Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Haedar Nashir Ingatkan Bahaya Status Quo dalam Gerakan Pada Milad ke-109 ‘Aisyiyah

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Selasa, 19 Mei 2026 16:22 WIB
Haedar Nashir Ingatkan Bahaya Status Quo dalam Gerakan Pada Milad ke-109 ‘Aisyiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menyampaikan sambutan pada Milad ke-109 'Aisyiyah di Unisa Jogja, Selasa (19/5/2026). {Istimewa].

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya pembaruan cara berpikir dan penguatan daya juang organisasi dalam menghadapi perubahan zaman.

Haedar menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan pada Refleksi Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Selasa (19/5/2026), di Convention Hall Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Kegiatan yang mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang ‘Aisyiyah di tengah perubahan global yang semakin kompleks.

Siaran pers yang diterima Muhammadiyahsolo.com, menyebutkan Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kini berhadapan dengan realitas baru yang ditandai perubahan ekosistem sosial yang sangat cepat, termasuk hadirnya revolusi teknologi informasi yang membawa tantangan baru bagi gerakan dakwah dan organisasi. Ia mengajak seluruh warga Persyarikatan menjadikan usia panjang organisasi sebagai energi kemajuan. Menurutnya, usia Muhammadiyah yang telah mencapai 113 tahun dan ‘Aisyiyah 109 tahun harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas amal usaha dan gerakan.

Mengutip hadis, Haedar menyebut agar panjang usianya baik amalnya, jangan sampai panjang usianya buruk amalnya. “Sehingga usia lebih dari satu abad Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus menjadi motivasi untuk melangkah ke depan yang jauh lebih baik,” tegasnya. Haedar juga mengingatkan bahwa tantangan gerakan kini hadir di berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, ekonomi hingga kesehatan. Ia menilai mobilitas sosial masyarakat berkembang sangat cepat sehingga organisasi dapat tertinggal apabila tidak melakukan pembaruan.

“Semua hampir terjadi, mobilitas terjadi, di mana punya orang berkembang bahkan lebih baik dari kita, bahkan bisa jadi kita berjalan di tempat,” ujarnya.  Menurutnya, untuk tetap berada di garis depan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus bangkit dengan spirit baru serta daya juang tinggi, sekaligus menghindari godaan terbesar organisasi besar yakni sikap status quo.

Dalam konteks pembangunan peradaban, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah hadir bukan sekadar menjalankan aktivitas organisasi, melainkan membangun masyarakat Islam yang sebenarnya yang artinya itu membangun peradaban. Sedangkan peradaban itu sendiri adalah sebagai puncak dari kebudayaan. “Maka jika ingin membangun peradaban, bangun dulu kebudayaannya.”

Ia menjelaskan beberapa unsur penting dalam membangun peradaban, antara lain pembangunan bahasa, pengembangan kesenian yang mendorong kemajuan, penguatan sistem pengetahuan dan pendidikan, serta pengembangan sistem ekonomi dan mata pencaharian. “Aisyiyah sudah memiliki BUEKA [Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah] dan berbagai amal usaha lainnya. Amal usaha kita harus dibawa ke tingkat lebih tinggi, itulah yang disebut unggul atau berkemajuan,” tegasnya.  Sehingga,  menurut Haedar,  penting untuk membenahi seluruh amal usaha Persyarikatan termasuk amal usaha pendidikan. “Boleh tempatnya terpencil atau digang sempit, tapi kualitasnya harus kita bangun,” ujarnya.

Perubahan Alam Berpikir

Untuk mendukung hal tersebut, ia menyoroti pentingnya perubahan alam pikiran menuju pola pikir unggul dan maju sebagaimana dicontohkan pendiri Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. “Alam pikiran unggul dan maju harus kita bangun. Bagaimana yang kecil bisa menjadi kuat dan mengalahkan yang besar, apalagi yang besar masa kalah dengan yang kecil,” katanya.  Ia menambahkan bahwa perubahan memang tidak mudah karena manusia cenderung bertahan pada kebiasaan lama. Namun perubahan tetap harus berjalan dalam kerangka gerakan Islam berkemajuan agar tidak kehilangan arah.

Selain itu, Haedar mengingatkan pentingnya fokus organisasi pada program utama dan tidak mudah tergoda mengikuti agenda lain yang tidak selaras. Ia juga mendorong ‘Aisyiyah untuk mampu memobilisasi potensi besar yang dimiliki agar tidak hanya menjadi potensi laten.  “‘Aisyiyah besar potensinya, tapi jangan biarkan potensi itu laten tersimpan di bawah. Harus diubah menjadi potensi yang termanifes,” tegasnya.

Dalam aspek kepemimpinan dan organisasi, Haedar menekankan pentingnya manajemen perubahan, manajemen pengembangan, dan manajemen kemajuan agar gagasan besar tidak berhenti sebagai wacana.  “Jangan seperti ayam di kandang bertelur satu ribut sekampung, jadilah penyu di pantai, bertelur seratus tak pernah bangga,” ujarnya.

Menutup arahannya, Haedar mengingatkan agar organisasi menghindari hal-hal kontraproduktif, termasuk aktivitas yang terlalu simbolik, serta memperkuat efisiensi gerakan sebagaimana arahan pimpinan pusat Muhammadiyah.  Pengarahan ini menjadi refleksi penting bagi gerakan perempuan Muhammadiyah untuk memperkuat dakwah kemanusiaan dan peran strategis ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban damai dan berkemajuan di tengah dinamika global yang terus berubah.

Berita Terbaru

Rita Pranawati: Pendidikan Inklusif Bukan Sekadar Menerima ABK

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendidikan inklusif harus dipahami sebagai pendidikan yang berkeadilan, yakni mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan setiap peserta didik. Pandangan itu disampaikan Staf Khusus...

PP ‘Aisyiyah Perkuat Pendidikan Inklusif, Ratusan Guru PAUD Dibekali Kompetensi Khusus

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis PAUD Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Program INKLUSI ‘Aisyiyah menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusif secara daring pada...

FEB UMS Jajaki Kolaborasi dengan PPI Jepang, Promosikan Batik Ecoprint

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki peluang kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kajian UMKM batik dalam kunjungan akademik ke...

Kemasan Menarik Bisa Dongkrak Penjualan, Ini Tips dari Mahasiswa UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Mahasiswa Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Mohamad Nisman Fadhil membagikan strategi membangun kemasan produk yang...

SMP Muhammadiyah PK Surakarta Raih TKA Tertinggi se-Kota Solo, Luluskan 123 Siswa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan 123 siswa Kelas IX Angkatan XIV sekaligus mencatatkan prestasi sebagai peraih rata-rata Tes Kemampuan...

FEB UMS Bekali Siswa MAMSKA Penanganan Keluhan Konsumen secara Islami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi siswa MA Muhammadiyah Surakarta (MAMSKA), Sabtu (6/6/2026),...

EcoJourney 2026, Kader HW UMS Belajar Lingkungan dan Kepemimpinan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 10 kader Hizbul Wathan (HW) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti kegiatan EcoJourney 2026 yang diselenggarakan Relawan Kebaikan Indonesia (RKI) bersama Himpunan...

Fun Football PCPM Kota Bengawan Pererat Persaudaraan Pemuda Masjid

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar Fun Football Mini Soccer sebagai puncak rangkaian Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di The...

Yayah Khisbiyah Kupas Psikologi Sosial dan Political Stress di Acara IMM Jateng-DIY

MAGELANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Kader dan peserta IMM Jawa Tengah dan DIY mengikuti sesi materi umum hari kedua dengan tema “Peran Psikologi Sosial dalam Mengawal Kebijakan...

IMM Surakarta Tekankan Peran Kritis Mahasiswa dalam Pembangunan Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surakarta menggelar Stadium General (SG) DAMNas bertema “Disrupsi Masyarakat Urban 5.0” di Gedung Pimpinan Daerah...

Pemuda Muhammadiyah Solo Diajak Aktif Cari Solusi Persoalan Sampah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surakarta menggelar puncak peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah melalui sarasehan kader lintas generasi di Loji Gandrung, rumah...

Mahasiswa Komunikasi UMS Dominasi Ajang Student Mobility di Malaysia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui program...