
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 256 guru dari 92 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah Soloraya mengikuti kegiatan Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan dan Pengabdian (LPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS).
Diklat ini diikuti peserta dari lima wilayah, yaitu Kabupaten Boyolali, Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Sragen. Terdapat total tujuh kelas yang terbagi berdasarkan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/K. Setiap kelas difasilitasi dua dosen pendamping yang merupakan bagian dari tim fasilitator LPD FKIP UMS.
Ketua LPD FKIP UMS, Agus Susilo, menyampaikan program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UMS dalam peningkatan mutu pendidikan di wilayah Solo Raya. “Ini bukan kegiatan sekali selesai, tetapi bagian dari peran UMS dalam mendampingi transformasi pendidikan di tingkat satuan pendidikan,” tegasnya.
Tim fasilitator kegiatan ini terdiri dari dosen-dosen berpengalaman, yaitu: Jan Wantoro, Arif Setiawan, Irma Yuliana, Ahmad Chamsudin, Aditya Nur Cahyo, Sukirman, Supriyono, dan Adi Nur Cahyo. Ada pula M. Waluyo, Hardika Dwi Hermawan, M. Lutfi, Ryan Rizki Adhisa, dan Ayik Oktafia, dan Widodo.
Acara ini sukses diselenggarakan dalam satu rangkaian (IN-ON-IN) yang diawali dengan IN-1 selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 14–18 Juli 2025, bertempat di Kampus 1 FKIP UMS Gedung B dan C, serta di SMP Negeri 2 Klaten sebagai lokasi mitra.
Mulai Tergantikan AI
Agus Susilo menyebut, tugas – tugas rutin mulai tergantikan oleh otomatisasi. AI menggantikan pekerjaan yang bersifat berulang (clerical), tetapi juga menciptakan profesi baru. Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) merupakan program prioritas Kemendikdasmen untuk menyiapkan generasi yang melek teknologi, melatih siswa berpikir kritis – kreatif melalui Computational Thinking dan mampu berkolaborasi sehingga adaptif terhadap masa depan.
Core Skills in 2025 menurut Future of Jobs report 2025 mencerminkan perubahan signifikan akibat pesatnya kemajuan teknologi, khususnya AI, serta pergeseran kebutuhan tenaga kerja global. Agus Susilo melihat negara-negara di dunia mulai memasukkan kecerdasan artifisial ke dalam sistem pendidikan nasional mereka.
Termasuk Indonesia yang mulai diperkenalkan di fase C (Kelas 5 dan 6 SD), sebagai mapel pilihan sesuai kesiapan sekolah dan siswa secara bertahap. Implementasi mapel KKA dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang disesuaikan.
Diklat KKA untuk guru merupakan salah satu upaya menyiapkannya. Meskipun 4 elemennya beririsan dengan dengan mapel wajib informatika (Fase D dan E), KKA memberikan penekanan pada etika penggunaan dan kolaborasinya untuk menunjang produktivitas manusia.

Sebanyak 256 guru dari 92 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah Soloraya mengikuti kegiatan Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan dan Pengabdian (LPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS). (Humas)
Pada jenjang SD berfokus pada peningkatan literasi digital dan etika AI secara bertahap dan menyenangkan. Jenjang SMP mengeksplorasi penggunaan AI dalam kehidupan sehari – hari. Jenjang SMA/K, pemrograman dasar, etika penggunaan AI serta proyek aplikatif.
Respon peserta terhadap kegiatan ini sangat positif. Mereka mengapresiasi pendekatan praktis yang diterapkan serta suasana pembelajaran yang kolaboratif. Salah satu peserta, Muhammad Rizky Aminudin dari SMA Al Islam 1 Surakarta, mengungkapkan pengalamannya.
“Dengan mengikuti pelatihan Koding dan Kecerdasan Artificial yang diadakan oleh LPD UMS, saya tidak hanya memperoleh banyak pengalaman dan ilmu, tetapi juga bertemu teman-teman baru dan saling berbagi metode. Kami juga mendalami konsep dasar kecerdasan artificial serta ilmu pedagogi untuk menyampaikannya secara efektif kepada siswa,” ujarnya.
Salah satu fasilitator, Irma Yuliana menekankan pada dasarnya AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan memperkaya dan memartabatkan kita dengan membuka peluang baru untuk belajar, bekerja dan berkarya lebih bijaksana.
Teknologi ini memungkinkan manusia memfokuskan energi pada hal – hal yang lebih bermakna, menjadikan pendidikan dan pekerjaan lebih manusiawi, kreatif dan penuh empati. Pemanfaatan AI yang bertanggungjawab merupakan puncak dari literasi AI yang menitikberatkan pemanfaatan AI yang beretika dan lebih bijaksana sehingga terhindar dari penyalahgunaan dan ketergantungan.
Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...
UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...
Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...
Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...
Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...
Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...
Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...
Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...
Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...
Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...
Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...
LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...






