PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjamurnya coffee shop dan gaya hidup nongkrong di kalangan anak muda dinilai menjadi salah satu faktor yang berkelindan dengan meningkatnya tren penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker pada usia produktif.
Isu ini disoroti secara mendalam oleh Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Salwa Alifa Bestari. Dalam program UMS Insight, dia menekankan persoalan utamanya bukan pada kopinya, melainkan pada pola konsumsi gula berlebih dan makanan ultra-proses yang menyertainya.
Salwa menjelaskan penyakit jantung dan kanker yang dahulu identik dengan usia lanjut kini semakin banyak ditemukan pada kelompok remaja dan dewasa muda. Pergeseran ini tidak lepas dari perubahan pola makan masyarakat. Jika generasi sebelumnya terbiasa mengonsumsi real food atau makanan minim olahan, generasi saat ini justru hidup di tengah banjir makanan dan minuman tinggi gula, lemak, serta bahan tambahan pangan.
“Sekarang tren kuliner tidak bisa dibendung. Coffee shop, dessert kekinian, minuman manis ada di mana-mana. Kalau kita breakdown dari sisi gizi, banyak yang tinggi gula tambahan, tinggi lemak, dan minim zat gizi penting seperti vitamin, mineral, dan protein,” jelasnya, Senin (9/2/2026).
Menurut Salwa, konsumsi gula berlebih terutama dari minuman manis seperti kopi susu, latte, boba, dan minuman kemasan, berkontribusi pada terjadinya peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini memicu lonjakan insulin (insulin spike) yang jika terjadi terus-menerus, dapat berujung pada resistensi insulin, diabetes melitus, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Batas Konsumsi Gula
Ia mengingatkan Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batas konsumsi gula maksimal 50 gram atau setara 4 sendok makan per hari, termasuk dari makanan, minuman, dan buah. Namun, satu gelas minuman manis kemasan saja kerap sudah mengandung 20–35 gram gula, belum termasuk asupan dari makanan lain dalam sehari.
“Masalahnya, gula di minuman itu sering tidak terasa. Kita merasa ‘cuma minum’, padahal kalorinya setara satu piring makanan lengkap,” ujarnya. Lebih jauh, Salwa menyoroti bahaya ultra processed food yang banyak dikonsumsi bersamaan dengan kebiasaan nongkrong, seperti kue manis, makanan berpengawet, hingga penggunaan krimer dan sirup.
Krimer, menurutnya, merupakan “kalori tersembunyi” karena mengandung lemak nabati dan gula yang tidak terasa manis maupun berminyak, namun tetap menambah beban metabolik tubuh. “Kalau kopi ditambah gula berlebih dan krimer, itu seperti mendatangkan masalah sekaligus solusinya. Antioksidan dari kopi jadi tidak optimal manfaatnya,” tegas Salwa.
Padahal, kopi hitam murni tanpa gula memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kandungan antioksidan seperti polifenol berperan dalam mencegah penyakit degeneratif, meningkatkan fungsi kognitif, hingga membantu menjaga stamina. Masalah muncul ketika kopi dikonsumsi dengan gula, sirup, dan krimer secara berlebihan.

Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Salwa Alifa Bestari. (Humas)
Ia juga mengingatkan peran gaya hidup lain yang memperparah risiko, seperti kebiasaan merokok atau vaping saat nongkrong. Kombinasi gula tinggi dan rokok disebutnya sebagai “double kill” karena sama-sama meningkatkan stres oksidatif yang berpotensi memicu penyakit jantung dan kanker.
Dari sisi kebiasaan jangka panjang, Salwa mengungkap peran mikrobiota usus yang memiliki “memori”. Jika tubuh terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman manis, mikrobiota usus akan terus “meminta” asupan serupa, sehingga keinginan mengonsumsi gula sulit dihentikan secara instan. “Perubahannya harus bertahap. Bisa mulai dari less sugar, atau kalau tidak kuat, kurangi frekuensinya. Mikrobiota usus itu bisa dilatih,” jelasnya.
Selain jantung dan kanker, konsumsi gula berlebih juga berdampak pada ginjal. Ginjal yang terus dipaksa menyaring kelebihan gula lama-kelamaan dapat mengalami penurunan fungsi hingga gagal ginjal. Ironisnya, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah berada di tahap lanjut dan bersifat irreversibel.
Salwa mendorong anak muda untuk lebih sadar melakukan deteksi dini, misalnya dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol, atau medical check-up secara berkala. “Jangan menunggu sakit. Cek itu penting, meski masih muda,” pesannya.
Menutup pemaparannya, Salwa menegaskan masyarakat tidak perlu sepenuhnya meninggalkan tren coffee shop. Yang terpenting adalah sikap bijak dalam memilih menu dan memantau asupan gula harian. Opsi kopi tanpa gula, pemanis alami seperti stevia, serta membatasi konsumsi dessert manis dapat menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang lebih sehat. “Bukan berhenti menikmati tren, tapi bijak memilih. Kita tetap bisa nongkrong, tetap bisa ngopi, asal sadar apa yang kita masukkan ke dalam tubuh.”
Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...
Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...
Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...
Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...
Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...
SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...
Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026
KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...
Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...
Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...
Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...
Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional
MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...
Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...







