Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Dari Tular Nalar Summit 2025: Kecerdasan Artifisial jadi Alat Penting Membentuk Persepsi Pemilih Pemula

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Senin, 30 Juni 2025 11:54 WIB
Dari Tular Nalar Summit 2025: Kecerdasan Artifisial jadi Alat Penting Membentuk Persepsi Pemilih Pemula
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, saat memberi sambutan pada Tular Nalar Summit 2025 via tayangan vidido, Kamis (26/6/2025). (Istimewa).

SLEMAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Menurut penelitian Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada pada pemilu presiden 2024, penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) telah menjadi alat penting dalam membentuk persepsi pemilih pemula. Hal ini disampaikan oleh Dhevana Anarchia Ria Lay, Partnership Officer CfDS, pada panel kedua konferensi di Tular Nalar Summit 2025, Kamis (26/6/2025).

Survei CfDS terhadap 400 pemilih pemula menunjukkan digital image lebih berpengaruh daripada sejarah politik, menggeser gagasan ke estetika dan perasaan. “Kita tanya apakah kita memilih pemimpin atau didorong oleh lagu dan jogetan dengan soft-fakes,” imbuh perempuan yang akrab disapa Arsya itu. Gejala tersebut menambah dimensi baru bahwa pemilu dipengaruhi oleh AI, bukan sebagai penyebar hoaks, melainkan pembentuk ulang realitas yang disebut soft fakes.

Hal ini semakin relevan dengan perlunya peningkatan daya saing digital Indonesia. Sebagaimana direfleksikan dalam laporan IMD WDCR 2024 yang menunjukkan peringkat Indonesia naik dari 56 ke 43. Laju adopsi internet yang cepat membuka peluang sekaligus risiko, termasuk lebih dari 26 juta serangan phishing sepanjang 2024 menurut BSSN, yang menuntut literasi digital bagi semua kalangan, terutama kelompok rentan seperti lansia dan pemilih muda.

Kondisi ini menunjukkan bahwa menghadapi tantangan era digital, kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Diperlukan upaya bersama untuk membekali semua lapisan masyarakat. Utamanya kaum rentan seperti lansia dan pemilih pemula dengan kemampuan literasi digital dan pemikiran kritis. Semua ini agar mereka mampu memilah informasi dan terhindar dari dampak negatif digitalisasi. Salah satu inisiasi penting sebagai wujud gerakan kolektif ini adalah program literasi digital Tular Nalar – Mafindo.

Sebagai puncak acara, Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menyelenggarakan perayaan besar melalui Tular Nalar Summit 2025 yang berlangsung di Auditorium Sekolah Tinggi Multi Media (STMM-MMTC) di Jl. Magelang No.6, Slemat, DIY.  Mengusung tema “Merayakan Semesta Kolaborasi,” acara ini menjadi ruang temu para penggerak literasi digital dari seluruh Indonesia, serta menandai berakhirnya fase ketiga program Tular Nalar yang telah berlangsung sejak 2023.

Acara dibuka secara resmi oleh Septiaji Eko Nugroho, Ketua Presidium Mafindo dan Giri Lumakto, Program Manager Tular Nalar. Pada kesempatan tersebut Septiaji meluncukan Mafindo Institute pada publik, sebagai sebuah wadah untuk mengkompilasi edukasi literasi digital. Tentunya bisa terlaksana karena kolaborasi dengan banyak pihak. Dia juga menyoroti bahwa sekarang kita memasuki era Artificial Intelligence. “Ibarat 2 sisi mata pedang. Dampak negatif penggunaan teknologi yang keliru serta dampak negatif tak terduga. Ini membuat ruang digital masih diwarnai dengan hoaks dan ujaran kebencian,” tambahnya melalui keterangan tertulis yang diterima Muhammadiyahsolo.com, Minggu (29/6/2025).

Abdul Mu’ti, Menteri Dikdasmen, menjadi salah satu pembicara kunci melalui siaran video, menyoroti bahwa Tular Nalar Summit 2025 merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan Mafindo bersama berbagai elemen masyarakat. “Sebagai bagian dari upaya membangun kecerdasan dan kesalehan digital, forum [seperti Tular Nalar] ini sangat penting agar masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pengguna teknologi digital yang bijak,” ujarnya. Dalam kesempatan ini pula dia menyampaikan bahwa mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence atau kecerdasan artifisial akan mulai diajarkan kepada anak kelas 5 SD hingga SMA pada tahun ajar 2025/2026.

Menjadi pembicara kunci dalam rangkaian pembuka, R.M. Agung Harimurti Purnomojati selaku Ketua STMM menyampaikan apresiasinya pada Tular Nalar – Mafindo, Love Frankie, dan Google.org atas komitmen dan dedikasi mencerdaskan bangsa, terutama di ranah digital. “Mari kita jadikan momentum ini sebagai tonggak era baru literasi digital nasional yang lebih kritis, inklusif, dan berbudaya,” pungkasnya.

Tiga Sesi Panel

Setelah sesi pembukaan, forum dilanjutkan dengan konferensi yang terbagi dalam tiga panel utama. Panel pertama, bertajuk “Menyelamatkan Masa Tua di Linimasa”, membahas risiko digital yang dihadapi oleh kelompok lansia. Risiko tersebut termasuk maraknya penipuan online dan eksklusi teknologi. Panel ini menghadirkan Koree Monteloyola-Cañizares dari Techie Senior Philippines, Nani Zulminarni dari Ashoka Southeast Asia, serta Susiana Nugraha, Direktur Utama Indonesia Ramah Lansia (IRL), dan Giri Lumakto. Mereka menyoroti pentingnya perlindungan digital yang berbasis empati dan praktik nyata.

Panel kedua, “Timeline Political Disorientation for the First Time Voters”, mengupas dampak disinformasi politik terhadap pemilih pemula. Diskusi ini dipandu oleh para akademisi dan aktivis seperti Angela Romano dari Queensland University, Hanna Vanya dari Think Policy, Heroik Pratama dari Perludem, dan Arsya dari CfDS.

Sementara itu, panel ketiga mengangkat tema “Intergenerational AI: Education and Ethics”. Panel ini mengupas tantangan dan peluang pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis dan lintas generasi. Sesi ini menampilkan Muhammad Taufan Agasta, Stafsus Kemendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Pahlevi Fikri Auliya, V.P. Engineering and AI dari Ruangguru, F.X. Risang Baskara, Dosen di Universitas Sanata Dharma, dan Violita Siska, Program Manager AI Goes to School. Diskusi ini mempertemukan perspektif teknologi, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam satu ruang dialog.

Tular Nalar Summit 2025 juga diisi berbagai aktivitas berbasis komunitas dan para mitra yang menjadi ciri khas gerakan Tular Nalar. Di antaranya adalah Focus Group Discussion, pameran komunitas, dan kelas literasi digital inklusif Ayo Bareng untuk difabel tuli, penghayat kepercayaan, dan transpuan. Pada sore hari, acara ditutup dengan stand-up comedy bertema hoaks, penampilan seni komunitas, dan panggung musik akustik yang disambut meriah oleh peserta.

Menurut Giri Lumakto, Program Manager Tular Nalar, gerakan ini tidak akan berhenti di acara summit ini. “Tular Nalar adalah gerakan yang lahir dari keresahan warga, tumbuh dalam kolaborasi, dan hidup di ruang-ruang komunitas,” tutupnya.  Di fase ketiga sejak 2023, Tular Nalar telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat langsung yang terdiri dari 40.000 pemilih pemula dan 10.000 lansia. Sekitar 1,6 juta warga di seluruh Indonesia turut menerima manfaat sebagai end-beneficiaries yang ditularkan melalui kegiatan dan alumni kelas pelatihan Tular Nalar.

Berita Terbaru

Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...

Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...