Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Pakar Dunia Ungkap Pentingnya Integrasi Agama dalam Tangani Depresi

Yusuf Humas UMS, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 30 Maret 2026 15:49 WIB
Pakar Dunia Ungkap Pentingnya Integrasi Agama dalam Tangani Depresi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Depresi saat ini menjadi penyebab utama disabilitas global, sehingga intervensi dini menjadi prioritas dalam kebijakan kesehatan internasional. Hal tersebut disampaikan Prof. Ghazala Mir dari Nuffield Centre for International Health and Development University of Leeds yang menyoroti tingginya angka depresi pada populasi Muslim, khususnya di Inggris, Pakistan, dan Indonesia. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Depresi saat ini menjadi penyebab utama disabilitas global, sehingga intervensi dini menjadi prioritas dalam kebijakan kesehatan internasional. Hal tersebut disampaikan Prof. Ghazala Mir dari Nuffield Centre for International Health and Development University of Leeds yang menyoroti tingginya angka depresi pada populasi Muslim, khususnya di Inggris, Pakistan, dan Indonesia.

Ia menyampaikan prevalensi masalah kesehatan mental berada pada kisaran 30 hingga 50% pada kelompok pemuda, namun akses terhadap layanan kesehatan mental yang relevan secara budaya masih sangat terbatas.

“Pendekatan dalam penanganan depresi perlu diperbaiki dengan tidak hanya mengandalkan intervensi klinis, tetapi juga memperkuat program edukasi bagi tenaga kesehatan agar mampu memberikan terapi yang efektif sekaligus sensitif terhadap nilai budaya dan agama,” kata Ghazala Mir, Senin, (30/3/2026).

Pemaparan itu disampaikan dalam Seminar internasional bertajuk Seminar on Religion and Mental Health: Training on Culturally Adapted Behavioral Activation for Muslim Population (BAM) yang diselenggarakan University of Leeds bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Senin, (30/3), di ruang seminar lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademik internasional dalam mengembangkan pendekatan kesehatan mental yang integratif antara ilmu psikologi dan nilai-nilai keislaman, sekaligus memperkuat peran UMS sebagai pusat pengembangan keilmuan yang responsif terhadap isu global dan kebutuhan masyarakat Muslim.

Bagi banyak Muslim, lanjutnya, agama merupakan bagian utama identitas yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan pendekatan terapi yang peka terhadap nilai keimanan terbukti mampu menurunkan tingkat depresi sekaligus meningkatkan kesejahteraan individu.

Behavioral Activation

Salah satu metode yang digunakan adalah Behavioral Activation yang berfokus pada aktivitas berbasis nilai individu dan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan pasien Muslim. Ghazala juga mengungkapkan dalam konteks global, khususnya di Barat, agama sering kali tidak dianggap sebagai kerangka nilai yang valid dalam sains modern.

“Hal ini menyebabkan banyak praktisi kesehatan mental belum memiliki kompetensi dalam mengintegrasikan nilai religius ke dalam terapi, sehingga menjadi hambatan dalam memberikan layanan yang relevan,” ungkapnya.

Dalam pengembangan intervensi tersebut, timnya menggunakan kerangka kerja Medical Research Council dengan tahapan mulai dari kajian literatur, adaptasi budaya, uji coba awal, hingga implementasi skala luas. Program yang dikembangkan dikenal sebagai BAM (Behavioral Activation for Muslim) yang mendorong individu untuk aktif dalam proses pemulihan dengan prinsip usaha dan tawakal.

Hasil implementasi program ini menunjukkan capaian yang signifikan, dengan tingkat pemulihan mencapai 81% di Leeds, jauh di atas rata-rata nasional Inggris. Selain itu, pasien yang mengikuti program BAM juga menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi serta penurunan skor depresi secara signifikan. “Ke depan, program ini akan terus dikembangkan melalui kemitraan global, termasuk dengan UMS,” pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Shukran bin Abdurrahman dari IIUM Malaysia menyoroti pentingnya penguatan psikologi berbasis Islam yang tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata dalam pendidikan dan praktik profesional.

Ia menilai psikologi Islam harus bersifat transformatif dan berlandaskan nilai etika serta spiritualitas dengan memperkenalkan kerangka E-OAT yang mencakup epistemologi, ontologi, aksiologi, dan teleologi sebagai dasar pengembangan psikologi Islam.

Depresi saat ini menjadi penyebab utama disabilitas global, sehingga intervensi dini menjadi prioritas dalam kebijakan kesehatan internasional. Hal tersebut disampaikan Prof. Ghazala Mir dari Nuffield Centre for International Health and Development University of Leeds yang menyoroti tingginya angka depresi pada populasi Muslim, khususnya di Inggris, Pakistan, dan Indonesia.

Depresi saat ini menjadi penyebab utama disabilitas global, sehingga intervensi dini menjadi prioritas dalam kebijakan kesehatan internasional. Hal tersebut disampaikan Prof. Ghazala Mir dari Nuffield Centre for International Health and Development University of Leeds yang menyoroti tingginya angka depresi pada populasi Muslim, khususnya di Inggris, Pakistan, dan Indonesia. (Humas)

Dalam pandangannya, pengetahuan tidak hanya bersumber dari pendekatan empiris dan rasional, tetapi juga dari wahyu, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih utuh tentang manusia. “Saya menyoroti adanya kesenjangan dalam psikologi Islam, mulai dari aspek metodologis, ontologis, hingga aksiologis dan teleologis,” ungkapnya.

Ia menekankan pendidikan psikologi seharusnya tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran spiritual, dengan peran pendidik sebagai murabbi. Lebih lanjut, ia menawarkan visi pendidikan terintegrasi yang mampu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran ketuhanan dan kepedulian sosial.

“Pendekatan ini diharapkan dapat diwujudkan dalam kurikulum, proses pembelajaran, hingga sistem evaluasi pendidikan,” pungkasnya. Di sisi lain, Bagus Riyono dari UGM menjelaskan bahwa kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran individu.

Ia memaparkan manusia terdiri dari empat komponen utama, yaitu diri, hati, pikiran, dan jiwa, yang saling terhubung dalam membentuk perilaku. “Kesadaran menentukan cara seseorang memandang realitas, yang kemudian membentuk pola pikir, emosi, hingga perilaku,” terang Bagus.

Ia juga menjelaskan adanya empat level kesadaran, mulai dari pengindraan, penalaran, empati, hingga hati nurani, di mana level tertinggi menghubungkan manusia dengan nilai spiritual dan ketuhanan. Bagus menekankan gangguan perilaku berakar dari gangguan emosi, yang dipicu oleh distorsi kognitif akibat kesalahan dalam mempersepsikan realitas. “Peningkatan kesadaran menjadi kunci dalam menjaga kesehatan mental secara menyeluruh, termasuk aspek spiritual,” pesannya.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...