Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Kembali Tambah Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi dan Ilmu Manajemen

Yasa, Editor: Sholahuddin
Kamis, 25 Januari 2024 14:40 WIB
UMS Kembali Tambah Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi dan Ilmu Manajemen
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Rektor UMS, Sofyan Anif (dua dari kiri) menyerahkan SK guru besar kepada Zulfikar, Rabu (24/1/2024). (Foto: Humas UMS).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah guru besar dalam bidang Ilmu Akuntansi dan Ilmu Manajemen dengan diserahkannya Surat Keputusan (SK) dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, di Gedung Induk Siti Walidah, Rabu (24/1/2024).

Guru besar baru itu adalah Zulfikar, guru besar bidang Ilmu Akuntansi, dan Ihwan Susila, guru besar bidang Ilmu Manajemen. Surat Keputusan (SK) tersebut diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Bhimo Widyo Andoko, kepada Sofyan Anif selaku Rektor UMS. SK tersebut kemudian diteruskan kepada dua guru besar baru yaitu Zulfikar dan Ihwan Susila.

Sofyan Anif menyampaikan kepada seluruh dosen-dosen untuk mengejar jabatan guru besar. “Saya berharap kepada teman-teman dosen untuk segera menyusul dan mengejar jabatan sebagai guru besar ini,” tutur Anif. Zulfikar mengungkapkan perjalanannya menuju guru besar dimulai sejak tahun 2019. Dia menyadari sebagai seorang dosen harus memiliki pangkatan tertinggi hingga mencapai guru besar.

Selain itu Zulfikar mengatakan dirinya belajar dari rekannya Ihwan Susila yang telah memenuhi persyaratan sebagai guru besar dan merasa dirinya harus bisa cepat menyusul untuk mencapai jabatan guru besar. “Saya belajar dari Pak Ihwan, beliau sudah terlebih dahulu memenuhi persyaratan sebagai guru besar maka saya harus dengan cepat menyusul,” tutur Zulfikar.

Harus Studi S3

Di sisi lain, Ihwan Susila mengatakan perjalanannya menjadi seorang guru besar berawal dari kenaikan jabatannya menjadi lektor kepala. Untuk menjadi guru besar diperlukan juga mengambil jenjang S3 terlebih dahulu. Sebelum menuju ke jenjang yang lebih tinggi, Ihwan mengambil studi S3 di Inggris, lalu melanjutkan untuk kepengurusan guru besar.

“Pada awal saya diangkat menjadi lektor kepala, saya ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu guru besar, namun hal itu mengharuskan saya untuk mengambil S3 terlebih dahulu. Maka, saya mengambil S3 di Inggris setelah itu saya baru mengurus berkas-berkas untuk guru besar,” ungkap Ihwan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Bhimo Widyo Andoko, juga menyerahkan SK Prodi baru yaitu Prodi Magister Fisioterapi.

Berita Terbaru

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...

Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...

Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...

Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...

LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...