Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Pertarungan SPMB yang Sesungguhnya Itu di Semester 1

Pujiono, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 20 Agustus 2025 12:49 WIB
Pertarungan SPMB yang Sesungguhnya Itu di Semester 1
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - SD Muhammadiyah 6 PLUS Solo menyelenggarakan kegiatan Trial Class yang mendapatkan respons positif para calon wali murid. Kegiatan ini diadakan untuk melatih anak-anak sedini mungkin mengenal lingkungan baru mereka. (Humas)

Pertarungan sistem penerimaan murid baru (SPMB) bukan hanya soal siapa paling ramai di akhir tahun ajaran. Sesungguhnya, medan perjuangan itu sudah dimulai sejak semester 1. Sayang sekali, banyak sekolah masih terjebak pada pola lama: diam menunggu hingga semester 2, baru bergerak ketika semua sekolah juga bergerak.

Padahal saat itu medan sudah sesak dengan presentasi, brosur, iklan, dan rebutan perhatian calon wali murid. Akhirnya, sekolah kehilangan momentum emas. Justru di semester 1, ketika banyak sekolah masih hening, saat itulah peluang terbesar terbuka.

Orang tua mulai melirik, mencari-cari informasi, bahkan diam-diam membandingkan sekolah. Bila di masa ini sekolah kita sudah tampil, sudah memberi kesan, sudah hadir di benak masyarakat, maka jalan menuju kemenangan di SPMB menjadi lebih mudah. Maka, rugi besar bila semester 1 hanya diisi dengan diam. Saat semua diam, mari kita bergerak!

Gerakan Sederhana

Gerakan sederhana sekalipun—publikasi kegiatan sekolah, kunjungan ke TK/PAUD Untuk SD/MI, Ke SD/MI Untuk SMP dan Seterusnya testimoni wali murid, atau sekadar menyapa masyarakat lewat media sosial—sudah cukup untuk menancapkan nama sekolah lebih dulu di hati calon wali murid.

Ingat, semester 2 adalah “pertarungan terbuka” di mana semua sekolah juga bergerak. Siapa yang baru mulai di semester itu, berarti hanya ikut arus. Tetapi siapa yang sudah start lebih awal, dialah yang akan unggul.

Maka kepada tim SPMB sekolah, bangunlah segera! Bergeraklah hari ini juga, jika engkau mau menang. Kemenangan bukan milik yang sekadar menunggu, melainkan milik mereka yang memulai lebih awal, konsisten, dan tak kenal lelah memperjuangkan nama baik sekolah.

Berita Terbaru

TKA Bukan Momok

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...

Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan

Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam

Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...

Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA

Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...

Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan

Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...

Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali

Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...

Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser

Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...

Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial

Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...

Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia

Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...

Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...

Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan

Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...

Leave a comment