
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menggelar workshop kurikulum Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Kamis (16/5/2024), di aula Balai Dakwah Muhammadiyah, Keprabon, Solo. Acara tersebut menghadirkan narasumber Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Iwan Junaedi.
Acara workshop diikuti oleh 180 orang yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kurikulum, wakasek Ismuba dari SD, SMP/Mts, SMA/SMK Muhammadiyah, pengurus Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Solo, dan tamu undangan. Workshop ini diselenggarakan usai pengukuhan pengurus FGM Kota Solo periode 2023-2024 yang dipimpin Muhdiyatmoko sebagai ketua.
Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah (PWM) Jawa Tengah, Iwan Junaedi, mengatakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengeluarkan kurikulum baru Ismuba. Salah satu perbedaan kurikulum baru dan lama adalah kurikulum baru ini berbasis aktivitas dan program pembiasaan.
Kurikulum baru ini, urainya, selain intrakurikuler, kokulikuler, dan ekstrakurikuler, juga ada program pembiasaan. Program pembiasaan inilah yang nanti pada praktiknya guru-guru akan terlibat. Semua guru akan menghandel kegiatan Hizbul Wathan, Tapak Suci, kegiatan harian, doa harian, tahfiz, tahsin, dan sebagainya.
Iwan Junaedi menambahkan kegiatan-kegiatan akan dikelola semua guru yang memiliki kompetensi. Selain itu, terkait dengan jumlah jam belajar adalah tatap muka kira-kira 30 persen, 70 persen adalah implementasi di lapangan. Implementasi tersebut terkontrol dan terkendali dalam program pembiasaan. Itu yang membedakan kurikulum sekarang dengan sebelumnya. “Ismuba lebih implementatif dan tidak terlalu teoritis. Karena itu muatan materi Ismuba akan lebih kepada praktik-praktik harian dibanding tataran teoritis yang dihafal,” jelasnya.
Dia berharap Ismuba akan menjadi pembelajaran yang bermakna. Artinya Ismuba akan menjadi praktik kehidupan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Ke depannya akan terbangun generasi yang berbeda dengan sebelumnya karena mereka terbangun dari kebiasaan dari dalam sekolah dan juga luar sekolah. Ini adalah praktik keagamaan yang dijalankan, dilaksanakan, dan diamalkan.
Core Value
Sementara itu, menanggapi perubahan kurikulum Ismuba, Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Solo, Mohamad Ali, berharap melalui workshop kurikulum Ismuba ini mampu memahamkan guru-guru sekolah Muhammadiyah terhadap perubahan kurikulum Ismuba. “Bagaimana hari ini itu guru-guru sekolah Muhammadiyah itu paham tentang adanya perubahan kurikulum Ismuba,” jelasnya.
Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat ini menambahkan, perubahan kurikulum Ismuba ini benar-benar sangat meringankan bagi sekolah. Pola kurikulum Ismuba akan lebih hidup, lebih mudah dipahami, lebih terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan di sekolah.
“Ismuba menjadi core value atau menjadi nilai inti dalam pengembangan sekolah, bukan lagi menjadi mata pelajaran yang ditempelkan begitu saja. Inti pendidikan Muhammadiyah adalah Ismuba. Hal ini bisa dijalankan jika semua guru dan karyawan menjadikan Ismuba sebagai living value, sebagai nilai-nilai yang hidup,” jelasnya.
Nilai-nilai yang hidup yang dimaksud Mohamad Ali adalah bagaimana nilai-nilai itu tercermin dalam cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak guru-guru di sekolah Muhammadiyah. Itu yang disebut Ismuba sebagai living value. Mohammad Ali menegaskan mata pelajaran Ismuba menjadi pembeda sekolah Muhammadiyah dengan sekolah lainnya. Pasalnya, sekarang keunggulan sekolah tidak ditentukan oleh guru-guru yang sudah sarjana strata satu atau belum. Hal itu karena hampir semua guru sudah sarjana. Kurikulum nasional, semua sekolah menjalankan itu. Maka di sekolah Muhammadiyah seharusnya kurikulum Muhammadiyah yang menjadi pembeda.
“Titik perbedaan terletak apakah Ismuba itu hanya di teks, buku, hanya disampaikan di kelas atau Ismuba menjadi living value seluruh guru-guru di sekolah Muhammadiyah,” tegasnya. Kalau hal tersebut dilakukan, otomatis akan menjadi faktor determinan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk bisa berkiprah. Hal itu sehingga pelayanan kepada siswa dan masyarakat betul-betul prima. Wakasek Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Solo sekaligus guru Ismuba, Suratman, mendukung penerapan kurikulum baru Ismuba. Menurutnya, penerapan lebih bagus karena melibatkan semua guru dan terintegrasi dengan mata pelajaran umum.
“Kurikulum Ismuba lebih mengedepankan orientasi dan implementasi di lapangan. Artinya tidak banyak teori, tetapi banyak praktik sehingga tertanam karakter-karakter Ismuba di siswa dan menjadi pembiasan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...
PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...
Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...
Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...
Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...
Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...
Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...
Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...
Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...
FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...
Pemberdayaan Ekonomi di Cabang dan Ranting Jadi Bahasan Utama di FGD MPI PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Cabang dan Ranting, Masjid Unggul PDM...





