
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kepedulian seorang dosen dalam menggerakkan anak muda untuk membangun desa melalui inovasi digital dan pemberdayaan masyarakat menghantarkan Hardika Dwi Hermawan, meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai “Dosen Berdampak”.
Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mendapatkan apresiasi atas kontribusinya yang nyata dalam menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi di berbagai pelosok desa di Indonesia.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diberikan oleh Kemdiktisaintek ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kiprah dosen UMS yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Ini adalah penghargaan untuk dosen kita, Mas Hardika, yang menurut Kementerian dianggap memiliki kontribusi besar bagi masyarakat. Mereka menyebutnya sebagai dosen berdampak, dan kami tentu sangat berbahagia serta bangga memiliki dosen muda luar biasa seperti beliau,” ujar Ihwan, Minggu (12/10/2025).
Lebih lanjut, Ihwan menilai bahwa pemikiran yang diusung Hardika tergolong futuristik. Ia menyoroti bahwa arah pembangunan tidak semestinya hanya berfokus pada kawasan perkotaan, tetapi justru harus dimulai dari desa dan masyarakatnya. “Mas Hardika ini punya insight yang visioner. Ia mendorong masyarakat desa untuk mandiri dan berkembang dengan potensi yang dimiliki. Inilah bentuk kontribusi nyata dosen UMS bagi bangsa,” imbuhnya.
Kolaborasi Strategis
Penghargaan yang diraih Hardika itu juga didukung oleh berbagai kolaborasi strategis. Salah satunya datang dari Paragon Corp, perusahaan yang turut memberikan dukungan sarana dan riset bagi dosen UMS. “Project-project semacam ini tentu membutuhkan pendanaan dan kemitraan. Paragon adalah salah satu pihak yang turut mendukung program Mas Hardika, di samping Pertamina, PLN, hingga Wardah. Ini menunjukkan kiprah dosen kita diakui berbagai pihak,” jelasnya.
Menurut Ihwan, capaian Hardika bukan hanya prestasi individu, melainkan juga pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia UMS yang berkelas dunia. “Apa yang dilakukan Mas Hardika tidak hanya bekerja sama dengan mitra dalam negeri, tetapi juga dengan mitra luar negeri. Ini sangat sejalan dengan visi UMS sebagai pusat pendidikan islami yang memberi arah perubahan,” katanya.
Selain mendukung visi World Class University (WCU), keberhasilan ini juga memperkuat salah satu pilar strategis UMS, yakni sumber daya manusia yang unggul dan berdampak global. “Kami ingin SDM UMS, baik dosen maupun mahasiswa, memiliki jaringan internasional dan menghasilkan karya yang menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia,” ujar Ihwan.
Sementara itu, Hardika Dwi Hermawan menjelaskan kiprahnya dalam mendirikan Desamind atau Desamind Foundation, organisasi yang fokus mendorong anak muda menjadi local champion dalam pengembangan desa. Bersama timnya, ia aktif menginisiasi berbagai proyek inovasi digital di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) di Indonesia.
“Desamind ini lahir dari keresahan kami. Kami merasa bahwa ilmu yang kami peroleh tidak seharusnya berhenti di ruang akademik. Ada tanggung jawab sosial dan moral untuk mengabdi. Potensi di desa itu besar, tapi lilinnya belum menyala, sehingga tugas kami menyalakan lilin-lilin itu,” ungkap Hardika.
Hardika juga menyoroti pentingnya integrasi antara kompetensi global dan pemahaman akar rumput. “Kami ingin mendorong anak muda punya world class competence, tapi juga grassroot understanding yang kuat. Karena perubahan nyata seringkali justru dimulai dari desa,” katanya.
Desa Mitra
Dalam kiprahnya, Desamind menginisiasi berbagai proyek sosial di 30 desa mitra di seluruh Indonesia. Di Sukabumi, mereka mengembangkan Desamind Farm dengan konsep pertanian regeneratif; di Purbalingga ada proyek Beras Pos Cipaku; sementara di Lombok Timur dikembangkan Wana Sahabat Trigona Center, pusat budidaya lebah Trigona sp. Program serupa juga dijalankan di wilayah 3T seperti Asmat dan Maluku.
Menurut Fathiya Khairiya, CSR Executive Paragon Corp, pihaknya melihat potensi besar dalam gerakan sosial yang digagas Hardika. “Desamind adalah organisasi kesukarelawanan yang diisi anak muda Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, yang ingin mendorong kontribusi bagi masyarakat desa. Kami mendukung penuh semangat anak muda seperti ini karena mereka memiliki world class competence dan grassroot understanding yang kuat,” jelas Fathiya.
Ia menambahkan, semangat yang dibawa Desamind sejalan dengan nilai-nilai Paragon Corp dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. “Kami melihat bagaimana anak muda bisa turun tangan langsung ke desa-desa untuk mengembangkan potensi lokal, meski dengan keterbatasan sumber daya. Ini bentuk nyata dari kolaborasi multi pihak yang berdampak,” tambahnya.
Hardika juga menegaskan bahwa Desamind beroperasi secara non-profit dengan lebih dari 400 pengurus daerah di seluruh Indonesia. Semua relawan tidak menerima gaji, melainkan digerakkan oleh rasa tanggung jawab sosial dan semangat berbagi. “Yang membuat kami bertahan adalah emotional connection dan rasa memiliki yang kuat. Ini bukan sekadar organisasi, tapi gerakan sosial,” tuturnya.
Hardika mengutip pesan dari Tan Malaka sebagai refleksi bagi para akademisi. “Bila kaum muda yang telah bersekolah tinggi merasa terlalu pintar untuk melebur dengan masyarakat desa, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali. Jadi mari kita semua turun tangan dan berbuat nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...
UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...
Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...
Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...
UMS Kenalkan Teknologi Tepat Guna, Dongrak Produktivitas Batik Desa Wisata Jarum
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna bagi perajin batik di Desa Wisata...
UMS Perkuat Kesejahteraan Pegawai lewat BPJS, Dakes, dan Layanan Konseling
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui peningkatan program kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental....
UMS Dampingi Desa Wisata Jarum Kembangkan Produk Ecoprint Berdaya Saing
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan kewirausahaan, penamaan...
Pendaftar PMB UMS 2026 Meningkat, Persaingan Masuk Kampus Kian Ketat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Minat masyarakat melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meningkat. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru...
FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui kegiatan field study membatik di Batik MY,...
Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Publikasi Internasional Terbaik di AICIRE 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS,...
Atlet UMS Sumbang Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, berhasil mempersembahkan medali emas...
Lantik 79 Dokter Baru, FK UMS Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melantik dan mengambil sumpah 79 dokter baru Angkatan LIX Tahun 2026 dalam prosesi di...






