Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Sebuah Catatan : “BINCANG BANGUN BUDAYA UNGGUL SEKOLAH”

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Sabtu, 23 April 2022 19:59 WIB
Sebuah Catatan  :  “BINCANG BANGUN BUDAYA UNGGUL SEKOLAH”
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - “BINCANG BANGUN BUDAYA UNGGUL SEKOLAH”

 

Oleh : Nuril Hidayati *)

 

 MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pada hari Selasa, 19 April 2022 bertempat di studio SD Muh PK TV berlangsung sebuah acara diskusi dengan tema “”Bincang Bangun Budaya Unggul Sekolah”. Hadir sebagai narasumber adalah Nur Salam, M.Pd kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK  kota Surakarta dan Nur Ratna Juwita, M.Pd dari TK ‘Aisyiyah PK Ska. Diskusi tersebut  untuk memperbincangkan budaya unggul yang ada di sekolah Muhammadiyah.

Mari kita simak perbincangan budaya dan program yang menjadi unggul di SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat yang sudah membudaya, antara lain (1) dengan mencanangkan pola komunikasi excellent untuk menyambung pemahaman pada semua warga sekolah baik antara siswa, pendidik, kepala sekolah, tenaga kependidikan, masyarakat terutama wali siswa maupun kedinasan.

Penunjang suksesnya program pola komunikasi excellent adalah adanya sebuah standar operasional yang lebih dikenal dengan SOP. SOP ini telah dimiliki oleh SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, ujar Nur Salam, selaku kepala sekolah. Hal positif yang diperoleh dengan adanya pola komunikasi Excellent adalah ketenangan bagi wali siswa pada saat menyekolahkan anak, selain itu tidak mudah terjadi kesalahpahaman antara yang satu dengan yang lain sebagai warga sekolah.

Program lain yang mendukung sistem mutu sekolah adalah program pembelajaran dengan EDU TAB MU. Ini merupakan program pembelajaran dari majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah (sebagai penyedia perangkat), yang bekerjasama dengan ENUMA dari Korea (sebaga penyedia soft ware), diperuntukkan siswa kelas 1 dan 2, dimana modul di Edu Tab Mu ini berisi literasi, numerasi dan bahasa Inggris. Pelaksanaan pembelajaran dengan Edu Tab Mu ini dipantau oleh Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan Enuma, kemudian dilaporkan ke sekolah untuk dikaji penggunaannya.

Terkait mutu prestasi, penataan lomba menjadi sasaran program mutu prestasi sekolah. Dengan berbekal semangat” Fastabiqul Khoirot” dan persepsi bahwa setiap anak pasti punya potensi dan kemampuan kompetensi , maka SD Muh PK melakukan pemetaan kompetensi siswa untuk proyeksi lomba sebagai wahana mengasah kemampuan siswa. Hasil pemetaan kemudian dimasukkan ke dalam ranah kegiatan, kemudian disaring lewat lomba internal sekolah, dibina, baru diikutkan lomba ekternal. Pemetaan dimulai kelas 2, pembinaan dilakukan guru kelas kemudian dibantu guru klaster mapel.

Terkait mutu pengelolaan minat bakat, sekolah ini juga melakukan pembinaan Ekstrakurikuler, dimana ekskul ini dilakukan berdasar keinginan siswa. Dikelompokkan berdasarkan minat bakat untuk kemudian disiapkan program pembinaan. Saat ini ada 22 macam ekskul yang dikelola di SD Muh PK Kottabarat.

Program filantropi bagi siswa SD Muh PK juga dibina melalui program Kencleng Surga. Denganm kegiatan Filantropis, semangat al-maun untuk  mencintai manusia lain, maka sekolah berharap anak-anak akan menjadi orang yang mudah menyumbangkan waktu, tenaga, dan hartanya untuk menolong orang lain, maka sekolah mengadakan program kencleng Surga. Program ini dilaksanakan dengan bekerjasama bersama LAZISMU. Dana dari kencleng dikumpulkan, diserahkan ke LAZISMU untuk dihitung, kemudian dialokasikan ke pihak yang sangat membutuhkan.

 Terkait mutu Al-Islam-Kemuhammadiyahan, program Tahfid 3 juz menjadi salah satu program yang dijalankan.Ini adalah program SD MUH PK dengan memanfaatkan masa emas siswa yang mudah mengingat, karena efek positipnya lebih besar. Pelaksanaannya secara bertahap. Dengan program tersebut SD Muh PK Kottabarat berharap dapat menanamkan Alquran di hati siswa sehingga menjadi cahaya dan pedoman hidup siswa.

Program penunjang lain terkait karakter adalah tahajud call. Guru melakukan salat tahajud, berdoa di waktu emas secara bersama-sama, kemudian mengikuti kajian sebelum subuh. Setelah program tersebut berjalan, mengajak siswa kelas 4-6 lewat grup media sosial. Selanjutnya adalah program “Kampung Ramadan”. Ini merupakan program penanaman karakter rasa syukur dan  rasa empati. Sekolah memfasilitasi kegiatan menginap di rumah penduduk desa sebagai orang tua asuh dari 3-4 siswa kelas 5 SD Muh PK selama 2 hari 1 malam. Kegiatan yang dilakukan siswa adalah membantu orang tua asuh dan mengikuti kegiatan masyarakat.

Sementara itu, Nur Ratna Juwita mengemukakan budaya unggul di TK ‘Aisyiyah Program Khusus Kottabarat. Proses pembudayaan tersebut melalui penataan kurikulum yang sudah dikembangkan menjadi Kurikulum Ramah Anak Samawa, dimana siswa kelas PAUD (usia 3-4 tahun) diarahkan untuk mandiri tingkat awal (tidak memakai pempers lagi, tidak minum dengan botol, menghafal surat pendek, dll), kelompok ini mengutamakan penataan sosial emosional anak, sehingga nyaman ketika memasuki kelas TK A dan TK B.

Program budaya mutu literasi dilakukan melalui program pojok literasi. Melalui gambar sebagai acuan awal anak mengenal kosa kata, dimana kelas A (usia 4-5 th) disiapkan model belajar yang lebih komplek, pencapaian sekolah dalam hal sosial emosional, motorik, agama dan lain-lain dan dilakukan bersama-sama dengan orang tua. Termasuk pelatihan kemandirian dipertajam, ujar Nur Ratna Juwita. Program ini dilakukan untuk upaya perubahan dari individu sentris menjadi sosio centris dan sebagai upaya persiapan menuju kelas TK B.

Di Kelas TK B, (usia 5-6 tahun/ Pra SD) siswa dibekali kegiatan yang sesuai dengan kemandirian, tanggungjawab misalnya merapikan media yang sudah digunakan, mengantri, dan menyikapi perbedaan teman serta mengenalkan keadaan lingkungan di sekolah dasar.

Sebagai kesimpulan, dapat kita tulis dalam diskusi ini adalah keunggulan sekolah yang sudah membudaya  dari kedua sekolah baik TK ‘Aisyiyah dan SD Muhammadiyah PK Kottabarat haruslah dijaga dan terlembagakan dengan baik. Sebab, dampak dari kebaikan yang membudaya, yang tertanam pada semua warga sekolah akan  menjadi sarana pembentuk karakter yang utuh pada siswa serta warga sekolah yang pada akhirnya akan menjadi sekolah yang menghasilkan lulusan unggul baik secara keagamaan, keilmuan maupun karakter.

*)LPMP Kottabarat

Berita Terbaru

Krisis Iklim Bukan Isu Lebay, Wakil Ketua MPR RI Desak Percepatan Transisi Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menegaskan krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani. Penegasan...

Buka Manasik Haji 2027, KBIHU Zamzam Colomadu Perkenalkan Website dan Paket Bimbingan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — KBIHU Zamzam Cabang Colomadu meluncurkan website resmi (kbihuzamzam.com) bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji, Ahad (26/4/2026), di Ruang Seminar lantai 5 Gedung...

Aset Dana Pensiun Nasional Tembus Rp1.700 T, ADPI Kumpul di UMS Bahas Strategi Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan menyelenggarakan Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun...

Hari Bumi, Akademisi UMS: Kenaikan Harga Plastik Bukan Sekadar Isu Lingkungan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Bumi Sedunia tahun ini menyoroti isu yang kian kompleks seperti kenaikan harga plastik yang dampaknya tidak berhenti pada lingkungan, tetapi merambah...

Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...

Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...

Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri

NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...

Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan

BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...

Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan

KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...

Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...

Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....