Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Ciptakan Anak Hebat Menuju Indonesia Emas 2045, UMS Soroti Sinergi Keluarga dengan Sekolah

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 20 November 2025 14:44 WIB
Ciptakan Anak Hebat Menuju Indonesia Emas 2045, UMS Soroti Sinergi Keluarga dengan Sekolah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi anak.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam momentum peringatan Hari Anak Sedunia 2025, Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus Ketua Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Choiriyah Widyasari, menegaskan pentingnya sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Menurutnya, tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” sangat relevan dengan tantangan pengasuhan masa kini. Choiriyah menjelaskan pengasuhan anak tidak lagi bisa disamakan dengan pola yang diterapkan generasi sebelumnya.

Perubahan zaman, terutama masuknya era digital, menuntut penyesuaian pendekatan dalam mendidik anak usia dini, khususnya Generasi Alfa yang tumbuh dengan kedekatan kuat terhadap teknologi.

“Karakter Generasi Alfa cenderung praktis dan akrab dengan proses serba cepat, menuntut orang tua memahami kebutuhan anak secara lebih menyeluruh. Setiap anak memiliki potensi berbeda dan tidak dapat disamaratakan baik dari segi kognitif, motorik, maupun kecenderungan cara belajar,” kata Choiriyah saat diwawancarai pada Kamis, (20/11/2025).

Menurutnya, optimalnya tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh keluarga. Orang tua, pengasuh, kakek-nenek, maupun anggota keluarga lain harus menerapkan pendekatan yang konsisten agar anak tidak bingung dan tidak terpapar pola asuh yang bertentangan satu sama lain.

Pembentukan Karakter

Ia menekankan konsistensi tersebut menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter. Baik keluarga maupun sekolah harus memiliki nilai dan tujuan pendidikan yang selaras sehingga anak dapat tumbuh dengan karakter yang kuat, mandiri, dan sehat secara emosional.

“Latihan kecil seperti memakai sepatu atau kaos kaki secara mandiri harus diterapkan baik di sekolah maupun rumah. Ketidaksamaan pola ini sering membuat anak sulit membentuk karakter dan keterampilan hidup secara konsisten,” kata Dosen UMS itu.

Lebih jauh, ia menyoroti adanya tantangan besar dalam pengasuhan di era digital. Gap antara orang tua Generasi Milenial dan Z dengan anak Generasi Alfa kerap memunculkan masalah dalam manajemen penggunaan gawai, yang menjadi salah satu keluhan terbesar orang tua saat ini.

Menurutnya, gawai bersifat seperti pisau bermata dua, dapat bermanfaat jika digunakan dengan bimbingan dan pengawasan, tetapi dapat berdampak negatif jika anak dibiarkan mengaksesnya tanpa kontrol. Keluarga perlu memiliki kesepakatan dan regulasi yang jelas dalam penggunaan perangkat digital.

Choiriyah menjelaskan UMS melalui PG-PAUD terus menyiapkan calon pendidik profesional yang mampu menjawab tantangan perkembangan anak masa kini. Mahasiswa PG-PAUD UMS dibekali kurikulum yang komprehensif, mulai dari psikologi perkembangan, pedagogi PAUD, inovasi media pembelajaran, hingga pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.

Ia memaparkan mahasiswa PG-PAUD UMS mendapat pengalaman praktik mengajar secara bertahap melalui Program Magang Terstruktur, Pengenalan Lapangan Persekolahan, hingga praktik di lembaga PAUD mitra Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlatih mengaplikasikan strategi pengasuhan dan pembelajaran langsung di lapangan.

“Selain itu, mahasiswa juga dibekali keterampilan menangani anak berkebutuhan khusus melalui mata kuliah layanan inklusi. Dengan kompetensi tersebut, lulusan PG-PAUD UMS diharapkan siap menghadapi kondisi kelas yang beragam, termasuk mengenali tanda-tanda tumbuh kembang tidak optimal pada anak sejak usia dini,” papar Choiriyah.

Dalam momentum peringatan Hari Anak Sedunia 2025, Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus Ketua Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Choiriyah Widyasari, menegaskan pentingnya sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Dalam momentum peringatan Hari Anak Sedunia 2025, Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus Ketua Pusat Studi Gender (PSG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Choiriyah Widyasari, menegaskan pentingnya sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Sebagai Ketua PSG UMS, Choiriyah turut menyinggung meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Solo Raya dan Jawa Tengah. Ia menyampaikan keprihatinan karena tren kekerasan tidak menunjukkan penurunan, bahkan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

PSG UMS, imbuhnya, kini memfokuskan program pada perlindungan perempuan dan anak melalui penelitian serta pengabdian masyarakat. Tahun ini, PSG UMS bersama Aisyiyah akan melaksanakan program edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sukoharjo.

Koordinasi lintas lembaga dan komunitas dinilai penting untuk memastikan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. Choiriyah menegaskan bahwa Dasawisma, PKK, Aisyiyah, Muhammadiyah, serta komunitas kampung lainnya memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pengasuhan yang sehat.

“Keluarga menjadi titik sentral dalam membangun generasi tangguh. Visi dan misi keluarga harus kembali diperkuat agar pola asuh berjalan harmonis, karena kesejahteraan emosional anak sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan di rumah,” tandasnya.

Menutup pesannya, Choiriyah mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk memperingati Hari Anak Sedunia dengan meningkatkan komitmen menjaga keselamatan, kesejahteraan, dan tumbuh kembang anak. Ia berharap berbagai pihak dapat bersinergi menciptakan lingkungan yang menumbuhkan anak-anak hebat sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.

Berita Terbaru

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...

Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...

Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...

Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...

LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...