Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 UMS, Das’ad Latif Ajak Jaga Akidah dan Amalkan Nilai Islam dalam Kehidupan

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Sholahuddin
Minggu, 18 Oktober 2026 14:18 WIB
Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 UMS, Das’ad Latif Ajak Jaga Akidah dan Amalkan Nilai Islam dalam Kehidupan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ustaz Das’ad Latif saat tampil berceramah di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Ahad (18/10/2026). Pengajian untuk memperingati Hari Jadi ke-68 UMS. [Humas UMS].

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Penguatan akidah, pendidikan agama dalam keluarga, dan pengamalan nilai-nilai Islam menjadi pesan utama Ustaz Das’ad Latif, dalam Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Di hadapan ribuan peserta yang memadati Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Minggu (18/10/2026), ia mengajak umat Islam untuk menjalankan ajaran agama secara kafah sekaligus menjaga generasi muda dari berbagai tantangan zaman.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 UMS yang mengusung semangat bersinergi, berdampak, dan berkelanjutan. Selain sebagai ruang penguatan spiritual, Tablig Akbar juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara warga Muhammadiyah, keluarga mahasiswa, dan masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam tausiyahnya, Das’ad Latif menekankan pentingnya menjalankan Islam secara menyeluruh, bukan sekadar mengikuti tren atau menjadikan agama sebagai simbol dalam kepentingan tertentu. Menurutnya, keberislaman perlu diwujudkan melalui ketaatan, penjagaan akidah, serta perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai agama.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan menjaga akidah generasi muda semakin beragam, terutama di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.  “Perlawanan saat ini bukan dengan senjata, melainkan dengan menjaga akidah generasi dari serangan internet dan HP,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pendidikan agama anak, termasuk dalam memilih lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademis, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian islami.  Menurut Das’ad Latif, pendidikan agama menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip dan keyakinan. Ia menilai perguruan tinggi Islam, termasuk UMS, memiliki peran strategis dalam membantu keluarga menjaga akidah sekaligus mengembangkan kapasitas intelektual generasi penerus.

Peserta Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 UMS memenuhi Edutorium UMS, Minggu (18/10/2026). [Humas UMS].

Selain menjaga akidah, ia menguraikan karakteristik pengikut Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercermin dalam Surah Al-Fath, yakni memiliki keteguhan dalam prinsip agama, kasih sayang terhadap sesama, serta kesungguhan dalam beribadah.  Karakter ruhamau bainahum, atau kasih sayang di antara sesama, menurutnya, harus diwujudkan melalui kepedulian sosial. Salah satunya dengan membiasakan sedekah dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Jadilah orang yang pandai menitipkan harta. Kalau ada harta, gunakan untuk sedekah dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pesannya.  Ia mengajak peserta untuk memandang harta bukan semata-mata sebagai sarana memenuhi kebutuhan pribadi atau menunjukkan status sosial, melainkan juga sebagai amanah yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui bantuan bagi masyarakat terdampak bencana maupun kelompok yang membutuhkan dukungan.

Apresiasi UMS

Lebih lanjut, Das’ad Latif menjelaskan bahwa karakter pengikut Nabi Muhammad SAW juga tecermin dalam kesungguhan menjalankan ibadah dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebersihan diri, lingkungan, dan pekerjaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai ibadah dalam aktivitas sehari-hari.  Ia pun mengingatkan pentingnya mendidik anak dengan agama, menjaga keharmonisan keluarga, dan tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, Das’ad Latif turut menyampaikan apresiasinya terhadap lingkungan kampus UMS. Ia mengaku terkesan dengan infrastruktur, kebersihan, dan penghijauan di kawasan kampus, termasuk fasilitas Edutorium K.H. Ahmad Dahlan yang digunakan untuk kegiatan tersebut.  Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan kenyamanan bagi sivitas akademika dan masyarakat yang berkunjung.

Saat dimintai pandangan mengenai karakter kader Muhammadiyah, ia menekankan pentingnya semangat pembaruan atau inovasi. Menurutnya, gerakan pembaruan harus terus berjalan agar organisasi dan institusi pendidikan mampu merespons tantangan serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Berkelanjutan itu pembaruan. Dia tidak akan puas dengan apa yang dimiliki sekarang, tetapi selalu mencari hal-hal yang baru,” jelasnya.

Ia mengaitkan semangat tersebut dengan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, terutama penelitian dan riset, yang menjadi salah satu jalan untuk menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.  Pesan itu selaras dengan semangat Hari Jadi ke-68 UMS yang menekankan sinergi, dampak, dan keberlanjutan. Bagi perguruan tinggi, pembaruan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kualitas ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kontribusi sosial.

Menutup pesannya kepada generasi muda, Das’ad Latif mengingatkan bahwa proses menuntut ilmu tidak selalu berjalan mudah. Tekanan psikologis, kesulitan menyelesaikan tugas akademis, hingga tantangan ekonomi merupakan bagian dari perjalanan yang perlu dihadapi dengan ketekunan. Ia mengibaratkan kehidupan seperti roda yang harus bergerak naik dan turun. Kesulitan yang dialami seseorang dalam proses belajar, menurutnya, tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berusaha.

“Jangan pernah menyerah dalam menuntut ilmu. Kemiskinan, kampung, tidak boleh menjadi tantangan. Dia boleh menjadi motivasi untuk bergerak,” pesannya.  Ia juga mengingatkan bahwa ilmu akan mengangkat derajat seseorang apabila dipelajari dan diamalkan dengan baik. Karena itu, mahasiswa dan generasi muda didorong untuk terus belajar, menjaga niat, serta menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk berkembang.

Berita Terbaru

PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...

HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...

HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...

FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...

Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...

Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...