Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Mahasiswa UMS Jadi Pemuda Pelopor Karanganyar Berkat Gerakan Mengajar Desa

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 19 Oktober 2026 16:17 WIB
Mahasiswa UMS Jadi Pemuda Pelopor Karanganyar Berkat Gerakan Mengajar Desa
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hian Risnandar, meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat. (Humas)

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hian Risnandar, meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat.

Penghargaan tersebut diraih berkat inisiatifnya mengembangkan Gerakan Mengajar Desa untuk mendorong pemerataan pendidikan di wilayah perdesaan. Sejak 2024, Hian menginisiasi kegiatan pengabdian yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak-anak desa.

Menurut dia, pendidikan memiliki peran penting dalam membangun masa depan, terutama melalui penanaman nilai-nilai positif sejak sekolah dasar. “Saya merasa bisa sampai di titik ini juga berkat pendidikan. Karena itu, ilmu yang saya dapatkan ingin saya tularkan kepada orang lain melalui pendidikan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Melalui Gerakan Mengajar Desa, Hian telah menjangkau tiga desa dan empat sekolah dasar di Kabupaten Karanganyar. Selama hampir tiga tahun, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 48 relawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Program dilaksanakan selama tujuh hari pada masa libur semester. Pada pagi hari, relawan mengajar di sekolah dasar. Sementara itu, siang hingga malam hari dimanfaatkan untuk berinteraksi dan terlibat dalam kegiatan masyarakat setempat.

Relawan berasal dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan. Program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman mengajar secara langsung sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan masyarakat.

Sebelum kegiatan berlangsung, Hian melakukan observasi sekolah, berkoordinasi dengan pemerintah desa, memetakan kebutuhan pendidikan, dan menyusun rancangan pembelajaran bersama para relawan. Materi yang disiapkan tidak hanya berkaitan dengan pelajaran sekolah, tetapi juga mencakup kesehatan dan lingkungan.

“Kalau pagi kami ke sekolah dasar, sedangkan siang sampai sore atau malam, jika ada kegiatan masyarakat, kami ikut terlibat. Jadi, pengabdiannya bukan hanya mengajar di sekolah, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat,” katanya.

Tantangan Bangun Kepercayaan

Dalam menjalankan program, Hian menghadapi tantangan membangun kepercayaan pemerintah desa. Latar belakang relawan yang berasal dari berbagai kampus tanpa satu identitas perguruan tinggi tertentu membuatnya perlu menjelaskan tujuan, mekanisme, dan manfaat kegiatan kepada masyarakat.

Baginya, keberhasilan pengabdian tidak cukup diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari dampak yang dirasakan warga. Salah satu pengalaman yang membekas ialah ketika ia menemukan sekolah dasar dengan kondisi pembangunan yang tertinggal. Setelah kondisi tersebut diobservasi dan dilaporkan, sekolah itu kemudian mengalami perbaikan.

Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa pengabdian perlu dimulai dengan memahami kebutuhan nyata masyarakat. “Ketika saya merasa bisa bermanfaat dan memberikan dampak kepada masyarakat, terutama anak-anak di desa, ada kebahagiaan tersendiri. Dari situ saya merasa bahwa inilah arti menjadi orang yang bermanfaat,” tuturnya.

Gerakan Mengajar Desa di Karanganyar merupakan bagian dari Yayasan Sahabat Peduli Pendidikan yang berpusat di Jawa Barat. Sebagai inisiator program di Karanganyar, Hian menangani perizinan, penyusunan proposal, penentuan lokasi, hingga koordinasi pelaksanaan kegiatan.

Ke depan, ia ingin memperluas cakupan gerakan tersebut. Selain menyasar siswa sekolah dasar, Hian berencana mengembangkan komunitas untuk meningkatkan kapasitas pemuda, termasuk anggota karang taruna, melalui pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

Kiprah tersebut didukung pengalaman akademik dan organisasi yang dijalani Hian selama menjadi mahasiswa. Saat ini, ia menempuh semester tujuh di Program Studi Geografi UMS dengan IPK 3,90, sekaligus menjalani studi S1 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Terbuka.

Pada 2024, Hian menerima Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kategori Masyarakat Berprestasi. Ia juga meraih Juara I Mahasiswa Berprestasi Fakultas Geografi UMS 2026.

Prestasi lainnya meliputi Gold Medal dalam International Invention & Innovation Competition yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta pada 2026, Silver Medal dalam Innovation World Cup yang diselenggarakan Malaysia Innovation Invention Creativity Association pada tahun yang sama, serta Juara III Lomba Esai Edutalk Fair Competition tingkat nasional Universitas Brawijaya pada 2025.

Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hian Risnandar, meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat.

Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hian Risnandar, meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat. (Humas)

Ia juga meraih Bronze Medal dalam World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) 2026. Di bidang organisasi, Hian pernah menjabat Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa ATLAS UMS periode 2025–2026. Selama kepemimpinannya, ia menginisiasi lebih dari lima program kerja baru dan memperkuat kolaborasi dengan pihak eksternal, termasuk instansi pemerintah di Kabupaten Karanganyar.

Saat ini, ia juga menjadi pengurus pusat Chapter Division Desamind Indonesia Foundation dan Wakil Ketua Umum Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka Surakarta. Berbagai pengalaman tersebut membantunya mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi publik, pengelolaan tim, dan kemitraan lintas lembaga.

Hian menilai lingkungan akademik UMS turut mendukung pengembangan dirinya melalui kesempatan mengikuti kompetisi nasional dan internasional serta pengalaman berorganisasi. Bekal tersebut membantunya lebih siap mengelola program pengabdian yang melibatkan banyak pihak.

“UMS memberikan banyak manfaat bagi saya, bukan hanya secara materiil, tetapi juga melalui kesempatan mengikuti lomba nasional dan internasional serta pengalaman berorganisasi. Hal-hal itu membantu saya lebih siap ketika harus terjun ke masyarakat,” ungkapnya.

Setelah meraih penghargaan tingkat kabupaten, Hian dijadwalkan mewakili Karanganyar dalam seleksi Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 17–18 November 2026 di Surakarta.

Ia menegaskan, penghargaan bukan tujuan utama dalam menjalankan Gerakan Mengajar Desa. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi peluang untuk memperluas jejaring, mendapatkan dukungan, dan membangun kolaborasi agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Hian berharap keikutsertaannya pada seleksi tingkat provinsi mempertemukannya dengan lebih banyak pihak yang memiliki perhatian terhadap pemerataan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya tidak pernah mengejar juara. Yang saya kejar adalah bagaimana kegiatan ini bisa berdampak dan membuat saya bermanfaat bagi banyak orang. Harapannya, melalui Pemuda Pelopor, gerakan ini bisa lebih dikenal, didukung, dan difasilitasi sehingga dampaknya bagi masyarakat Karanganyar semakin luas,” tuturnya.

Berita Terbaru

AMIKOM Yogyakarta Pelajari Strategi Konten Digital UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kehumasan, pemasaran, dan komunikasi digital perguruan tinggi....

Mahasiswa Asing UMS Ajak Siswa MIM Trangsan Belajar Bahasa Inggris

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan kepada siswa MI Muhammadiyah (MIM) Trangsan, Gatak, Sukoharjo, melalui program Fun English Learning....

BEM FHIP UMS Perkuat Kesadaran Hukum dan Demokrasi Warga Alas Tuwo

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (BEM FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program DESA CERDAS di Desa Alas Tuwo, Kecamatan...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 UMS, Das’ad Latif Ajak Jaga Akidah dan Amalkan Nilai Islam dalam Kehidupan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Penguatan akidah, pendidikan agama dalam keluarga, dan pengamalan nilai-nilai Islam menjadi pesan utama Ustaz Das’ad Latif, dalam Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah...

PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...

HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...

HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...

FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...

Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...