Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Dosen UMS jadi “Dosen Berdampak” Berkat Kiprah dalam Pemberdayaan dan Inovasi Desa

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 13 Oktober 2025 16:18 WIB
Dosen UMS jadi “Dosen Berdampak” Berkat Kiprah dalam Pemberdayaan dan Inovasi Desa
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dosen UMS jadi “Dosen Berdampak” Berkat Kiprah dalam Pemberdayaan dan Inovasi Desa. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kepedulian seorang dosen dalam menggerakkan anak muda untuk membangun desa melalui inovasi digital dan pemberdayaan masyarakat menghantarkan Hardika Dwi Hermawan, meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai “Dosen Berdampak”.

Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mendapatkan apresiasi atas kontribusinya yang nyata dalam menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi di berbagai pelosok desa di Indonesia.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diberikan oleh Kemdiktisaintek ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kiprah dosen UMS yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Ini adalah penghargaan untuk dosen kita, Mas Hardika, yang menurut Kementerian dianggap memiliki kontribusi besar bagi masyarakat. Mereka menyebutnya sebagai dosen berdampak, dan kami tentu sangat berbahagia serta bangga memiliki dosen muda luar biasa seperti beliau,” ujar Ihwan, Minggu (12/10/2025).

Lebih lanjut, Ihwan menilai bahwa pemikiran yang diusung Hardika tergolong futuristik. Ia menyoroti bahwa arah pembangunan tidak semestinya hanya berfokus pada kawasan perkotaan, tetapi justru harus dimulai dari desa dan masyarakatnya. “Mas Hardika ini punya insight yang visioner. Ia mendorong masyarakat desa untuk mandiri dan berkembang dengan potensi yang dimiliki. Inilah bentuk kontribusi nyata dosen UMS bagi bangsa,” imbuhnya.

Kolaborasi Strategis

Penghargaan yang diraih Hardika itu juga didukung oleh berbagai kolaborasi strategis. Salah satunya datang dari Paragon Corp, perusahaan yang turut memberikan dukungan sarana dan riset bagi dosen UMS. “Project-project semacam ini tentu membutuhkan pendanaan dan kemitraan. Paragon adalah salah satu pihak yang turut mendukung program Mas Hardika, di samping Pertamina, PLN, hingga Wardah. Ini menunjukkan kiprah dosen kita diakui berbagai pihak,” jelasnya.

Menurut Ihwan, capaian Hardika bukan hanya prestasi individu, melainkan juga pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia UMS yang berkelas dunia. “Apa yang dilakukan Mas Hardika tidak hanya bekerja sama dengan mitra dalam negeri, tetapi juga dengan mitra luar negeri. Ini sangat sejalan dengan visi UMS sebagai pusat pendidikan islami yang memberi arah perubahan,” katanya.

Selain mendukung visi World Class University (WCU), keberhasilan ini juga memperkuat salah satu pilar strategis UMS, yakni sumber daya manusia yang unggul dan berdampak global. “Kami ingin SDM UMS, baik dosen maupun mahasiswa, memiliki jaringan internasional dan menghasilkan karya yang menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia,” ujar Ihwan.

Sementara itu, Hardika Dwi Hermawan menjelaskan kiprahnya dalam mendirikan Desamind atau Desamind Foundation, organisasi yang fokus mendorong anak muda menjadi local champion dalam pengembangan desa. Bersama timnya, ia aktif menginisiasi berbagai proyek inovasi digital di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Indonesia.

“Desamind ini lahir dari keresahan kami. Kami merasa bahwa ilmu yang kami peroleh tidak seharusnya berhenti di ruang akademik. Ada tanggung jawab sosial dan moral untuk mengabdi. Potensi di desa itu besar, tapi lilinnya belum menyala, sehingga tugas kami menyalakan lilin-lilin itu,” ungkap Hardika.

Hardika juga menyoroti pentingnya integrasi antara kompetensi global dan pemahaman akar rumput. “Kami ingin mendorong anak muda punya world class competence, tapi juga grassroot understanding yang kuat. Karena perubahan nyata seringkali justru dimulai dari desa,” katanya.

Desa Mitra

Dalam kiprahnya, Desamind menginisiasi berbagai proyek sosial di 30 desa mitra di seluruh Indonesia. Di Sukabumi, mereka mengembangkan Desamind Farm dengan konsep pertanian regeneratif; di Purbalingga ada proyek Beras Pos Cipaku; sementara di Lombok Timur dikembangkan Wana Sahabat Trigona Center, pusat budidaya lebah Trigona sp. Program serupa juga dijalankan di wilayah 3T seperti Asmat dan Maluku.

Menurut Fathiya Khairiya, CSR Executive Paragon Corp, pihaknya melihat potensi besar dalam gerakan sosial yang digagas Hardika. “Desamind adalah organisasi kesukarelawanan yang diisi anak muda Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, yang ingin mendorong kontribusi bagi masyarakat desa. Kami mendukung penuh semangat anak muda seperti ini karena mereka memiliki world class competence dan grassroot understanding yang kuat,” jelas Fathiya.

Ia menambahkan, semangat yang dibawa Desamind sejalan dengan nilai-nilai Paragon Corp dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. “Kami melihat bagaimana anak muda bisa turun tangan langsung ke desa-desa untuk mengembangkan potensi lokal, meski dengan keterbatasan sumber daya. Ini bentuk nyata dari kolaborasi multi pihak yang berdampak,” tambahnya.

Hardika juga menegaskan bahwa Desamind beroperasi secara non-profit dengan lebih dari 400 pengurus daerah di seluruh Indonesia. Semua relawan tidak menerima gaji, melainkan digerakkan oleh rasa tanggung jawab sosial dan semangat berbagi. “Yang membuat kami bertahan adalah emotional connection dan rasa memiliki yang kuat. Ini bukan sekadar organisasi, tapi gerakan sosial,” tuturnya.

Hardika mengutip pesan dari Tan Malaka sebagai refleksi bagi para akademisi. “Bila kaum muda yang telah bersekolah tinggi merasa terlalu pintar untuk melebur dengan masyarakat desa, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali. Jadi mari kita semua turun tangan dan berbuat nyata untuk masyarakat,” ujarnya.

Berita Terbaru

DKPTI UMS Matangkan Persiapan KBMK 2026, Bidik Delegasi Unggul ke Tingkat Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mematangkan persiapan mahasiswa dalam menghadapi Kompetisi Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 melalui langkah strategis yang telah dimulai sejak...

UMS Perkuat Kompetensi Guru Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Upaya peningkatan kualitas pembelajaran terus didorong Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui penguatan kompetensi guru, salah satunya dengan memberikan pelatihan penyusunan asesmen dan Tes Kemampuan...

UMS Diskon Dana Pengembangan hingga 50 Persen untuk Pendaftar Prodi AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan potongan dana pengembangan hingga 50% bagi calon mahasiswa yang mendaftar Program Studi Artificial Intelligence (AI). Direktur Direktorat Akademik dan...

UMS Tawarkan Jalur Khusus Bagi Pemilik Berkas SNBP

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebagai bentuk apresiasi bagi calon mahasiswa yang belum lolos di perguruan tinggi negeri....

IKA UMS Dorong Alumni Jadi Pilar Penting Pengembangan Kampus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMS menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dosen dan tenaga kependidikan...

Penerima Beasiswa Kader UMS Didorong Jadi Kader Unggul dan Berkemajuan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasiswa penerima Beasiswa Kader Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diingatkan untuk tidak sekadar menjadi mahasiswa biasa, tetapi tampil sebagai kader unggul yang membawa nilai-nilai Muhammadiyah...

Angkat Pendidikan Hukum, PDIH & MIH UMS Kolaborasi dengan Fakultas Hukum UM Kupang

KUPANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Studi Doktor Ilmu Hukum (PDIH) dan Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas jejaring akademik melalui kegiatan kunjungan...

UMS Luncurkan MyUjian, Perkuat Mutu Akademik Berbasis Digital

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran meluncurkan sistem MyUjian dan pengukuran capaian pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE). Hal...

KMPA Giri Bahama UMS Integrasikan Olahraga Arus Deras dengan Ilmu Geografi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Giri Bahama Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani masa pengembaraan olahraga arus deras. Masa pengembaraan merupakan masa bagi...

Inovasi Sekolah Pintar Bertenaga Matahari, Mahasiswa UMS Rebut 5 Medali Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Inovasi berbasis teknologi kembali lahir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui gagasan Edu Solar & IoT Hub, mahasiswa menghadirkan solusi pendidikan berkelanjutan yang...

Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus Tingkatkan Literasi Kesehatan Mahasiswa

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam penguatan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis...

Magister Fisioterapi UMS Sabet Akreditasi Unggul, Pelopor Program S2 di Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Studi Magister Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menorehkan capaian membanggakan dengan meraih akreditasi unggul LAM-PTKes No. SK:0176/LAM-PTKes/Akr/Mag/III/2026, meskipun baru...