Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 2 Februari 2026 17:14 WIB
Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). (Humas)

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCM–PCA) Grogol, perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PRM–PRA) se-Kecamatan Grogol, perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta organisasi otonom tingkat cabang.

Kajian tersebut menghadirkan KH. Awaluddin Mufti Efendi, anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Daerah Sukoharjo, sebagai narasumber. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Turun ke Bawah (Turba) PDM Sukoharjo dalam rangka penguatan ideologi, pendalaman pemahaman keislaman, serta pemantapan manhaj tarjih di lingkungan pimpinan cabang.

Dalam pemaparannya, Ustaz Awaluddin menegaskan bahwa kesucian (thaharah) dalam Islam tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga secara maknawi dan akidah. Hal tersebut ditegaskan melalui hadis Nabi Muhammad Saw. yang menyatakan seorang mukmin pada hakikatnya tidaklah najis. “Najis secara maknawi adalah kesyirikan, bukan keimanan,” jelasnya.

Merujuk Kitab Matan Fiqh Ghusl

Ia mengaitkan penjelasan tersebut dengan firman Allah Swt. dalam QS. At-Taubah ayat 28 yang menyebutkan bahwa yang dinyatakan najis adalah orang-orang musyrik, bukan orang beriman. Dengan demikian, setiap mukmin yang tidak melakukan kesyirikan pada dasarnya adalah suci.

Materi kajian merujuk pada kitab Matan Fiqh Ghusl karya KH. Sholahuddin Sirizar. Salah satu pembahasan penting adalah penjelasan ayat lā yamassuhu illā al-muṭahharūn dalam QS. Al-Wāqi‘ah ayat 79. Menurut narasumber, ayat tersebut tidak berkaitan dengan mushaf Al-Qur’an sebagaimana yang sering dipahami secara umum.

“Surah Al-Wāqi‘ah diturunkan di Makkah, jauh sebelum mushaf Al-Qur’an dibukukan pada masa Khalifah Utsman bin ‘Affan. Karena itu, ayat ini tidak berbicara tentang mushaf, melainkan tentang kesucian maknawi,” terangnya. Ia menambahkan menurut para mufassir, yang dimaksud al-muṭahharūn adalah orang-orang yang disucikan oleh Allah Swt., yaitu mereka yang benar-benar beriman, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.

Kajian ini menekankan kesucian hati dan keimanan merupakan kunci utama untuk dapat menyentuh serta memahami kandungan dan makna Al-Qur’an secara hakiki. Melalui kajian AIK Turba ini, PDM Sukoharjo berharap Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tingkat cabang semakin kokoh dalam pemahaman keislaman yang mencerahkan, berkemajuan, dan berlandaskan dalil yang kuat.

Berita Terbaru

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...