Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Prof. Anton A. Setyawan: Rupiah Melemah Akibat Sentimen Geopolitik Global

Alvian, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 24 Januari 2026 11:57 WIB
Prof. Anton A. Setyawan: Rupiah Melemah Akibat Sentimen Geopolitik Global
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pakar ekonomi UMS, Prof. Anton Agus Setyawan saat menyampaikan pandangannya terkait melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika. [Humas].

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai lebih dominan dipengaruhi oleh sentimen global dan ketidakstabilan geopolitik dunia. Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (21/01/2026), anjlok ke level Rp16.956 per dolar Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, menanggapi kondisi ekonomi nasional terkini.

Menurutnya, situasi geopolitik global yang memanas, mulai dari isu Venezuela, ketegangan di Greenland yang melibatkan The North Atlantic Treaty Organization (NATO), hingga konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda, turut memberikan efek kepada investor global mengambil langkah aman (safety flight) dengan menarik aset mereka ke instrumen yang lebih likuid dan aman.

“Saya melihatnya kondisi sekarang lebih pada sentimen global. Isu geopolitiknya luar biasa, investor bingung ketika sekutu bisa menjadi musuhan, belum lagi kondisi di Iran. Ini yang membuat investor memilih aset aman, sehingga berpengaruh ke mata uang kita, dan sebenarnya bukan hanya Rupiah, mata uang lokal negara lain juga terdampak,” ujarnya, Jum’at, (23/1/2026) saat di temui di ruangannya.

Terkait penarikan dana oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sekitar Rp75 triliun dari dana Rp276 triliun SAL (sisa anggaran lebih) yang ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sempat menjadi sorotan publik, Ekonom UMS ini memberikan pandangannya. Ia menjelaskan langkah tersebut bukanlah sinyal negatif, melainkan strategi pemerintah untuk mempercepat pembiayaan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung pada sektor riil.

Belum Optimal

Ia menilai, penarikan dana tersebut karena respons sektor riil terhadap kredit perbankan belum seoptimal seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil inisiatif menggunakan dana tersebut untuk proyek strategis agar uang dapat berputar lebih cepat di masyarakat dan menstimulasi perekonomian.

“Sebenarnya di makroekonomi, selama duit itu berputar, itu tidak masalah. Justru kalau mengendap di perbankan dan tidak disalurkan, itu jadi masalah. Penarikan ini untuk proyek pemerintah yang jelas akan masuk ke sektor riil, mengingat swasta nampaknya belum cukup percaya diri dengan kondisi global saat ini,” jelas Anton.  Lebih lanjut, Anton juga menyoroti kondisi utang pemerintah yang saat ini dinilai lebih sehat secara struktur. Menurut data terbaru, sekitar 72 persen utang pemerintah kini berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) domestik, sehingga risiko fluktuasi kurs mata uang asing terhadap APBN dapat diminimalisasi dibandingkan era sebelumnya yang sangat bergantung pada utang luar negeri.

“Kebijakan Kementerian Keuangan sudah cukup bagus mengatur risiko itu. Negara-negara berkembang sekarang, seperti laporan Bank Dunia, memang cenderung tidak mau lagi bergantung pada utang luar negeri, mereka lebih memilih menerbitkan surat berharga negara yang diserahkan ke masyarakat sendiri, sehingga return-nya kembali ke rakyat,” pungkasnya

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...

Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...

PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...

Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...

Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...

Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...

Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...

Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...

PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...