Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Ekonom UMS: Kebijakan Ekspor Harus Realistis, Fokus Penguatan Pasar Domestik

Alvian, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 20 Oktober 2025 16:41 WIB
Ekonom UMS: Kebijakan Ekspor Harus Realistis, Fokus Penguatan Pasar Domestik
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar, pemerintah Indonesia kembali menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Salah satu langkah yang kini disorot adalah kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa melalui EU–CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).

Kerja sama itu diharapkan memperluas akses ekspor-impor serta investasi. Namun, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, menilai langkah tersebut perlu diimbangi dengan strategi yang lebih realistis dan berpihak pada penguatan pasar domestik.

Menurut Prof. Anton, kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih relatif kecil, bahkan di bawah 10%. Karena itu, ia menilai penguatan pasar dalam negeri justru lebih strategis dan berkelanjutan.

“Pasar domestik kita besar, ratusan juta jiwa. Hanya saja sering dikritik karena daya belinya belum kuat. Itulah kenapa stimulus ekonomi seharusnya menyasar kelompok rentan dan UMKM agar daya beli tumbuh,” ujar Anton saat diwawancarai di kampus UMS, Minggu (19/10/2025).

Pergerakan Pasar

Pemerintah, lanjutnya, memang telah meluncurkan sejumlah stimulus seperti pencairan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun melalui bank-bank BUMN, bantuan langsung tunai, hingga subsidi upah.

Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih bergantung pada pergerakan pasar dan kemampuan sektor riil menyerap kredit usaha. “Stimulus seperti ini tidak bisa dilakukan Kementerian Keuangan sendirian. Dunia usaha perlu melihat dulu apakah pasarnya bergerak. Kalau permintaan barang dan jasa masih lemah, pengusaha belum tentu berani ekspansi,” jelasnya.

Anton menilai, pemberdayaan UMKM merupakan titik pertumbuhan ekonomi yang paling potensial untuk menggerakkan ekonomi nasional. Melalui pemberian akses kredit usaha rakyat, hibah, dan pelatihan produktivitas, UMKM bisa menjadi katalis ekonomi rakyat. “Kalau UMKM bergerak, aktivitas ekonomi meningkat, daya beli naik, dan target pertumbuhan lima persen itu akan lebih realistis tercapai,” katanya.

Menyoroti kerjasama EU–CEPA, Prof. Anton menyebut kebijakan itu tetap penting sebagai bagian dari diplomasi ekonomi global. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati terhadap jebakan ekspor bahan mentah yang justru menguntungkan industri Eropa.

“Kita sering ekspor komoditas primer dari Kalimantan atau Sulawesi dalam bentuk mentah, lalu mereka yang mengolah. Kalau itu dibiarkan, kita hanya jadi penyedia bahan baku dan mudah dimainkan oleh harga global,” ujarnya.

Produk Setengah Jadi

Ia menegaskan, orientasi ekspor sebaiknya didorong pada produk setengah jadi atau barang olahan hasil smelter yang memiliki nilai tambah dan harga stabil. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi terombang-ambing oleh fluktuasi harga komoditas dunia. “Sabar dulu. Jangan buru-buru kejar ekspor. Pastikan produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, baru sisanya bisa diekspor,” tambahnya.

Prof. Anton juga menilai kebijakan ekonomi nasional saat ini mulai bergerak ke arah yang benar, terutama dengan langkah penempatan dana pemerintah di perbankan dan penurunan suku bunga kredit.

Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian agar stimulus fiskal selaras dengan kebijakan moneter dan sektor riil. “Menteri Keuangan tidak bisa sendirian. Ada Bank Indonesia dan kementerian sektoral yang juga harus bergerak serempak,” tuturnya.

Menurutnya, jika tata kelola kelembagaan ekonomi diperbaiki dan sektor UMKM diberi ruang tumbuh, Indonesia tak perlu terlalu bergantung pada pasar luar negeri. “Kuncinya ada di domestik. Kita punya pasar besar, tenaga kerja produktif, dan sumber daya alam melimpah. Kalau itu bisa dikelola dengan benar, Indonesia bisa tumbuh stabil tanpa harus tergantung pada ekspor mentah,” ujar dia.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...