Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kabarmu

ANTARA MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-41 DAN KE-48

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Rabu, 31 Juli 2019 11:52 WIB
ANTARA MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-41 DAN KE-48

Oleh :Muhammad Izzul Muslimin

Rabu, 31 Juli 2019 akan ada launching logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo. Insya Allah Muktamar Muhammadiyah ke 48 akan dilaksanakan pada 1 – 5 Juli 2020 di Kompleks Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sebelumnya, pada tahun 1985 Muhammadiyah juga bermuktamar di tempat yang sama, yaitu Muktamar Muhammadiyah ke-41. Saat itu saya masih duduk di kelas 2 SMP Muhammadiyah Jepara. Bapak saya mengajak ke Solo sebagai penggembira Muktamar, sekaligus menengok kakak saya yang kuliah di UMS dan nyantri di Pondok Shobron. Itulah pengalaman pertama saya menyaksikan perhelatan Muhammadiyah tingkat nasional. Saat itu saya sangat kagum dan bangga dengan Muhammadiyah. Terbersit dalam hati kecil saya untuk bisa menjadi aktivis Muhammadiyah. Dan Alhamdulillah ternyata saya diberi kesempatan untuk bisa beraktivitas di Muhammadiyah hingga tingkat nasional.

Belakangan saya baru tahu bahwa Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Solo saat itu ternyata menjadi salah satu Muktamar yang sangat krusial dan genting. Muktamar ke-41 terpaksa harus diundur setahun lebih, dari 1983 menjadi 1985. Diundur bukan karena soal teknis atau soal biaya, tetapi karena soal prinsip. Saat itu Pemerintah Orde Baru meminta agar semua Ormas dan Orpol hanya menggunakan asas tunggal, yaitu Pancasila. Jika ada Ormas atau Orpol yang tidak memakai asas Pancasila maka akan dibubarkan dan dianggap illegal. Sebelumnya, Muhammadiyah menggunakan asas Islam dalam anggaran dasarnya. Oleh karena itu Muhammadiyah harus mengubah asasnya menjadi Pancasila. Ternyata ini tidak mudah dan terjadi perdebatan yang keras dan sengit. Mencantumkan asas Islam bagi Muhammadiyah adalah soal keyakinan dan niat. Muhammadiyah menyebut dirinya sebagai gerakan Islam dan menjadikan Islam sebagai dasar perjuangannya. Muhammadiyah bukan organisasi yang anti Pncasila dan tidak menganggap Pancasila bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Namun dengan mengubah asas Islam menjadi Pancasila, ada kekhawatiran jika hal tersebut akan mengurangi bahkan menghilangkan niat ke-Islaman Muhammadiyah. Tentu ini bukan masalah mudah dan sepele. Sebagian tokoh Muhammadiyah bahkan mengancam akan keluar dari Muhammadiyah jika akhirnya mengubah asasnya.

Sebagai Ketua (Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pak AR Fachruddin harus berpikir keras agar tetap bisa menjaga persatuan Muhammadiyah, tetapi juga tetap bisa menyelesaikan persoalan asas tunggal tersebut. Akhirnya ditemukanlah jalan keluarnya. Muhammadiyah mencantumkan asas Pancasila. Namun dalam salah satu pasal di anggaran dasarnya (tentang identitas) disebutkan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi Islam dan beraqidah Islam. Kemudian dalam maksud dan tujuannya Muhammadiyah menyatakan: Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Utama yang diridlai Allah SWT. Dalam sambutannya, Pak AR mengibaratkan bahwa berasas Pancasila ibarat seperti peraturan lalu lintas yang mewajibkan penggunaan helm dalam bersepeda motor. Menurut Pak AR, menggunakan helm adalah bagian dari ketaatan terhadap peraturan tanpa harus kehilangan identitas dan kepribadiannya.

Kekenyalan dan kemampuan Muhammadiyah dalam beradaptasi terhadap perubahan sosial dan politik menjadi salah satu hal yang menyebabkan Muhammadiyah tetap bisa eksis dan berkembang. Namun kemampuan Muhammadiyah untuk tetap menjaga spirit perjuangan dan mempertahankan jati diri juga menjadi sebab Muhammadiyah masih tetap bisa bertahan dan bertumbuh. Kedua hal inilah yang tampaknya harus selalu dijaga oleh para penggerak Muhammadiyah di masa kini.

Muktamar Muhammadiyah ke 48 yang akan datang memang tidak berada dalam situasi sesulit Muktamar ke 41. Namun kita semua menyadari bahwa Muktamar kali ini berangkat dari bayang-bayang keterbelahan pasca Pilpres 2019. Bila ada yang mengatakan bahwa Muhammadiyah tidak terpengaruh akibat Pilpres 2019 itu adalah pandangan yang naif dan tidak memahami persoalan. Namun kita juga harus menyadari bahwa larut dalam keterbelahan apalagi membiarkan Muhammadiyah dalam keterbelahan adalah sebuah sikap yang jauh dari kedewasaan dan bijaksana.

Salah satu upaya agar tidak kembali kepada sikap keterbelahan adalah menjadikan momentum Muktamar sebagai forum kebersamaan warga Muhammadiyah. Muktamar hendaknya bisa menjadi ajang titik temu dari semua pihak. Jangan lagi ada kesan Muktamar hanya menjadi ‘milik’ pihak tertentu dan bukan menjadi ‘milik’ pihak yang lain. Oleh karena itu ada baiknya jika semangat Muktamar ke-48 sebagai Muktamar yang mandiri dan Muktamar kebersamaan selalu digaungkan.

Sebagai sebuah organisasi yang besar dan berpengaruh tentu Muhammadiyah akan dilirik oleh pihak luar baik dari dalam maupun luar negeri. Tentu Muhammadiyah harus luwes dan selalu membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan pihak manapun selama untuk upaya kebajikan dan kemajuan. Namun harus disadari pula bahwa tidak menutup kemungkinan ada yang berharap bisa mempengaruhi dan mengendalikan Muhammadiyah agar sejalan dan sesuai dengan tujuan mereka. Terhadap yang demikian Muhammadiyah hendaknya tetap harus menjaga kewaspadaan dan kemandirian. Tidak menutup kemungkinan Muktamar Muhammadiyah akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk bisa mempengaruhi dan mengendalikan Muhammadiyah sesuai dengan kepentingannya. Semoga para pimpinan dan aktivis Muhammadiyah tetap bisa menjaga integritas dan identitas ke-Muhammadiyahannya.

Akhirnya, selamat menyambut dan mempersiapkan Muktamar Muhammadiuah ke 48, semoga Allah berkenan menjaga dan meridhai Muhammadiyah. Aamiin.

Berita Terbaru

PP Muhammadiyah Serukan Gerakan Infak Salat Jumat untuk Korban Banjir

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menginstruksikan penghimpunan infak Salat Jumat untuk bantuan kemanusiaan korban bencana banjir dan tanah longsor. Langkah itu sebagai respons cepat atas...

Dua Ribu Orang Hadiri Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah dan PKU Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Sekitar dua ribu warga Muhammadiyah hadir dalam acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-111 dan Resepsi Milad PKU Muhammadiyah Solo ke-96. Kegiatan yang digelar...

Museum Peradaban Islam Asia Tenggara Segera Hadir di Edutorium UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.CO–Museum Perdaban Islam Asia Tenggara akan segera hadir di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Museum ini akan melengkapi Edutorium UMS yang selama ini...

Sambut Hari Guru, Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Kirim Kartu Pos untuk Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Ada banyak cara menyambut Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November. Seperti yang dilakukan sejumlah 81 murid kelas VI SD Muhammadiyah...

Peringati Hari Guru, Guru SMP Muhammadiyah PK Gelar Lomba Tarik Tambang hingga Memasak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo memiliki cara yang berbeda setiap tahun dalam memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Sesuai dengan tema Bergerak...

Anies Baswedan Janji Ajak Masyarakat Sipil Berkolaborasi dengan Negara

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pasangan calon presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) nomor urut 1, Anies Baswedan-A.Muhaimin Iskandar, berjanji akan menjadikan pemerataan pembangunan sebagai prioritas penting dalam visi...

Enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jateng Bentuk Center of Excellent

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama lima perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya di Jawa Tengah mulai membahas organ baru yang akan segera dikukuhkan yaitu Center...

Baru diluncurkan, Program GIP-111 Mampu Kumpulkan Dana Rp82 Miliar

Jogja, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program Gerakan Infak Pendidikan atau GIP-111 tepat pada perayaan Milad Muhammadiyah ke-111 di Gedung Sportorium kampus Universitas Muhammadiyah...

Sambut Milad Muhammadiyah ke-111, Hizbul Wathan Solo Gelar Apel Akbar

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan akan menyelenggarakan apel Akbar Hizbul Wathan untuk menyemarakkan milad ke-111 Muhammadiyah....

Siswa SMP Muhammadiyah PK Sabet Dua Juara School Creative Hub Gojek se-Soloraya

Solo, MUHAMMADIYAHSOLO.COM. Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo, Bara Kaori Satya Maharani, menyabet dua penghargaan dalam ajang perlombaan Gojek School Creative Hub 2023...

UMS Beri Penguatan Keislaman untuk Keluarga WNI Lintas Budaya dan Muslim Baru di Australia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPP) memfasilitasi dosen untuk mengabdi di luar negeri melalui skema program...

Mahasiswa UMS Raih Silver Medal dan Special Award pada Ajang SIIF 2023 di Korea Selatan

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Kolaborasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih Silver Medal dan Special Award pada ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2023, dengan...

Leave a comment