Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Dinkes Solo-SD Muhammadiyah 20 Sidorejo Sinergi Bangun Fondasi Generasi Emas 2045

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 27 Januari 2026 10:07 WIB
Dinkes Solo-SD Muhammadiyah 20 Sidorejo Sinergi Bangun Fondasi Generasi Emas 2045
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - suasana di SD Muhammadiyah 20 Sidorejo, Solo, tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 45 siswa dari kelas 5 dan 6 berkumpul untuk mengikuti sosialisasi intensif mengenai pentingnya gizi optimal.Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional ke-66. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kesehatan merupakan aset paling berharga bagi sebuah bangsa, terutama dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo mengambil langkah preventif dengan menyasar sekolah dasar sebagai titik awal edukasi.

Pada Rabu (21/1/2026), suasana di SD Muhammadiyah 20 Sidorejo, Solo, tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 45 siswa dari kelas 5 dan 6 berkumpul untuk mengikuti sosialisasi intensif mengenai pentingnya gizi optimal.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Gizi Nasional ke-66. Dengan mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”, acara ini dirancang untuk membekali calon pemimpin masa depan dengan pengetahuan tentang pola hidup sehat.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 20 Sidorejo Joko Susilo. Dalam sambutan pembukaannya, Joko menekankan kecerdasan akademik tidak akan maksimal jika tidak ditopang oleh fisik yang prima.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah calon menteri, dokter, guru, dan pengusaha di tahun 2045 nanti. Namun, semua mimpi itu hanya bisa dicapai jika tubuh kalian sehat. Investasi terbaik bukan hanya buku, tapi apa yang kalian makan setiap hari. Kami berterima kasih kepada Dinkes Surakarta yang telah memilih sekolah kami untuk kegiatan mulia ini,” tuturnya di hadapan para siswa.

Sosialisasi Gizi: Dari “Isi Piringku” hingga Bahaya Junk Food

Tim edukasi dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta hadir dengan materi yang dikemas secara interaktif. Sosialisasi kali ini tidak hanya bersifat satu arah, melainkan melibatkan dialog aktif dengan para siswa kelas 5 dan 6. Fokus utama materi adalah masa transisi anak menuju remaja, di mana kebutuhan gizi makro dan mikro meningkat drastis.

Petugas Dinkes menjelaskan secara detail mengenai konsep “Isi Piringku” yang menggantikan slogan lama Empat Sehat Lima Sempurna. Para siswa diajarkan komposisi ideal dalam satu piring makan:

1.Makanan Pokok: Sebagai sumber energi utama untuk belajar dan bermain.

2.Lauk Pauk: Penting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh dan kecerdasan otak.

3.Sayuran dan Buah: Sumber vitamin dan serat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Selain itu, para siswa juga diperingatkan mengenai bahaya konsumsi makanan instan (junk food) dan minuman manis yang berlebihan, yang saat ini menjadi tantangan besar bagi kesehatan remaja di perkotaan.

Apa yang membuat kegiatan ini begitu berkesan adalah suasananya yang sangat menyenangkan. Tidak ada kesan kaku layaknya belajar di dalam kelas. Tim Dinkes menggunakan metode kuis dan permainan edukatif untuk menguji pemahaman siswa.

Antusiasme memuncak ketika panitia mengeluarkan berbagai doorprize menarik. Mulai dari susu, biskuit, dan lain-lain yang ramah lingkungan diberikan kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi gizi. Gelak tawa dan sorak sorai menyemarakkan aula sekolah, membuat durasi dua setengah jam terasa berlalu sangat cepat.

“Tadi saya bisa menjawab apa itu gizi seimbang dan dapat hadiah! Acaranya seru sekali, saya jadi tahu kalau makan sayur itu bukan cuma buat sehat, tapi biar kita makin pintar di kelas,” ujar salah satu siswa kelas 5 dengan bangga menunjukkan hadiahnya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Melalui peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini, diharapkan kesadaran akan gizi seimbang tidak berhenti di sekolah saja, tetapi juga dibawa pulang ke rumah masing-masing. Kerja sama antara instansi kesehatan seperti Dinkes Surakarta dengan lembaga pendidikan seperti SD Muhammadiyah 20 Sidorejo menjadi kunci utama dalam memutus rantai masalah kesehatan seperti stunting dan obesitas.

Dengan gizi yang optimal sejak bangku sekolah dasar, generasi muda Surakarta dipersiapkan untuk menjadi individu yang tangguh, cerdas, dan siap membawa Indonesia bersinar di kancah global pada usia seabad kemerdekaannya nanti.

Berita Terbaru

UMS Lantik 30 Dokter Baru, Siap Layani Pasien dengan Senyum dan Sabar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel...

Menyibak Tren Olahraga, Antara FOMO dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fenomena olahraga yang viral di media sosial kian marak di kalangan generasi muda. Mulai dari gym, fun run, thrill run, hingga olahraga paddle, linimasa...

Padukan Sains dan Spiritualitas, FK UMS Cetak Dokter Profesional dan Berintegritas

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Luncurkan Buku Ajar untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Inovasi intervensi non-farmakologis kembali lahir dari dunia akademis. Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, resmi meluncurkan buku ajar berjudul...

Virus Nipah Viral, Perlukah Masyarakat Indonesia Khawatir?

Belakangan ini, virus Nipah kembali menjadi perbincangan publik. Berbagai pemberitaan dan unggahan di media sosial menyebut virus ini sebagai penyakit berbahaya dengan tingkat kematian tinggi....

Ketika Influencer Menjadi Dokter Dadakan

Di beranda ponsel kita, influencer dengan kulit bening dan badan ideal menawarkan “jalan pintas” seperti: kapsul penurun berat badan yang “aman karena herbal”, gummy peningkat...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Dua Penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Surakarta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali meraih prestasi dengan memperoleh dua penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Surakarta dalam Pertemuan Penguatan Komitmen Mutu Layanan dan Kerja...

Hari Kusta Sedunia, FK UMS Ajak Warga Ubah Stigma Menuju Empati

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi dengan kasus penyakit kusta dengan total 12.798 kasus baru terutama pada daerah-daerah tropis. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran (FK)...

UMS Perkuat Panularan Peduli TBC dan Berketahanan Iklim dengan Energi Bersih

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan terobosan baru dalam upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC) dan adaptasi iklim dengan memasang sistem panel surya di Rusunawa I Begalon...

Pelayanan Inklusif dan Standar Tinggi, RS UMS A.R. Fachrudin Siap Layani Warga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) AR Fachrudin terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, ramah, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh...

Kantongi Beasiswa Riset, Alumni Gizi UMS Siap Kontribusi untuk Kesehatan Lansia Dunia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Prestasi membanggakan kembali hadir dari alumni Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Saminur Fauzan, yang saat ini melanjutkan studi Master by Research di...