Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Majelis/Lembaga

Kurikulum Baru, Pelajaran Ismuba Akan jadi Praktik Kehidupan Keseharian Siswa

Aryanto, Editor: Sholahuddin
Jumat, 17 Mei 2024 17:00 WIB
Kurikulum Baru, Pelajaran Ismuba Akan jadi Praktik Kehidupan Keseharian Siswa
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jateng, Iwan Junaedi (berdiri), saat menjadi narasumber workshop Ismuba di Balai Muhammadiyah Solo, Kamis (16/5/2024). (Aryanto).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menggelar workshop kurikulum Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Kamis (16/5/2024), di aula Balai Dakwah Muhammadiyah, Keprabon, Solo. Acara tersebut menghadirkan narasumber Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Iwan Junaedi.

Acara workshop diikuti oleh 180 orang yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah (wakasek) bidang kurikulum, wakasek Ismuba dari SD, SMP/Mts, SMA/SMK Muhammadiyah, pengurus Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Solo, dan tamu undangan.  Workshop ini diselenggarakan usai pengukuhan pengurus FGM Kota Solo periode 2023-2024 yang dipimpin Muhdiyatmoko sebagai ketua.

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah (PWM) Jawa Tengah, Iwan Junaedi, mengatakan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengeluarkan kurikulum baru Ismuba. Salah satu perbedaan kurikulum baru dan lama adalah kurikulum baru ini berbasis aktivitas dan program pembiasaan.

Kurikulum baru ini, urainya, selain intrakurikuler, kokulikuler, dan ekstrakurikuler, juga ada program pembiasaan. Program pembiasaan inilah yang nanti pada praktiknya guru-guru akan terlibat. Semua guru akan menghandel kegiatan Hizbul Wathan, Tapak Suci, kegiatan harian, doa harian, tahfiz, tahsin, dan sebagainya.

Iwan Junaedi menambahkan kegiatan-kegiatan akan dikelola semua guru yang memiliki kompetensi. Selain itu, terkait dengan jumlah jam belajar adalah tatap muka kira-kira 30 persen, 70 persen adalah implementasi di lapangan. Implementasi tersebut terkontrol dan terkendali dalam program pembiasaan. Itu yang membedakan kurikulum sekarang dengan sebelumnya. “Ismuba lebih implementatif dan tidak terlalu teoritis. Karena itu muatan materi Ismuba akan lebih kepada praktik-praktik harian dibanding tataran teoritis yang dihafal,” jelasnya.

Dia berharap Ismuba akan menjadi pembelajaran yang bermakna. Artinya Ismuba akan menjadi praktik kehidupan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Ke depannya akan terbangun generasi yang berbeda dengan sebelumnya karena mereka terbangun dari kebiasaan dari dalam sekolah dan juga luar sekolah. Ini adalah praktik keagamaan yang dijalankan, dilaksanakan, dan diamalkan.

Core Value

Sementara itu, menanggapi perubahan kurikulum Ismuba, Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Solo, Mohamad Ali, berharap melalui workshop kurikulum Ismuba ini mampu memahamkan guru-guru sekolah Muhammadiyah terhadap perubahan kurikulum Ismuba. “Bagaimana hari ini itu guru-guru sekolah Muhammadiyah itu paham tentang adanya perubahan kurikulum Ismuba,” jelasnya.

Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat ini menambahkan,  perubahan kurikulum Ismuba ini benar-benar sangat meringankan bagi sekolah. Pola kurikulum Ismuba akan lebih hidup, lebih mudah dipahami, lebih terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan di sekolah.

“Ismuba menjadi core value atau menjadi nilai inti dalam pengembangan sekolah, bukan lagi menjadi mata pelajaran yang ditempelkan begitu saja. Inti pendidikan Muhammadiyah adalah Ismuba. Hal ini bisa dijalankan jika semua guru dan karyawan menjadikan Ismuba sebagai living value, sebagai nilai-nilai yang hidup,” jelasnya.

Nilai-nilai yang hidup yang dimaksud Mohamad Ali adalah bagaimana nilai-nilai itu tercermin dalam cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak guru-guru di sekolah Muhammadiyah. Itu yang disebut Ismuba sebagai living value. Mohammad Ali menegaskan mata pelajaran Ismuba menjadi pembeda sekolah Muhammadiyah dengan sekolah lainnya. Pasalnya, sekarang keunggulan sekolah tidak ditentukan oleh guru-guru yang sudah sarjana strata satu atau belum. Hal itu karena hampir semua guru sudah sarjana. Kurikulum nasional, semua sekolah menjalankan itu. Maka di sekolah Muhammadiyah seharusnya kurikulum Muhammadiyah yang menjadi pembeda.

“Titik perbedaan terletak apakah Ismuba itu hanya di teks, buku, hanya disampaikan di kelas atau Ismuba menjadi living value seluruh guru-guru di sekolah Muhammadiyah,” tegasnya. Kalau hal tersebut dilakukan, otomatis akan menjadi faktor determinan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk bisa berkiprah. Hal itu sehingga pelayanan kepada siswa dan masyarakat betul-betul prima. Wakasek Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Solo sekaligus guru Ismuba, Suratman, mendukung penerapan kurikulum baru Ismuba. Menurutnya,  penerapan lebih bagus karena melibatkan semua guru dan terintegrasi dengan mata pelajaran umum.

“Kurikulum Ismuba lebih mengedepankan orientasi dan implementasi di lapangan. Artinya tidak banyak teori, tetapi banyak praktik sehingga tertanam karakter-karakter Ismuba di siswa dan menjadi pembiasan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Berita Terbaru

Majelis Tarjih Muhammadiyah Perluas Kajian Zakat hingga Hasil Pengelolaan SDA

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan bentuk usaha dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) membuat pembahasan mengenai zakat terus berkembang. Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Muhammadiyah melalui Hasil...

Muhammadiyah Mulai Audit Energi Gedung PP, Dorong Budaya Hemat Energi

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Muhammadiyah mulai melakukan audit energi di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, sebagai langkah untuk mendorong penggunaan energi yang lebih efisien sekaligus membangun...

Gelar FGD, MPI PDM Solo Hadirkan Kajian Sejarah Lewat Laporan “Langkah Baru”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kota Solo sebagai pusat perkembangan monumental Muhammadiyah menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Majalah Langkah Baru, Sabtu (22/8/2026),...

Haedar Nashir Serukan Kemakmuran Rakyat sebagai Agenda Utama Indonesia

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan Indonesia merupakan milik bersama seluruh rakyat. Seluruh penyelenggara negara dan komponen bangsa memiliki tanggung jawab...

Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pengkaderan Muhammadiyah yang berkemajuan tidak harus mahal. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo,...

Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...

PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...

Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...

Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...

Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...

Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...

Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...