
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini dinilai lebih dominan dipengaruhi oleh sentimen global dan ketidakstabilan geopolitik dunia. Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (21/01/2026), anjlok ke level Rp16.956 per dolar Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, menanggapi kondisi ekonomi nasional terkini.
Menurutnya, situasi geopolitik global yang memanas, mulai dari isu Venezuela, ketegangan di Greenland yang melibatkan The North Atlantic Treaty Organization (NATO), hingga konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda, turut memberikan efek kepada investor global mengambil langkah aman (safety flight) dengan menarik aset mereka ke instrumen yang lebih likuid dan aman.
“Saya melihatnya kondisi sekarang lebih pada sentimen global. Isu geopolitiknya luar biasa, investor bingung ketika sekutu bisa menjadi musuhan, belum lagi kondisi di Iran. Ini yang membuat investor memilih aset aman, sehingga berpengaruh ke mata uang kita, dan sebenarnya bukan hanya Rupiah, mata uang lokal negara lain juga terdampak,” ujarnya, Jum’at, (23/1/2026) saat di temui di ruangannya.
Terkait penarikan dana oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sekitar Rp75 triliun dari dana Rp276 triliun SAL (sisa anggaran lebih) yang ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sempat menjadi sorotan publik, Ekonom UMS ini memberikan pandangannya. Ia menjelaskan langkah tersebut bukanlah sinyal negatif, melainkan strategi pemerintah untuk mempercepat pembiayaan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung pada sektor riil.
Belum Optimal
Ia menilai, penarikan dana tersebut karena respons sektor riil terhadap kredit perbankan belum seoptimal seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil inisiatif menggunakan dana tersebut untuk proyek strategis agar uang dapat berputar lebih cepat di masyarakat dan menstimulasi perekonomian.
“Sebenarnya di makroekonomi, selama duit itu berputar, itu tidak masalah. Justru kalau mengendap di perbankan dan tidak disalurkan, itu jadi masalah. Penarikan ini untuk proyek pemerintah yang jelas akan masuk ke sektor riil, mengingat swasta nampaknya belum cukup percaya diri dengan kondisi global saat ini,” jelas Anton. Lebih lanjut, Anton juga menyoroti kondisi utang pemerintah yang saat ini dinilai lebih sehat secara struktur. Menurut data terbaru, sekitar 72 persen utang pemerintah kini berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) domestik, sehingga risiko fluktuasi kurs mata uang asing terhadap APBN dapat diminimalisasi dibandingkan era sebelumnya yang sangat bergantung pada utang luar negeri.
“Kebijakan Kementerian Keuangan sudah cukup bagus mengatur risiko itu. Negara-negara berkembang sekarang, seperti laporan Bank Dunia, memang cenderung tidak mau lagi bergantung pada utang luar negeri, mereka lebih memilih menerbitkan surat berharga negara yang diserahkan ke masyarakat sendiri, sehingga return-nya kembali ke rakyat,” pungkasnya
Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...
Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...
Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...
Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...
Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat
RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...
Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...
Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...
Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....
Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...
Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...





