen tertarik membeli makanan surplus dengan harga terjangkau.

Laporan Lingkungan

Selain itu, sebanyak 60 persen pelaku HOREKA menghadapi persoalan surplus makanan setiap hari. Seluruh responden dari kalangan pelaku HOREKA juga membutuhkan laporan lingkungan secara otomatis.

“Bagi industri HOREKA, REVIVEE menawarkan solusi pengelolaan limbah dari hulu hingga hilir. Makanan yang masih layak konsumsi dapat didistribusikan kembali kepada masyarakat, sedangkan limbah yang tidak dapat dikonsumsi diarahkan kepada mitra pengolah. Proses ini juga didukung layanan penjemputan dengan target waktu kurang dari 24 jam,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, REVIVEE mengembangkan strategi pemasaran digital yang menyasar pelaku industri dan generasi muda. Platform ini juga menyediakan fitur Gamification & Community berupa sistem poin, badge, voucher, dan forum edukasi untuk mendorong keterlibatan dalam ekonomi sirkular.

Dari sisi bisnis, tim memproyeksikan kebutuhan modal awal sebesar Rp25 juta. Pendanaan direncanakan berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebesar Rp15 juta dan kontribusi empat anggota tim senilai Rp10 juta.

Elgiva Rasyad Aditya Putra menjelaskan, REVIVEE menargetkan 3.150 transaksi per bulan atau sekitar 105 transaksi per hari. Dengan proyeksi pendapatan Rp31.648.500 dan biaya operasional Rp26 juta per bulan, platform ini diperkirakan menghasilkan laba bersih Rp5.648.500.

“Berdasarkan perhitungan kelayakan bisnis, REVIVEE memiliki proyeksi Return on Investment (ROI) tahunan sebesar 271,13 persen, dengan periode pengembalian modal (Payback Period) sekitar 4,43 bulan atau 133 hari. Sementara itu, titik impas (Break Even Point/BEP) diproyeksikan tercapai pada 2.588 transaksi per bulan,” jelasnya.

Pengembangan REVIVEE direncanakan dimulai dari Solo Raya, kemudian menjangkau Semarang dan Yogyakarta. Tim selanjutnya menargetkan ekspansi ke seluruh Jawa Tengah hingga menjajaki pasar Jawa Timur.

Pada tahun pertama, REVIVEE menargetkan 50 mitra HOREKA dan 100 penerima manfaat. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 200 mitra HOREKA dan 500 penerima pada tahun kedua.

Dengan target 3.150 transaksi per bulan, REVIVEE memperkirakan dapat mengurangi limbah hingga 31,5 ton setiap bulan atau sekitar 378 ton per tahun. Inovasi ini diharapkan mampu menekan dampak lingkungan, memperluas akses pangan terjangkau, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Melalui REVIVEE, Tim Dahlan Muda UMS ingin menunjukkan bahwa limbah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Integrasi teknologi AI dan blockchain serta kolaborasi lintas sektor menjadi pendekatan untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Berita Terbaru

UMS Bidik Kolaborasi Riset dan Industri di Tiongkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama pendidikan tinggi bersama Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat...

Dosen UMS Soroti Persaingan dan Masa Depan Marketplace ASEAN

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membahas strategi meningkatkan daya saing marketplace di kawasan ASEAN dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand. Prof....

UMS Benchmarking ke UII dan UGM, Kembangkan Program Buddy

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat International Student Buddy Program melalui pengembangan tata kelola, sistem pendampingan, dan pemberdayaan mahasiswa Buddy. Upaya tersebut dilakukan melalui...

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...