
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Webinar Series ke-56 bertajuk “Ketegangan Global & Erosi Peradaban: Refleksi atas Krisis Geopolitik, Ekonomi, dan Iklim dalam Perspektif Muhammadiyah”, Kamis (26/2/2026) melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Zakiyuddin Baidhawy, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, sebagai narasumber utama.
Webinar dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan, yang menegaskan pentingnya forum intelektual dalam membaca dinamika global dari perspektif keislaman. “Pada kesempatan ini kita bersama mendiskusikan bagaimana perspektif Muhammadiyah terhadap ketegangan global saat ini, dan harapannya Muhammadiyah dapat memberikan arah perubahan pada taraf nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, mengawali dengan menyampaikan dan menyebut dunia saat ini tengah berada dalam kondisi paradoks global. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semestinya menghadirkan kesejahteraan justru melahirkan kontradiksi sosial. Ia mencontohkan fenomena di negara maju seperti Jepang, di mana tingkat kesejahteraan tinggi tidak serta-merta menghadirkan kebahagiaan sosial.
“Apa artinya kita makin sejahtera tapi hidupnya semakin mahal, sehingga kita tidak bisa ngapa-ngapain?” ungkapnya, yang mengisahkan pengalamannya saat berada di Tokyo dan menyaksikan pernikahan sederhana yang hanya dihadiri segelintir orang karena tingginya biaya hidup. Zakiyuddin menilai konflik global kini telah memasuki fase krisis permanen. Bentuknya bukan hanya perang bersenjata, tetapi juga konflik proksi, perang digital, hingga serangan siber oleh aktor-aktor tak kasat mata. Situasi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kekerasan tidak lagi menjadi anomali, melainkan telah mengalami normalisasi.
“Kalau kekerasan sudah menjadi normal, itu artinya ia telah menjadi established,” tegasnya. Ia juga menyoroti melemahnya hukum internasional dan diplomasi moral. Banyak resolusi internasional yang tidak berjalan efektif, bahkan diveto oleh negara-negara berkepentingan. Dalam konteks ini, relasi antarbangsa lebih didominasi kepentingan nasional daripada komitmen etis global. Prinsip “tidak ada musuh atau kawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan nasional” dinilai semakin menguat, bertentangan dengan nilai kemanusiaan universal.
Erosi peradaban, lanjutnya, tampak dalam dua gejala utama: normalisasi kekerasan dan dehumanisasi. Manusia direduksi menjadi angka statistik. “Kematian satu jiwa adalah tragedi, tetapi kematian ribuan menjadi sekadar angka,” ujarnya. Dalam kondisi ini, martabat kemanusiaan semakin tergerus dan empati publik menurun drastis. Pada aspek ekonomi, Zakiyuddin memaparkan ketimpangan ekstrem antara negara kaya dan miskin.
Ia menyebutkan bahwa sebagian kecil populasi dunia menguasai mayoritas kekayaan global, sementara separuh populasi termiskin hidup dalam keterbatasan. Konsep trickle-down effect yang pernah dijanjikan teori pertumbuhan ekonomi dinilainya tidak terbukti dalam realitas. Fenomena kapitalisme spekulatif juga disorotnya sebagai problem serius. Menurutnya, kekayaan dapat bertambah tanpa menciptakan ekonomi riil maupun lapangan kerja. Dalam konteks krisis iklim, Zakiyuddin menegaskan bahwa pemanasan global telah menjadi kenyataan yang dirasakan seluruh makhluk hidup. Ia menyebut kenaikan suhu global yang signifikan sebagai sinyal bahaya. Krisis air, krisis pangan, serta meningkatnya bencana hidrometeorologi di Indonesia menjadi bukti nyata eksploitasi alam tanpa keseimbangan.
“Kerusakan alam bukan lagi sekadar bencana alam, tetapi bencana lingkungan akibat ulah manusia,” ujarnya. Menurutnya, krisis iklim bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga krisis nilai dan etika peradaban. Alam diperlakukan sebagai objek, bukan amanah. Generasi masa depan dikorbankan demi kepentingan jangka pendek. Eksploitasi sumber daya dilakukan bukan untuk memenuhi kebutuhan, melainkan keinginan.

Salah satu materi yang disampaikan Prof. Zakiyuddin Baidhawy. [Humas UMS].
Zakiyuddin mengidentifikasi hilangnya spiritualitas, dominasi rasionalitas instrumental, dan melemahnya etika global sebagai akar persoalan. Ilmu pengetahuan tidak lagi diposisikan sebagai alat untuk kemaslahatan, tetapi sebagai tujuan yang tunduk pada logika utilitas dan efisiensi semata. Sebagai respons, ia menekankan pentingnya rekonstruksi etika peradaban berbasis Islam berkemajuan. Pondasinya adalah tauhid sebagai dasar ontologis dan worldview kehidupan.
“Tauhid bukan sekadar akidah, tetapi cara pandang dan cara bertindak,” tegasnya. Iman menjadi fondasi, ilmu sebagai alat, dan amal sebagai praksis. Kemajuan sejati, menurutnya, adalah memuliakan manusia, menjaga keseimbangan alam, dan menghadirkan keadilan.
“Muhammadiyah, melalui risalah Islam berkemajuan, diharapkan mampu menawarkan etika global yang melampaui kepentingan sempit dan selektif. Dengan demikian, refleksi atas krisis geopolitik, ekonomi, dan iklim tidak berhenti pada analisis, tetapi melahirkan komitmen praksis menuju peradaban yang berkeadaban,” pungkasnya.
Webinar Series ke-56 ini, lanjutnya, menjadi ruang refleksi kritis sekaligus ajakan moral bagi sivitas akademika dan masyarakat luas untuk meneguhkan kembali nilai tauhid, kemanusiaan, dan keberlanjutan sebagai fondasi membangun masa depan global yang lebih adil dan berimbang.
Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...
UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...
Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...
Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...
UMS Kenalkan Teknologi Tepat Guna, Dongrak Produktivitas Batik Desa Wisata Jarum
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna bagi perajin batik di Desa Wisata...
UMS Perkuat Kesejahteraan Pegawai lewat BPJS, Dakes, dan Layanan Konseling
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui peningkatan program kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental....
UMS Dampingi Desa Wisata Jarum Kembangkan Produk Ecoprint Berdaya Saing
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan kewirausahaan, penamaan...
Pendaftar PMB UMS 2026 Meningkat, Persaingan Masuk Kampus Kian Ketat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Minat masyarakat melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meningkat. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru...
FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui kegiatan field study membatik di Batik MY,...
Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Publikasi Internasional Terbaik di AICIRE 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS,...
Atlet UMS Sumbang Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, berhasil mempersembahkan medali emas...
Lantik 79 Dokter Baru, FK UMS Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melantik dan mengambil sumpah 79 dokter baru Angkatan LIX Tahun 2026 dalam prosesi di...






