Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Tren Coffee Shop Marak, Dosen Gizi UMS Ajak Anak Muda Bijak Konsumsi Gula

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 9 Februari 2026 17:11 WIB
Tren Coffee Shop Marak, Dosen Gizi UMS Ajak Anak Muda Bijak Konsumsi Gula
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi coffee shop.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjamurnya coffee shop dan gaya hidup nongkrong di kalangan anak muda dinilai menjadi salah satu faktor yang berkelindan dengan meningkatnya tren penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker pada usia produktif.

Isu ini disoroti secara mendalam oleh Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Salwa Alifa Bestari. Dalam program UMS Insight, dia menekankan persoalan utamanya bukan pada kopinya, melainkan pada pola konsumsi gula berlebih dan makanan ultra-proses yang menyertainya.

Salwa menjelaskan penyakit jantung dan kanker yang dahulu identik dengan usia lanjut kini semakin banyak ditemukan pada kelompok remaja dan dewasa muda. Pergeseran ini tidak lepas dari perubahan pola makan masyarakat. Jika generasi sebelumnya terbiasa mengonsumsi real food atau makanan minim olahan, generasi saat ini justru hidup di tengah banjir makanan dan minuman tinggi gula, lemak, serta bahan tambahan pangan.

“Sekarang tren kuliner tidak bisa dibendung. Coffee shop, dessert kekinian, minuman manis ada di mana-mana. Kalau kita breakdown dari sisi gizi, banyak yang tinggi gula tambahan, tinggi lemak, dan minim zat gizi penting seperti vitamin, mineral, dan protein,” jelasnya, Senin (9/2/2026).

Menurut Salwa, konsumsi gula berlebih terutama dari minuman manis seperti kopi susu, latte, boba, dan minuman kemasan, berkontribusi pada terjadinya peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini memicu lonjakan insulin (insulin spike) yang jika terjadi terus-menerus, dapat berujung pada resistensi insulin, diabetes melitus, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Batas Konsumsi Gula

Ia mengingatkan Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batas konsumsi gula maksimal 50 gram atau setara 4 sendok makan per hari, termasuk dari makanan, minuman, dan buah. Namun, satu gelas minuman manis kemasan saja kerap sudah mengandung 20–35 gram gula, belum termasuk asupan dari makanan lain dalam sehari.

“Masalahnya, gula di minuman itu sering tidak terasa. Kita merasa ‘cuma minum’, padahal kalorinya setara satu piring makanan lengkap,” ujarnya. Lebih jauh, Salwa menyoroti bahaya ultra processed food yang banyak dikonsumsi bersamaan dengan kebiasaan nongkrong, seperti kue manis, makanan berpengawet, hingga penggunaan krimer dan sirup.

Krimer, menurutnya, merupakan “kalori tersembunyi” karena mengandung lemak nabati dan gula yang tidak terasa manis maupun berminyak, namun tetap menambah beban metabolik tubuh. “Kalau kopi ditambah gula berlebih dan krimer, itu seperti mendatangkan masalah sekaligus solusinya. Antioksidan dari kopi jadi tidak optimal manfaatnya,” tegas Salwa.

Padahal, kopi hitam murni tanpa gula memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kandungan antioksidan seperti polifenol berperan dalam mencegah penyakit degeneratif, meningkatkan fungsi kognitif, hingga membantu menjaga stamina. Masalah muncul ketika kopi dikonsumsi dengan gula, sirup, dan krimer secara berlebihan.

Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Salwa Alifa Bestari.

Dosen Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Salwa Alifa Bestari. (Humas)

Ia juga mengingatkan peran gaya hidup lain yang memperparah risiko, seperti kebiasaan merokok atau vaping saat nongkrong. Kombinasi gula tinggi dan rokok disebutnya sebagai “double kill” karena sama-sama meningkatkan stres oksidatif yang berpotensi memicu penyakit jantung dan kanker.

Dari sisi kebiasaan jangka panjang, Salwa mengungkap peran mikrobiota usus yang memiliki “memori”. Jika tubuh terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman manis, mikrobiota usus akan terus “meminta” asupan serupa, sehingga keinginan mengonsumsi gula sulit dihentikan secara instan. “Perubahannya harus bertahap. Bisa mulai dari less sugar, atau kalau tidak kuat, kurangi frekuensinya. Mikro­biota usus itu bisa dilatih,” jelasnya.

Selain jantung dan kanker, konsumsi gula berlebih juga berdampak pada ginjal. Ginjal yang terus dipaksa menyaring kelebihan gula lama-kelamaan dapat mengalami penurunan fungsi hingga gagal ginjal. Ironisnya, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah berada di tahap lanjut dan bersifat irreversibel.

Salwa mendorong anak muda untuk lebih sadar melakukan deteksi dini, misalnya dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol, atau medical check-up secara berkala. “Jangan menunggu sakit. Cek itu penting, meski masih muda,” pesannya.

Menutup pemaparannya, Salwa menegaskan masyarakat tidak perlu sepenuhnya meninggalkan tren coffee shop. Yang terpenting adalah sikap bijak dalam memilih menu dan memantau asupan gula harian. Opsi kopi tanpa gula, pemanis alami seperti stevia, serta membatasi konsumsi dessert manis dapat menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang lebih sehat. “Bukan berhenti menikmati tren, tapi bijak memilih. Kita tetap bisa nongkrong, tetap bisa ngopi, asal sadar apa yang kita masukkan ke dalam tubuh.”

Berita Terbaru

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...

Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...