Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Hening Parlan Terima Penghargaan “Planet Award” dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 12 Desember 2024 14:37 WIB
Hening Parlan Terima Penghargaan “Planet Award” dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hening Parlan, Koordinator Nasional Green Faith Indonesia, baru-baru ini dianugerahi penghargaan "Planet Award" oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. (Humas)

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM— Hening Parlan, Koordinator Nasional Green Faith Indonesia, baru-baru ini dianugerahi penghargaan “Planet Award” oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Anugerah itu dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia serta kemitraan yang luar biasa.

Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi kesehatan dan keberlanjutan planet, serta mewakili kerjasama terbaik antara Inggris dan Indonesia di bidang lingkungan. Hening Parlan dikenal luas atas kepemimpinannya dalam berbagai inisiatif lingkungan, termasuk sebagai Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Sebagai seorang aktivis di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Hening telah berkontribusi besar dalam mendorong aksi-aksi keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang ramah terhadap keberagaman. Ia juga menginisiasi gerakan Eco Jihad, Green ‘Aisyiyah, Membangun Kelentingan Keluarga dan Komunitas Menghadapi Pandemi Covid-19, Eco Bhinneka Muhammadiyah yang merupakan bagian dari Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA), Global Forum for Climate Movement yang melahirkan MCC (Muhammadiyah Climate Center), 1000 Cahaya bersama ViriyaENB, serta pengurus Media MUI.

Di Green Faith, Hening menjadi Nasional Koordinator GreenFaith Indonesia sejak 2023 dan sudah mulai aktif sejak fellow GreenFaith Internasional  tahun 2018.  GreenFaith adalah sebuah lembaga lintas iman yang berpusat di NewYork dan saat ini ada di 11 negara. GreenFaith adalah movement yang mendorong lintas agama untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Kegiatan di GreenFaith di antaranya adalah Faith for Climate Action, sebuah aksi yang mendorong setiap individu lintas agama untuk melakukan aksi untuk berkontribusi dalam mengatasi dampak iklim, pelatihan lintas agama untuk climate justice, serta membangun perspektif lintas agama untuk transisi energi.

Eco Bhinneka adalah pendekatan baru dalam membangun perdamaian melalui pengelolaan lingkungan dan keberagaman. Konsep “Eco” merujuk pada “Ekologi”, yang mencakup interaksi antara makhluk hidup dengan sesamanya serta dengan lingkungan sekitarnya. Sementara “Bhinneka” mengacu pada nilai-nilai Nasional Indonesia yang berasal dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

Program ini telah berhasil membangun kerukunan antar umat beragama di Indonesia melalui pendekatan berbasis lingkungan, di empat provinsi dengan latar belakang masalah dan keyakinan lingkungan yang berbeda: Pontianak (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Surakarta (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur). Eco Bhinneka mendorong umat beragama untuk bekerja sama dalam mencegah kerusakan lingkungan dan mengadopsi pendekatan solusi berbasis iklim.

Adapun Program 1000 Cahaya merupakan inisiatif Muhammadiyah untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang berdampak buruk bagi lingkungan. Program ini bertujuan membangun gerakan hijau (Green Movement) dengan fokus pada Ranting, Sekolah, Pondok Pesantren, dan Masjid.

Kurangi Jejak Karbon

Hening Parlan, Koordinator Program 1000 Cahaya, menjelaskan bahwa dalam tiga tahun, program ini diharapkan dapat melibatkan 1000 aksi yang memberikan cahaya pada sisi gelap dampak krisis iklim. 1000 Cahaya mendorong amal usaha Muhammadiyah untuk mulai beralih ke sumber energi bersih, mengurangi jejak karbon, dan membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.

Program ini tidak hanya bertujuan mengganti sumber energi, tetapi juga menyadarkan masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam menjaga bumi dengan menggunakan energi terbarukan di berbagai sektor, seperti pendidikan, ibadah, dan sosial.

Dengan tekad untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, 1000 Cahaya berkomitmen memberikan kontribusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mendorong terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang. Pada kesempatan ini, Hening Parlan mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas penghargaan yang diterima.

“Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat bisa menerima penghargaan ‘Planet Award’ ini. Ini bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi juga sebuah pengakuan atas kerja keras dan dedikasi banyak pihak, khususnya para pegiat lingkungan yang anggota Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Green Faith Indonesia yang telah bersama-sama berjuang untuk keberlanjutan lingkungan dan menciptakan kerukunan antar umat beragama. Mari kita rayakan pencapaian ini dan terus menjalin kolaborasi yang lebih kuat antara kedua negara kita untuk masa depan yang lebih baik dan lebih hijau,” ujar Hening.

Hening Parlan, Koordinator Nasional Green Faith Indonesia, baru-baru ini dianugerahi penghargaan "Planet Award" oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Hening Parlan, Koordinator Nasional Green Faith Indonesia, baru-baru ini dianugerahi penghargaan “Planet Award” oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. (Humas)

Dalam kesempatan ini, Hening juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu merawat dan melestarikan bumi sebagai tempat tinggal kita bersama. “Peran serta kita semua sangat penting. Tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan besar dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Mari kita bersama-sama, lintas agama, budaya, dan sektor, untuk menjaga dan melestarikan bumi ini demi generasi yang akan datang. Hanya dengan kebersamaan dan sungguh – sungguh, kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik buat bumi dan generasi,” tambahnya.

Penghargaan ini, yang diberikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dan Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, mengakui kontribusi luar biasa dari para penerima penghargaan dalam empat pilar strategi: People (Manusia), Planet (Bumi), Prosperity (Kemakmuran), dan Peace (Perdamaian).

Hening Parlan, sebagai salah satu penerima penghargaan dalam kategori “Planet”, diakui atas perannya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Inggris serta menggerakkan aksi keberlanjutan dan perubahan iklim.

Penghargaan ini juga menjadi pengakuan atas kerjasama internasional yang terus terjalin antara Inggris dan Indonesia dalam menjaga kelestarian planet dan mendukung inisiatif-inisiatif yang berfokus pada lingkungan. Selamat kepada Hening Parlan atas prestasi luar biasa ini dan semoga keberlanjutan dan kontribusinya terus menginspirasi banyak pihak dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bumi kita.

Berita Terbaru

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...