Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Pakar UMS Soroti Pentingnya Pengawasan dalam Program Makanan Bergizi Gratis

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 4 Februari 2025 15:10 WIB
Pakar UMS Soroti Pentingnya Pengawasan dalam Program Makanan Bergizi Gratis
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pakar Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mutalazimah. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—- Istilah Makanan Bergizi Gratis (MBG) semakin familiar di tengah masyarakat Indonesia. Program yang awalnya diperkenalkan sebagai “Makan Siang Gratis” saat masa kampanye pemilihan presiden kini telah menjadi kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia.

Uji coba telah dilakukan di beberapa sekolah, menunjukkan potensi besar program ini dalam mendukung tumbuh kembang anak. Namun, bagi para ahli gizi, program MBG bukanlah hal baru. Sejarah menunjukkan kebijakan serupa telah diterapkan sejak 1997 melalui Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 1 Tahun 1997 tentang Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS).

Program ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menyediakan kudapan bergizi bagi anak usia sekolah, dengan fokus pada pemenuhan sekitar 15% kebutuhan energi dan 10% kebutuhan protein harian mereka. Seiring waktu, kebijakan ini terus berkembang, termasuk melalui Permendagri Nomor 18 Tahun 2011 yang memperluas sasaran program hingga balita bergizi kurang dan ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK).

Pakar Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mutalazimah, mengungkapkan sejak 2017, bentuk makanan tambahan telah mengalami perubahan, mulai dari biskuit balita hingga biskuit khusus untuk ibu hamil dengan kandungan gizi yang disesuaikan.

Lebih Komprehensif

Namun, ia menekankan program MBG diharapkan dapat menjadi penyempurnaan dari berbagai program sebelumnya dengan pendekatan yang lebih komprehensif. “Dari perspektif ilmu gizi, MBG mencakup tiga bidang utama, yaitu Manajemen Penyelenggaraan Makanan (MPM), Gizi Masyarakat, dan Gizi Klinik. Ketiganya memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan program ini,” jelasnya Senin, (3/2/2025).

Dari sisi MPM, aspek utama yang harus diperhatikan adalah pengadaan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan yang aman dan bergizi. Penerapan standar keamanan pangan, seperti ISO 22000 dan HACCP, menjadi kunci untuk menghindari kontaminasi yang berisiko menimbulkan penyakit.

Selain itu, menu yang disajikan harus mempertimbangkan kebutuhan energi, protein, serta kearifan lokal di masing-masing daerah. “Dari perspektif Gizi Masyarakat, kita harus memastikan bahwa MBG benar-benar dapat membantu menurunkan prevalensi masalah gizi seperti stunting, KEK, dan anemia. Pemantauan status gizi melalui pengukuran antropometri dan kadar hemoglobin perlu dilakukan secara berkala,” tambahnya.

Sementara itu, dalam bidang Gizi Klinik, penting untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan sesuai dengan kondisi fisiologis individu, termasuk memperhatikan alergi, penyakit bawaan, serta interaksi zat gizi tertentu yang dapat mempengaruhi metabolisme anak-anak.

Pakar Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mutalazimah.

Pakar Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mutalazimah. (Humas)

Mutalazimah juga menyoroti peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dalam mendukung implementasi program MBG. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui catur dharma, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan implementasi Al Islam Kemuhammadiyahan.

“Edukasi gizi, pelatihan keamanan pangan, hingga penelitian daya terima program MBG merupakan langkah konkret yang bisa dilakukan oleh akademisi dalam mendukung program ini,” ujarnya.

Harapan terhadap MBG ke depan mencakup pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan, mulai dari produksi makanan hingga evaluasi keberhasilan program. Keterlibatan UMKM dan pemanfaatan potensi lokal juga diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program secara berkelanjutan.

“Jika semua aspek ini dilakukan dengan baik, MBG berpotensi menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan generasi emas pada tahun 2045. Mari kita dukung upaya pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak Indonesia untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Berita Terbaru

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...

Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...

Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...

Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...

LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...

Enam Tim P2MW Didanai, UMS Catat Prestasi Nasional di Belmawa 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat capaian membanggakan pada program pendanaan Belmawa 2026. UMS menempati peringkat pertama nasional Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)...

FK UMS dan Wamenkes RI Bahas Percepatan Eliminasi Kusta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menghadiri diskusi bersama Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia II Benjamin...

UMS Prioritaskan Distribusi Daging Kurban untuk Pegawai Outsourcing

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 UMS, Kamis (28/5/2026). Kegiatan tersebut...

FEB UMS Jajaki Kolaborasi Akademik dengan Nagoya University Jepang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama internasional dengan Nagoya University, Jepang, melalui kunjungan akademik sebagai upaya...

Rakernas IV IKA UMS Perkuat Jejaring Alumni di Seluruh Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (IKA UMS) bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) UMS menggelar rangkaian agenda tahunan...