
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar, pemerintah Indonesia kembali menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Salah satu langkah yang kini disorot adalah kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa melalui EU–CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).
Kerja sama itu diharapkan memperluas akses ekspor-impor serta investasi. Namun, Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, menilai langkah tersebut perlu diimbangi dengan strategi yang lebih realistis dan berpihak pada penguatan pasar domestik.
Menurut Prof. Anton, kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih relatif kecil, bahkan di bawah 10%. Karena itu, ia menilai penguatan pasar dalam negeri justru lebih strategis dan berkelanjutan.
“Pasar domestik kita besar, ratusan juta jiwa. Hanya saja sering dikritik karena daya belinya belum kuat. Itulah kenapa stimulus ekonomi seharusnya menyasar kelompok rentan dan UMKM agar daya beli tumbuh,” ujar Anton saat diwawancarai di kampus UMS, Minggu (19/10/2025).
Pergerakan Pasar
Pemerintah, lanjutnya, memang telah meluncurkan sejumlah stimulus seperti pencairan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun melalui bank-bank BUMN, bantuan langsung tunai, hingga subsidi upah.
Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih bergantung pada pergerakan pasar dan kemampuan sektor riil menyerap kredit usaha. “Stimulus seperti ini tidak bisa dilakukan Kementerian Keuangan sendirian. Dunia usaha perlu melihat dulu apakah pasarnya bergerak. Kalau permintaan barang dan jasa masih lemah, pengusaha belum tentu berani ekspansi,” jelasnya.
Anton menilai, pemberdayaan UMKM merupakan titik pertumbuhan ekonomi yang paling potensial untuk menggerakkan ekonomi nasional. Melalui pemberian akses kredit usaha rakyat, hibah, dan pelatihan produktivitas, UMKM bisa menjadi katalis ekonomi rakyat. “Kalau UMKM bergerak, aktivitas ekonomi meningkat, daya beli naik, dan target pertumbuhan lima persen itu akan lebih realistis tercapai,” katanya.
Menyoroti kerjasama EU–CEPA, Prof. Anton menyebut kebijakan itu tetap penting sebagai bagian dari diplomasi ekonomi global. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati terhadap jebakan ekspor bahan mentah yang justru menguntungkan industri Eropa.
“Kita sering ekspor komoditas primer dari Kalimantan atau Sulawesi dalam bentuk mentah, lalu mereka yang mengolah. Kalau itu dibiarkan, kita hanya jadi penyedia bahan baku dan mudah dimainkan oleh harga global,” ujarnya.
Produk Setengah Jadi
Ia menegaskan, orientasi ekspor sebaiknya didorong pada produk setengah jadi atau barang olahan hasil smelter yang memiliki nilai tambah dan harga stabil. Dengan begitu, Indonesia tidak lagi terombang-ambing oleh fluktuasi harga komoditas dunia. “Sabar dulu. Jangan buru-buru kejar ekspor. Pastikan produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, baru sisanya bisa diekspor,” tambahnya.
Prof. Anton juga menilai kebijakan ekonomi nasional saat ini mulai bergerak ke arah yang benar, terutama dengan langkah penempatan dana pemerintah di perbankan dan penurunan suku bunga kredit.
Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian agar stimulus fiskal selaras dengan kebijakan moneter dan sektor riil. “Menteri Keuangan tidak bisa sendirian. Ada Bank Indonesia dan kementerian sektoral yang juga harus bergerak serempak,” tuturnya.
Menurutnya, jika tata kelola kelembagaan ekonomi diperbaiki dan sektor UMKM diberi ruang tumbuh, Indonesia tak perlu terlalu bergantung pada pasar luar negeri. “Kuncinya ada di domestik. Kita punya pasar besar, tenaga kerja produktif, dan sumber daya alam melimpah. Kalau itu bisa dikelola dengan benar, Indonesia bisa tumbuh stabil tanpa harus tergantung pada ekspor mentah,” ujar dia.
Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...
UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...
Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...
Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...
Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...
Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...
Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...
Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...
Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...
Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...
Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...
LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...






