Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Puasa Hanya Satu Jam? Begini Penjelasan dari Perspektif Ilmu Geografi

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 12 Maret 2025 17:14 WIB
Puasa Hanya Satu Jam? Begini Penjelasan dari Perspektif Ilmu Geografi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi bola dunia. (Unsplash)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sempat ramai di media sosial usai adanya konten video Lalu Satria Malaca yang menjadi tour guide di Murmansk, Rusia. Di sana, dia berpuasa dengan durasi yang sangat pendek. Dia menunjukkan jeda antara Subuh dan Maghrib yang merupakan waktu sahur dan berbuka puasa ternyata hanya beberapa puluh menit, atau kurang lebih satu jam sehingga untuk puasa dijalankan kurang dari satu jam.

Fenomena ini dapat dijelaskan melalui ilmu geografi atau astronomi. Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Choirul Amin, mengatakan fenomena perbedaan panjang waktu siang dan malam itu terkait dengan rotasi bumi terutama miringnya sumbu bumi yaitu 23 ½  derajat.

Miringnya sumbu bumi itu menyebabkan tidak semua waktu di bumi ini sama panjang antara siang dan malamnya. “Luar biasa Allah menciptakan aturan, terdapat hikmah dengan adanya aturan ini,” ujarnya, Rabu (12/3/2025).

Choirul Amin mengatakan sudut kemiringan itu membuat adanya perbedaan iklim dan seterusnya yang membuat sistem lingkungan di bumi ini berbeda-beda sehingga berganti-ganti atau dinamis. Berdasarkan letak geografis, Indonesia berada di garis khatulistiwa dan bahkan di Pontianak tepat 0 derajat.

Masih Dekat dengan Khatulistiwa

Sementara di pulau Jawa sedikit bertambah yaitu lintangnya tambah tinggi tetapi masih dekat dengan garis khatulistiwa. “Garis khatulistiwa adalah garis imajiner yang merupakan lintasan dari matahari ketika melewati bumi,” jelas Choi.

Sehingga waktu siang dan malam wilayah-wilayah yang berada dekat dengan garis khatulistiwa itu relatif hampir sama yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam. “Sehingga orang-orang di Indonesia, Malaysia puasanya hampir panjangnya sama yaitu 12 jam,” kata Choi.

Sementara itu wilayah yang semakin jauh dari khatulistiwa akan memiliki perbedaan antara panjang siang dan malamnya misalnya daerah di Rusia. Terdapat 11 zona waktu di Rusia yang saat ini digunakan. Selain itu, wilayah Rusia berdekatan juga dengan kutub utara.

“Jadi semakin jauh ya dari khatulistiwa. Nah di musim panas biasanya puasanya bisa panjang sekali, sementara di musim dingin itu puasanya bisa pendek sekali bahkan ada di daerah Rusia itu sepanjang hari adalah malam, siangnya sedikit,” ujar Wakil Dekan III Fakultas Geografi UMS itu.

Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Choirul Amin.

Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Choirul Amin. (Humas)

Choi juga menerangkan, peredaran bumi itu seperti zigzag, kadang di sebelah utara kemudian nanti kembali ke tengah (khatulistiwa) kemudian kadang di sebelah selatan atau lebih condong ke selatan. Apabila diamati, ketika berada di Indonesia maka akan melihat terkadang matahari condong ke utara atau selatan, bukan tepat di barat.

Ketika matahari lebih banyak di utara, waktu siang hari di Rusia menjadi panjang sekali karena matahari panjang beredar di sana. Sementara ketika matahari berpindah ke arah selatan, Rusia akan sedikit sekali siangnya sementara malamnya bisa panjang sekali.

Bahkan ada di beberapa wilayah, siangnya selama 20 jam. “Nah terus apakah terus tidak puasa karena malam terus nggak pernah siang? Tentu saja tetap berpuasa orang di situ tetapi mengikuti (pendapat) beberapa ulama untuk mengikuti waktu puasa di Mekah,” tutur Choi.

Lantas bagaimana dengan orang yang berpuasa di wilayah seperti demikian? Dia menuturkan umat Islam yang menunaikan ibadah puasa di wilayah seperti demikian, untuk waktu sahur dan berbukanya dapat mengikuti waktu di lokasi terdekat atau di Mekah.

Berita Terbaru

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...