Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Abdur Rochim Kupas Akhlak Kenabian di Kartotiyasan

Mafaza Haikal Ahmad, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 22 September 2025 18:48 WIB
Abdur Rochim Kupas Akhlak Kenabian di Kartotiyasan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Koordinator Kuliah Subuh (KKS) Kartotiyasan bersama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kratonan, Solo Selatan menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Minggu (21/09/2025) di Musala Tasmiyah, Kartotiyasan, Kratonan, Serengan, Solo. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Koordinator Kuliah Subuh (KKS) Kartotiyasan bersama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kratonan, Solo Selatan menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Minggu (21/09/2025) di Musala Tasmiyah, Kartotiyasan, Kratonan, Serengan, Solo.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB itu menghadirkan Ketua PRM Jayengan, Abdur Rochim, sebagai pembicara dengan tema ‘Mengungkap Akhlak Kenabian di penghujung bulan Rabiulawal’.

Dalam ceramahnya, Abdur Rochim mengawali dengan mengutip firman Allah dalam QS. al-Qalam ayat 4, “Wa innaka la’ala khuluqin ‘azhim,” yang berarti, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” Ia menjelaskan kesempurnaan akhlak Rasulullah Saw. merupakan teladan nyata bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika ditanya mengenai akhlak Rasulullah, Siti Aisyah menjawab bahwa akhlak beliau adalah Al-Qur’an. Beliau marah dan ridha semata-mata karena Allah. Dari sanalah kita belajar bahwa akhlak merupakan kristalisasi iman, adab lahiriah adalah buah dari adab batin,” tuturnya.

Mengutip kitab Minhajul Qashidin karya Ibnu Qudamah, ia menegaskan amal saleh lahir dari kematangan akhlak, sementara adab adalah rembesan dari makrifat.

Cerminan Akhlak Kenabian Rasulullah

Abdur Rochim kemudian mencontohkan keseharian Rasulullah saw. sebagai cerminan akhlak kenabian, di antaranya :

1.Rasulullah sosok yang lembut, murah hati, dan dermawan.

2.Hidup sederhana dan mandiri,

“Rasulullah saw. tidak mau merepotkan keluarganya. Beliau dengan tangan sendiri memperbaiki terompah, menambah kancing baju yang lepas, bahkan menjahit kembali pakaian yang sobek” jelasnya.

3.Berlaku adil terhadap undangan dengan menghadiri yang lebih dahulu datang tanpa memandang strata sahabat.

Koordinator Kuliah Subuh (KKS) Kartotiyasan bersama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kratonan, Solo Selatan menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Minggu (21/09/2025) di Musala Tasmiyah, Kartotiyasan, Kratonan, Serengan, Solo.

Koordinator Kuliah Subuh (KKS) Kartotiyasan bersama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kratonan, Solo Selatan menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Minggu (21/09/2025) di Musala Tasmiyah, Kartotiyasan, Kratonan, Serengan, Solo. (Humas)

4.Menerima hadiah, tetapi menolak zakat dan sedekah karena itu hak fakir miskin.

“Bayangkan, beliau pernah menerima hadiah berupa kurma selepas zuhur, tetapi ketika asar tiba, kurma itu sudah habis dibagikan kepada orang lain. Begitulah kedermawanan Rasulullah saw. yang tidak menyisakan untuk dirinya,” ujar Abdur Rochim menekankan.

5.Menikmati apa pun makanan yang tersaji tanpa mencela.

6.Mengenakan busana yang ada serta sangat menyukai parfum khususnya minyak misk.

“Dalam berbusana, Rasulullah selalu mengenakan apa saja yang siap dipakai. Beliau juga amat menyukai parfum, khususnya minyak misk, sampai-sampai aromanya tercium meskipun beliau masih berjarak lebih dari 20 langkah,” tutur Abdur Rochim.

Menurutnya, akhlak kenabian inilah yang harus diteladani oleh umat Islam, tidak hanya dipelajari, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terbaru

Langgar Agung Al Falah Kerten Gelar Pengajian Arloji Sambut 1 Muharam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Langgar Agung Al Falah Kerten Solo kembali menggelar Pengajian Arloji (Amanah Ora Lali Ndongo lan Ngaji) pada Malam Jumat Kliwon di Teras...

Momen Iduladha, Umat Diajak Perkuat Kepedulian Sosial

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Semangat pengorbanan dalam nilai spiritual menjadi tema utama Salat Iduladha yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Bayan Krajan RT 4 RW 15, Kadipiro,...

Iman dan Takwa Jadi Kunci Keberkahan Kampung

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan kajian bertema “Kunci Kampung yang Berkah dan Bahagia” dalam Salat Subuh...

Doa sebagai Penyembuh: Sembuhkanlah Sakitmu dengan Dahsyatnya Kekuatan Doa

Di tengah dunia yang semakin bising, manusia modern sesungguhnya sedang memikul banyak luka yang tidak selalu tampak oleh mata. Ada tubuh yang sakit karena kelelahan,...

Pengajian Aisyiyah Kampung Sewu, Jatmiko Ingatkan Ketakwaan sebagai Solusi Langit

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, menyampaikan pesan mendalam tentang ketakwaan sebagai solusi atas setiap persoalan hidup dalam...

Tafsir atau Tafsir-Tafsir-an? Bahaya Belajar Agama Tanpa Guru di Era Digital

Ada satu perubahan yang pelan-pelan terjadi dalam cara manusia memahami agama—dan sering kali luput disadari. Hari ini, belajar agama terasa semakin mudah. Cukup membuka TikTok,...

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...