Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Dorong Pendampingan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 12 Desember 2025 15:40 WIB
UMS Dorong Pendampingan Psikososial Berkelanjutan untuk Korban Bencana
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyoroti pentingnya psikoedukasi bagi penyintas bencana di tengah meningkatnya kejadian banjir, gempa, dan erupsi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini. Hal tersebut disampaikan Dosen Psikologi UMS, Fajar Ruddin. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyoroti pentingnya psikoedukasi bagi penyintas bencana di tengah meningkatnya kejadian banjir, gempa, dan erupsi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini. Hal tersebut disampaikan Dosen Psikologi UMS, Fajar Ruddin.

Fajar menjelaskan bencana alam merupakan stressor besar yang memicu tekanan psikologis, berbeda dengan stres sehari-hari seperti kemacetan atau konflik di lingkungan kerja dan kampus. Menurutnya, bencana memiliki dampak fatal yang lebih luas, baik secara ekonomi maupun kesehatan, terutama ketika penyintas kehilangan pekerjaan, penghasilan, atau bahkan anggota keluarga.

Selain tekanan ekonomi, penyintas juga menghadapi ancaman serius terhadap kesehatan fisik dan mental. Minimnya akses makanan, hilangnya rutinitas, serta kondisi lingkungan yang tidak stabil dapat memunculkan masalah traumatik yang berkepanjangan. “Kalau ada keluarganya yang juga jadi korban, misalnya meninggal, itu akan menambah stres mereka. Bisa berakibat pada traumatik,” jelasnya saat ditemui di Fakultas Psikologi UMS pada Kamis, (11/12//2025).

Dalam ranah psikologi bencana, Fajar menerangkan bahwa penyintas akan melalui fase psikologis tertentu setelah kejadian. Pada fase awal bencana, masyarakat masih merasakan dukungan moral dan material dari relawan maupun warga sekitar. Kondisi ini membuat mereka merasa tidak ditinggalkan, meski menghadapi tekanan yang berat.

Namun, lanjutnya, fase tersebut tidak berlangsung lama. Ketika bantuan mulai berkurang dan relawan kembali ke aktivitas masing-masing, penyintas mulai merasakan realitas sesungguhnya, meliputi perekonomian yang hancur, tuntutan kebutuhan hidup, dan keterbatasan dukungan. Fajar menegaskan pada fase inilah pendampingan psikologis menjadi sangat krusial agar penyintas tidak merasa disisihkan.

Terkait dampak psikologis, Fajar menyebut trauma, khususnya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai gangguan yang paling sering dialami korban. Banyak penyintas kembali merasakan ketakutan ketika mendengar suara atau melihat situasi yang mengingatkan pada bencana.

Ia mencontohkan penyintas erupsi Merapi yang kembali cemas saat mendengar suara gemuruh kendaraan, atau warga Palu yang setiap September berlarian menyelamatkan diri lantaran trauma gempa besar 2018.

Pendampingan Berkelanjutan

Fajar menekankan pendekatan psikoedukasi harus dilakukan melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor. Akademisi, relawan, tokoh agama, dan lembaga sosial memiliki peran untuk memberikan ketenangan, pelatihan keterampilan, serta aktivitas produktif bagi penyintas.

Anak-anak dan remaja perlu difasilitasi melalui permainan dan pembelajaran, sedangkan orang dewasa diberikan pelatihan baru untuk kembali berdaya secara ekonomi. Dalam konteks bencana masif, seperti banjir besar atau letusan gunung berapi, penyintas sering mengalami syok mendalam.

Pendekatan psikoedukasi melalui pembentukan kelompok-kelompok kecil dinilai efektif untuk saling memberikan penguatan emosional, terutama antar pelajar atau masyarakat yang berada di lingkungan pengungsian yang sama. Hal ini juga membantu meminimalkan kecemburuan sosial akibat ketimpangan bantuan.

Untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, Fajar menyampaikan perlunya strategi khusus. Anak-anak perlu aktivitas bermain dan belajar agar tidak jenuh, sementara lansia harus tetap diberdayakan melalui diskusi, kegiatan keagamaan, atau penyuluhan. “Kalau mereka di pengungsian hanya tidur-tiduran, itu justru berpotensi menimbulkan stres,” ujarnya.

Tantangan lain yang dihadapi tim psikolog adalah faktor budaya dan bahasa. Perbedaan latar belakang antara relawan dan penyintas dapat menghambat proses building rapport atau membangun kedekatan. Oleh karena itu, psikolog perlu memahami konteks lokal agar dapat diterima oleh masyarakat yang melihat mereka sebagai “orang luar”.

UMS sendiri aktif terlibat dalam dukungan respons psikososial melalui penggalangan dana, koordinasi dengan HIMPSI wilayah terdampak, serta pengiriman relawan ke berbagai lokasi bencana, termasuk erupsi Merapi dan misi kemanusiaan internasional. Fajar menyebut bahwa kampus selalu siap mendukung sesuai kebutuhan lapangan.

Fajar menyampaikan pesan kepada penyintas untuk tetap sabar dan menguatkan diri. Ia menilai bahwa ujian ini dapat melatih resilience atau daya lenting psikologis seseorang. Masyarakat juga diimbau menjaga kohesivitas dan tidak memperbesar potensi gesekan sosial dalam distribusi bantuan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...