Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Muhammadiyah Berpotensi Jadi Konglomerat Besar di Indonesia

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 28 September 2024 16:48 WIB
Muhammadiyah Berpotensi Jadi Konglomerat Besar di Indonesia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menyampaikan sambutan pada Business Gathering Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM). (muhammadiyah.or.id).

JOGJA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, mengatakan Muhammadiyah secara institusional berpotensi menjadi salah satu konglomerat besar di Indonesia. Hal ini mengingat banyaknya kegiatan bisnis yang berkembang pesat di persyarikatan.

Haedar Nashir mengemukakan hal itu pada acara acara Business Gathering Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang dihadiri 82 perwakilan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di SM Tower Yogyakarta, Jumat (27/9/2024). “Di antara 82 peserta ini, pengalaman yang ada dapat menjadi modal penting untuk pengembangan bisnis lebih baik,” ujar Haedar.

Haedar menambahkan, kemajuan gerakan ekonomi di persyarikatan ini merupakan wujud nyata dari amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar, yang menekankan pentingnya penguatan pilar ekonomi. Sebagai hasilnya, kini Muhammadiyah memiliki dua lembaga besar, yaitu Majelis Ekonomi Bisnis PP Muhammadiyah dan Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Pusat (LP UMKM) PP Muhammadiyah, yang fokus pada pengembangan bisnis di Persyarikatan.

Tidak hanya itu, di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) dan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah, unit-unit bisnisnya telah berkembang pesat. Unit bisnis tersebut, yang dulunya tak terbayangkan dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah. Kini usaha tersebut berkembang mencakup sektor-sektor seperti perhotelan, pusat wisata, katering, dan berbagai usaha bisnis lainnya.

Sembilan Naga

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Muhammad Ghufron Mustaqim, mengatakan sampai saat ini aset yang dimiliki Muhammadiyah sebesar USD27 billion atau sekitar Rp400 triliun. Angka ini membuktikan kekuatan ekonomi Muhammadiyah luar biasa. Dan menunjukkan kerja keras seluruh warga Persyarikatan, termasuk kontribusi dari para pengusaha Muhammadiyah untuk membesarkan Muhammadiyah sampai sekarang.

“Ini menjadikan Muhammadiyah sebagai salah satu grass roots nonprofit yang terbesar di dunia. Muhammadiyah lebih kaya dari Elon Musk. Orang yang disematkan sebagai orang terkaya di dunia saat ini,” ungkap Ghufron saat Kopdar Nasional (Kopdarnas) pada Sabtu-Ahad (21-22/9). Seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, acara ini dilaksanakan di lantai 3 Ballroom SM Tower Malioboro Yogyakarta yang dihadiri Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Sayuti.

Muhammadiyah, lanjut Ghufron, lebih besar dari perusahaan-perusahaan multinasional. Di mana, perusahaan tersebut bisnisnya sangat maju, besar, bahkan menggurita di puluhan atau ratusan negara di dunia.

“Kalau kita sering kenal istilah sembilan naga yang menguasai ekonomi Indonesia, maka naga terbesarnya itu ada di sini. Karena baru gabungan perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia, baru bisa menyamai market cap Muhammadiyah (Rp400 triliun),” paparnya

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...

Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...

PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...

Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...

Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...

Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...

Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...

Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...

PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...