SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sempat ramai di media sosial usai adanya konten video Lalu Satria Malaca yang menjadi tour guide di Murmansk, Rusia. Di sana, dia berpuasa dengan durasi yang sangat pendek. Dia menunjukkan jeda antara Subuh dan Maghrib yang merupakan waktu sahur dan berbuka puasa ternyata hanya beberapa puluh menit, atau kurang lebih satu jam sehingga untuk puasa dijalankan kurang dari satu jam.
Fenomena ini dapat dijelaskan melalui ilmu geografi atau astronomi. Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Choirul Amin, mengatakan fenomena perbedaan panjang waktu siang dan malam itu terkait dengan rotasi bumi terutama miringnya sumbu bumi yaitu 23 ½ derajat.
Miringnya sumbu bumi itu menyebabkan tidak semua waktu di bumi ini sama panjang antara siang dan malamnya. “Luar biasa Allah menciptakan aturan, terdapat hikmah dengan adanya aturan ini,” ujarnya, Rabu (12/3/2025).
Choirul Amin mengatakan sudut kemiringan itu membuat adanya perbedaan iklim dan seterusnya yang membuat sistem lingkungan di bumi ini berbeda-beda sehingga berganti-ganti atau dinamis. Berdasarkan letak geografis, Indonesia berada di garis khatulistiwa dan bahkan di Pontianak tepat 0 derajat.
Masih Dekat dengan Khatulistiwa
Sementara di pulau Jawa sedikit bertambah yaitu lintangnya tambah tinggi tetapi masih dekat dengan garis khatulistiwa. “Garis khatulistiwa adalah garis imajiner yang merupakan lintasan dari matahari ketika melewati bumi,” jelas Choi.
Sehingga waktu siang dan malam wilayah-wilayah yang berada dekat dengan garis khatulistiwa itu relatif hampir sama yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam. “Sehingga orang-orang di Indonesia, Malaysia puasanya hampir panjangnya sama yaitu 12 jam,” kata Choi.
Sementara itu wilayah yang semakin jauh dari khatulistiwa akan memiliki perbedaan antara panjang siang dan malamnya misalnya daerah di Rusia. Terdapat 11 zona waktu di Rusia yang saat ini digunakan. Selain itu, wilayah Rusia berdekatan juga dengan kutub utara.
“Jadi semakin jauh ya dari khatulistiwa. Nah di musim panas biasanya puasanya bisa panjang sekali, sementara di musim dingin itu puasanya bisa pendek sekali bahkan ada di daerah Rusia itu sepanjang hari adalah malam, siangnya sedikit,” ujar Wakil Dekan III Fakultas Geografi UMS itu.

Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Choirul Amin. (Humas)
Choi juga menerangkan, peredaran bumi itu seperti zigzag, kadang di sebelah utara kemudian nanti kembali ke tengah (khatulistiwa) kemudian kadang di sebelah selatan atau lebih condong ke selatan. Apabila diamati, ketika berada di Indonesia maka akan melihat terkadang matahari condong ke utara atau selatan, bukan tepat di barat.
Ketika matahari lebih banyak di utara, waktu siang hari di Rusia menjadi panjang sekali karena matahari panjang beredar di sana. Sementara ketika matahari berpindah ke arah selatan, Rusia akan sedikit sekali siangnya sementara malamnya bisa panjang sekali.
Bahkan ada di beberapa wilayah, siangnya selama 20 jam. “Nah terus apakah terus tidak puasa karena malam terus nggak pernah siang? Tentu saja tetap berpuasa orang di situ tetapi mengikuti (pendapat) beberapa ulama untuk mengikuti waktu puasa di Mekah,” tutur Choi.
Lantas bagaimana dengan orang yang berpuasa di wilayah seperti demikian? Dia menuturkan umat Islam yang menunaikan ibadah puasa di wilayah seperti demikian, untuk waktu sahur dan berbukanya dapat mengikuti waktu di lokasi terdekat atau di Mekah.
BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...
Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...
PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...
Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...
Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...
Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...
Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...
Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...
PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...







