
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rizki Damarjati Wicaksono, mengajak mahasiswa baru menjadikan masa kuliah sebagai awal untuk mengambil peran dalam perubahan sosial. Mahasiswa dinilai tidak cukup hanya menguasai ilmu, tetapi juga perlu menghadirkan karya dan pengabdian bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rizki dalam Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (4/9/2026). Ia menyambut mahasiswa baru sekaligus mengajak mereka memanfaatkan kesempatan belajar di UMS untuk mengembangkan kapasitas diri.
“Teman-teman berdiri di sini, di kampus yang tepat. Walaupun bulan September bisa terasa gelap, teman-teman berada di tempat yang tepat. UMS adalah kampus yang Islami, mencerahkan, unggul, mendunia, dan sustainable. Selamat kepada teman-teman yang telah diterima di UMS,” ujarnya.
Memasuki usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun, Rizki mengajak mahasiswa baru melihat kembali makna kemerdekaan dari perspektif generasi muda. Menurutnya, perjuangan para pahlawan perlu dilanjutkan melalui kontribusi yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Pada usia kemerdekaan ke-81 tahun ini, mari kita tanyakan kepada diri sendiri, apakah kita sekadar menikmati kemerdekaan, ataukah kita sudah ikut mengisinya dengan karya dan pengabdian?” katanya.
Rizki membedakan peran siswa dan mahasiswa. Jika siswa berada dalam proses sebagai pejuang ilmu, mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih luas sebagai pejuang perubahan. “Kita tidak lagi sekadar menjadi siswa. Siswa adalah pejuang ilmu, sedangkan mahasiswa adalah pejuang perubahan. Kita harus menciptakan transformasi demi mencerahkan dan mencapai tujuan bangsa ini,” ujarnya.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami persoalan melalui kegiatan akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk terlibat dalam penyelesaiannya.

Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Kamis (4/9/2026). (Humas)
Dalam kesempatan tersebut, Rizki memperkenalkan IMM sebagai salah satu ruang bagi mahasiswa UMS untuk mengembangkan kapasitas sekaligus terlibat dalam gerakan sosial. Ia mengatakan IMM mendorong kadernya agar tidak bersikap pasif terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“IMM menuntut kita untuk tidak tinggal diam. IMM mengajarkan bahwa kita harus menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan dakwah serta perjuangan bangsa,” tuturnya.
Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu. Tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan dengan memperkuat intelektualitas, spiritualitas, dan amal nyata yang berlandaskan nilai-nilai Islam. “Ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah. Karena itu, tugas kita adalah menjaga kemerdekaan dengan ilmu dan mengawalnya dengan amal,” katanya.
Di lingkungan UMS, IMM memiliki 14 komisariat yang tersebar di 12 fakultas dan dua pondok pesantren. Struktur tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berproses sekaligus mengembangkan berbagai bentuk kontribusi di lingkungan kampus dan masyarakat. “IMM hadir di setiap sudut kampus menjadi wadah kontribusi nyata dan gerakan sosial yang berlandaskan ilmu dan nilai Islam,” ujar Rizki.
Lebih jauh, ia mengajak mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai proses membangun kepemimpinan, kemampuan berpikir, dan kepedulian terhadap persoalan sosial. Menurutnya, IMM dapat menjadi ruang kaderisasi bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan gagasan sekaligus menguji gagasan tersebut melalui gerakan.
“IMM harus menjadi basis nyata pembaruan, kawah candradimuka lahirnya kader bangsa, dan garda terdepan dalam memastikan kemerdekaan tetap bermakna hingga generasi mendatang,” tegasnya.
Rizki kemudian mengutip pesan KH Ahmad Dahlan tentang pentingnya memperbaiki diri sekaligus hadir di tengah masyarakat. “Perbaikilah dirimu dan turunlah ke masyarakat. Cahaya itu tidak untuk disimpan, tetapi untuk menerangi sekitar,” ujarnya.
Sambutan ditutup dengan seruan pergerakan yang diikuti mahasiswa baru. Rizki mengajak mereka menjaga integritas moral, terus mengembangkan kemampuan intelektual, dan berani mengambil peran dalam perubahan. “Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual, radikal dalam pergerakan,” katanya.
PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...
HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...
HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...
FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...
UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...
Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...
Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...
Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...
UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...
Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...
IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...
Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...






