Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

STUNTING DAN KONTROVERSI BAYI TABUNG

Tim Redaksi, Editor: its pku muhammadiyah solo
Senin, 16 September 2019 13:39 WIB
STUNTING DAN KONTROVERSI BAYI TABUNG

Surakarta – Stunting dan kontroversi bayi dilihat dari prespektif Islam menjadi tema hangat seminar yang digelar oleh Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Surakarta di Hotel Megaland Surakarta Jawa Tengah, Sabtu (14/09).

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 800 peserta dari kalangan mahasiswa, tenaga medis dan masyarakat umum.
Rektor ITS PKU Surakarta Weni Hastuti kegiatan tersebut merupakan implementasi hibah untuk UKM (BEM) dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah terhadap ITS PKU Surakarta.

Seminar tersebut juga menjadi ajang silahturohmi antar mahasiswa kepada tenaga medis lainnya serta pada masyarakat umum.

”Saya berharap seminar ini bukan sekedar diskusi interaktif atau sekedar wacana namun dapat menjadi rekomendasi dan soluai terhasap masalah kesehatan di Indonesia, ” jelas Weni.

Sedang saat ditemui narasumber seminar H.Subari perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait bayi tabung sebagai solusi bagi pasangan yang kesulitan mendapatkan momongan. Sesuai risalah Islam sangat menghargai kemajuan teknologi untuk menjembataninya.

Pembicara dan Para Pimpinan ITS PKU Muh Ska berfoto bersama setelah Seminar. (Humas ITS PKU)

”Panca maslahah merupakan konsep Fiqih yang dilahirkan oleh Imam Syafi’i dimana maslahah keturunan syariatnya adalah dalam bingkai pernikahan. Menjaga kemurnian keturunan. Prinsipnya selama ovum dan sperma dari pasangan suami istri diperbolehkan. Tujuannya adalah tidak mengacaukan kewarisan di kemudian hari. Itupun harus ada pada rahim istri,” jelasnya.

Sementara secara teknis agar lebih kuat secara hukum proses proses yang berlangsung butuh dilengkapi lagi.
”Mungkin butuh disertifikasi asal ovum dan sperma agar valid dan tidak tertukar, ” imbuh Subari.

Ditemui terpisah Dr. Eriana Meliawati Sp. OG(k) mengatakan jika stunting dan kotroversi bayi tabung merupakan dua isu yang cukup hangat karena menyangkut generasi penerus bangsa. Menyorot masalah stunting dirinya mengaku bahwa belum ada catatan yang valid di Indonesia. Belum sebagus data di luar negeri.

”Dalam catatan Unicef sekitar 178 juta anak anak di seluruh dunia mengalami stunting.” terang Eriana.
Lebih lanjut ia menuturkan stunting merupakan kekurangan gizi yang kronis di awal kehiduoan mulai dari 0 sampai 59 bulan atau 5 tahun. Di tandai oleh pertumbuhan otak yang lambat dengan tinggi tubuh yang lebih rendah dari rata rata bayi pada umumnya. Stunting masih bisa di atasi selama usianya belum lebih dari dua tahun. Jika melebihi itu sudah sangat sulit.

”Ini menjadi hal yang harus disadari dan tanggung jawab diri sendiri pada generasi penerusnya. Bagaimana calon orang tua memberi gizi yang baik dan cukup. Harus tahu tentang makanan yang baik dan kapan waktunya diberikan.Gizi yang pas. Tidak kurang dan tidak berlebih,” tegasnya.

Berita Terbaru

Inovasi Digital Pascastroke, Mahasiswa UMS Gondol Silver Award di MTE 2026 Kuala Lumpur

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Synexa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Award dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui inovasi...

Lewat Aplikasi GigiMu, FKG UMS Dorong Kebiasaan Jaga Kesehatan Gigi sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis digital melalui aplikasi “GigiMu” yang dirancang...

Layani Diaspora Muslim di Korea Selatan, UMS Inisiasi PKP di Masjid Al Falah Seoul

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan...

Guru Besar UMS Tawarkan Revitalisasi Energi Otak, Cara Jaga Kesehatan Jiwa di Era Modern

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prof. Arum Pratiwi, guru besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak melalui manajemen stres sebagai strategi kunci mencapai...

Guru Besar UMS: 97 Persen UMKM Indonesia Stagnan di Level Mikro

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total...

OLKENAS 2026 UMS Kumpulkan 66 Tim dari Lima Provinsi, Dorong Solusi Kebumian di Hari Bumi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Olimpiade Geografi Nasional (OLKENAS) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat...

Padukan Teori dan Praktik, Mahasiswa PG PAUD UMS Dilatih Rancang Outbound Edukatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Training...

Lintas Negara, Tiga Kampus Muhammadiyah Bahas Stres dan Kesehatan Mental Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Thammasat University Thailand menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Mental...

Konflik Iran-Israel Ancam Nilai Dana Pensiun, Pakar UMS Sarankan Strategi Ini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Bambang Setiaji, menyoroti dampak luas konflik geopolitik Timur...

Asah Kreativitas Digital, Pengurus HMP IQT UMS Ikuti Pelatihan Desain Grafis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis bagi pengurus HMP IQT di...

Guru Besar UMS Dorong Perempuan Tak Ragu Berkarier di Sains dan Teknologi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini terus hidup di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof....

Lewat Permainan, UMS Bantu Anak Muslim RI di Korea Kenal Budaya Bangsa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) bertema Play-Based Fun Activities bagi anak-anak Muslim di Korea...